Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS NILAI PERJUANGAN DALAM NOVEL RANAH 3 WARNA KARYA AHMAD FUADI Nur Asyifa Rohainy; Jumadi Jumadi; Dwi Wahyu Candra Dewi
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 1 No. 4 (2023): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v1i4.1252

Abstract

Penelitian yang bertajuk “Analisis Nilai Perjuangan Dalam Novel Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur atau nilai perjuangan dalam novel Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi, dalam novel tersebut Alif tidak mempunyai ijazah, dengan cepat memupuskan harapannya. Memang saat itu pesantren belum diperbolehkan memberikan gelar seperti lembaga subsidi pemerintah, namun hal tersebut tidak menyurutkan cita-cita Alif, ia kemudian berhasil memperoleh ijazah dengan menyelesaikan ujian kesetaraan. Setelah itu Alif mengikuti tes UMPTN dan diterima di universitas di Bandung; dia berencana untuk belajar Hubungan Internasional. Alif tak khawatir ia tak lolos masuk ITB. Dia terus belajar dengan rajin. Meski mengalami banyak kesulitan, termasuk kesulitan keuangan. Alif tergoda untuk menyerah, namun ia mengingat slogan "man shabara zhafira", yang berarti "siapa yang bersabar maka ia beruntung", dan ia memutuskan untuk terus berjuang dan bersabar. Pada akhirnya, Alif berhasil memperbaiki keadaan keuangannya melalui tulisan. Metode penelitian ini menggunakan analisis kualitatif deskriptif, yang mana informasi dideskripsikan dan bukan dianalisis secara numerik, digunakan dalam pendekatan penelitian ini. Juga pendekatan bibliografi karena melibatkan banyak referensi buku. Hasil penelitian ini adalah mendapatkan nilai perjuangan yang dimiliki oleh tokoh Alif dalam mengejar cita-citanya dengan berbagai rintangan yang ia hadapi dan terdapat unsur intrinsik dalam novel Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi.
Kesantunan Berbahasa Menurut Pandangan Islam Fitria Salsabella; Husnul Khatimah; Ikrimah; Muhammad Farhan6; Kalila Shahwa Noor Rahman; Leny Marlindawati5; Nur Asyifa Rohainy
Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2023): Maret: Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/religion.v2i2.62

Abstract

Pada zaman sekarang, bertutur atau berbahasa yang santun sering sekali diabaikan dalam berkomunikasi. Maraknya penggunaan bahasa yang tidak santun yang terjadi di lingkungan sekitar sering kita jumpai bahkan menjadikannya suatu kewajaran dan meninggalkan berbahasa santun untuk berkomunikasi dengan orang yang lebih tua. Bahkan hanya dengan melihat bagaimana cara seseorang itu bertutur, kita dapat mengetahui bagaimana kepribadian seseorang itu. Oleh karena itu, penulisan ini kami lakukan untuk mengetahui lebih jauh mengenai kesantunan berbahasa menurut pandangan islam, Dengan menggunakan metode penulisan kualitatif deskriptif, penelitian ini menggunakan beberapa rumusan masalah serta data-data informasi mengenai pembahasan yang akan diamati secara lebih mendalam, data-data ini dikumpulkan dari beberapa referensi (jurnal, buku cetak, e-book). Didapatkan hasil bahwa di dalam Islam konsep kesantunan bukanlah sebuah masalah baru, sebab jauh sebelum para ahli barat menyuarakan pendapatnya mengenai kesantunan berbahasa justru dalam Islam sudah tertuang konsep kesantunan berbahasa ini dalam beberapa surah pada Al-Qur’an. Dengan begitu kita dapat memahami bahwa dalam Islam sangat menganjurkan untuk bertutur kata yang baik dengan siapapun lawan bicara kita. Kesantunan berbahasa menurut pandangan Islam meliputi penggunaan bahasa yang sopan, menghormati orang lain, menghindari penggunaan kata-kata kasar yang akan menyakiti hati, serta menjaga hubungan baik antar sesama. Dalam kesantunan berbahasa juga dihubungkan dengan akhlak dan ibadah, dimana penggunaan bahasa yang baik dapat menjadi amalan yang diridhoi oleh Allah SWT.