Gangguan konsentrasi dengan hiperaktifitas adalah suatu kondisi neurologis yang melibatkan gangguan pada proses memusatkan perhatian dan perilaku hiperaktifitasimpulsivitas, yang tidak sejalan dengan tingkat usia anak. Anak autis yang hiperaktif cenderung kurang mampu untuk berkonsentrasi dan sangat sulit diarahkan untuk melakukan tugas-tugas tertentu, aktivitas yang dilakukan lebih berdasar atas dorongan kemauan dirinya. Dibutuhkan usaha ekstra untuk melatih konsentrasinya dengan baik, salah satunya melalui kegiatan mendengarkan musik Mozart. Dengan musik, diharapkan dapat mempengaruhi perkembangan psikomotorik agar dapat berkembang secara optimal sehingga memunculkan daya konsentrasi yang tinggi pada anak autis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh musik mozart terhadap penurunan simtom (gejala) gangguan konsentrasi dengan hiperaktifitas pada anak autis. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode eksperimen quasi dengan desain variasi subjek tunggal berjumlah 3 orang subjek dengan kriteria anak autis usia 7-12 tahun, tidak mengalami hambatan lain selain autis (telah dilakukan pemeriksaan awal dari pihak terapi bahwa subjek mengalami gangguan autis). Metode pengumpulan data menggunakan ceklist observasi. Adapun analisa data dengan uji beda nonparametrik Wilcoxon. Penelitian ini membuktikan bahwa musik mozart mampu menurunkan simtom (gejala) gangguan konsentrasi dengan hiperaktifitas pada anak autis dengan hasil analysis Asymp. Sig (2-tailed) lebih besar dari 0,05 (0,109).
Copyrights © 2020