Rabies merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh virus Rabies dan umumnya ditularkan melalui gigitan hewan yang terinfeksi. Penyakit ini memiliki dampak yang serius pada kesehatan manusia dan hewan, terutama di daerah pedesaan dengan populasi hewan yang tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengendalikan penyebaran penyakit Rabies di sebuah desa.Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi survei epidemiologi, pengumpulan data dari otoritas kesehatan setempat, serta wawancara dengan penduduk desa dan petugas kesehatan hewan. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan metode statistik dan teknik pemetaan untuk mengidentifikasi pola penyebaran Rabies dalam desa tersebut.Hasil analisis menunjukkan adanya kasus Rabies yang terkonsentrasi di beberapa wilayah desa, terutama di sekitar pemukiman hewan peliharaan. Faktor risiko yang berkontribusi terhadap penyebaran Rabies antara lain kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya vaksinasi hewan peliharaan, kurangnya akses terhadap perawatan kesehatan hewan, dan kurangnya koordinasi antara pihak berwenang terkait. Berdasarkan hasil analisis tersebut, diusulkan beberapa langkah pengendalian penyebaran Rabies di desa tersebut. Langkah-langkah tersebut meliputi kampanye penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya vaksinasi hewan peliharaan dan tindakan pencegahan lainnya, peningkatan akses terhadap perawatan kesehatan hewan, serta kerjasama antara otoritas kesehatan manusia dan hewan dalam pemantauan dan pengendalian penyakit. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang penyebaran Rabies di desa dan memberikan rekomendasi bagi pihak berwenang untuk mengimplementasikan kebijakan dan intervensi yang efektif guna mengendalikan penyakit tersebut. Dengan upaya yang berkelanjutan, diharapkan penyebaran Rabies di desa tersebut dapat ditekan dan risiko terhadap kesehatan manusia dan hewan dapat diminimalkan.