Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Karo Traditional Food Inventory in the Design of Culinary Branding in Karo Zaitun; Enny Hasriyani; Ngatemin
TEHBMJ (Tourism Economics Hospitality and Business Management Journal) Vol 1 No 2 (2021): TEHBMJ (Tourism Economics, Hospitality and Business Management Journal)
Publisher : Politeknik Pariwisata Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study has three research objectives,(1) Prepare a detailed inventory of traditional Karo foods which include: (a) Types of traditional foods (b) Traditional food processing methods, (c) Economic aspects and (d) Documentation, (2) Developing traditional food development alternatives and (3) designing Branding on traditional food in Karo District. The type of this research is survey research with descriptive method. The results Based on a survey conducted in Berastagi City identified a number of 5types of traditional food. The main ingredients most widely used for making traditional food is Chicken (80%), then other ingredients (20%). Karo traditional foods, based on the way of processing can be categorized into three, namely: (1) steamed, (2) fried, (3) and boiled. Based on interviews with resource persons and traditional food community figures in Karo, several alternative development that can be done are: Identification and Inventory of traditional food, Preparing the profile of traditional food in the area as food information and counseling and Promotion, Encouraging the development of traditional food centers with relevant agencies, private and community; Provision of soft loans for additional capital.
Pengembangan Branding Pariwisata Sejarah Dan Budaya Kabupaten Humbang Hasundutan Samuel Harmoko S; Ngatemin; Rahmat Darmawan
Jurnal Niara Vol. 19 No. 2 (2026): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/gzbgpm25

Abstract

Kabupaten Humbang Hasundutan menyimpan potensi wisata sejarah dan budaya yang besar sebagai salah satu geosite Toba Caldera UNESCO Global Geopark, namun kunjungan wisatawan menurun dari 131.137 orang (2019) menjadi 88.348 orang (2021), seiring lemahnya tata kelola kebijakan branding destinasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan efektivitas branding "Explore Humbang Hasundutan" yang berjalan saat ini, menelusuri inisiatif pembentukan branding berbasis sejarah dan budaya, serta merumuskan arah kebijakan branding yang relevan bagi tata kelola pariwisata daerah ke depan. Pendekatan kualitatif etnografi digunakan sebagai kerangka utama, didukung data kuantitatif dari 77 responden wisatawan, dengan lima informan kunci dipilih secara purposive sampling dan divalidasi melalui triangulasi sumber. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap etnografi Spradley, dipertajam dengan matriks IFAS-EFAS yang diplot ke diagram kuadran SWOT. Hasil penelitian menunjukkan branding eksisting belum memiliki payung hukum resmi dan posisi strategis kawasan berada pada kuadran turn-around (skor internal -0,35; skor eksternal +1,83), yang mengisyaratkan urgensi kebijakan kolaborasi lintas aktor (penta helix) untuk melegalkan dan menguatkan identitas "Negeri Pesona Seribu Legenda" dengan positioning "The Real Geopark".