p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Bil Hikmah
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Problematika Makna dalam Komunikasi Wahyu: Mendudukkan Otoritas Ilahi, Teks, dan Horizon Pembaca Nur Aida
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/bhmh.v4i1.131

Abstract

Perdebatan mengenai siapa yang menentukan makna teks masih terus berlangsung hingga kini. Schleiermacher menekankan otoritas pengarang, Dilthey dan Betti mengedepankan objektivitas teks, Barthes menggagas “kematian pengarang,” sedangkan Gadamer menawarkan konsep fusi horizon. Permasalahan ini menjadi semakin kompleks ketika objek kajiannya adalah Al-Qur’an: di manakah letak maknanya—pada maksud Allah, pada teks, atau pada pembaca? Beberapa ulama berpandangan makna terletak pada teks. Beberapa lainnya berpandangan makna terletak pada maksud Allah yang perlu ditemukan dengan hermenutika. Selain itu beberapa berpandangan bahwa makna Al-Qur’an dapat berkembang seiring perubahan horizon pembaca. Artikel ini bertujuan mendudukkan posisi pengarang, teks, dan pembaca dalam memahami Al-Quran. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna Al-Qur’an berakar pada otoritas pengarang (Allah), bukan pada teks atau pembaca. Perbedaan horizon mufasir dipandang sebagai refleksi keterbatasan manusia dalam memahami ilmu Allah yang tidak terbatas. Meski begitu bukan berarti tidak ada kepastian makna. Variasi horizon tersebut tidak menimbulkan relativitas, melainkan memperkaya kedalaman pemahaman seiring perkembangan ilmu pengetahuan. Temuan ini menegaskan Al-Qur’an sebagai petunjuk ilahi yang senantiasa relevan melintasi zaman.
Perbandingan Framing Berita Tema Riset Antara SD Muhammadiyah 4, SAIM dan Al-Hikmah Nur Aida
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 4 No 2 (2026)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/bilhikmahjkpi.v4i2.160

Abstract

Pemberitaan hari ini tidak hanya dilakukan oleh pers melainkan juga oleh organisasi melalui media milik sendiri. Namun studi terkait framing berita dalam public relations belum banyak dikaji. Perbandingan bingkai berita public relations antar sekolah islam menarik diulas untuk mengetahui bagaimana cara lembaga Islam membingkai berita untuk tujuan public relations. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan framing berita tema riset antara SD Muhammadiyah 4, SAIM dan Al-Hikmah. Tiga sekolah tersebut dipilih karena memiliki reputasi positif di tengah masyarakat. Tema riset dipilih karena sering dipublikasi yang berarti cukup ditonjolkan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik analisis framing Pan Kosicki yakni struktur sintaksis, skrip, tematik, retorik. Sumber datanya adalah berita tema riset pada website ketiga sekolah. Hasil penelitian menunjukkan melalui struktur sintaksis, skrip, tematik, retorik terlihat ketiga sekolah membingkai peristiwa kemenangan dalam lomba riset sebagai prestasi siswa. Namun SD Muhammadiyah 4 menekankan prestasi sebagai buah dari kerja keras siswa. SD Al-Hikmah menekankan prestasi adalah buah dari keberanian siswa mencoba hal baru. Dan SAIM menekankan bahwa capaian ini adalah lanjutan dari prestasi sebelumnya. Perbedaan bingkai berita menunjukkan bahwa praktisi humas mencoba membangun corporate image yang berbeda dari peristiwa yang sama.