Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Karakteristik Pasien Kusta di RSUD Sumberglagah periode Januari - Agustus 2023 Lukito, Cynthia Deby; Wibowo , Prajogo; Prameswari, Renata; Hersana, I Dewa Made Widi
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 5 No. 3 (2025): Februari
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hansen disease atau yang lebih sering dikenal dengan penyakit kusta merupakan penyakit infeksi kronik yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae dan sering dikenal sebagai “The Great Immitator Disease” karena gejalanya susah dibedakan dengan penyakit kulit lainnya. Menurut World Health Organization (WHO) penyakit kusta utamanya menyerang kulit, saraf perifer, mukosa saluran pernafasan bagian atas. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien kusta di RSUD Sumberglagah periode Januari - Agustus 2023. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif. Sampel dalam penelitian merupakan semua pasien kusta di RSUD Sumberglagah Mojokerto berdasarkan data yang tercatat di rekam medis periode Januari 2023- Agustus 2023. Hasil penelitian menujukkan bahwa sebagian besar pasien kusta adalah laki-laki (67.70%), berusia > 15thn (98.39%), menjalani pekerjaan berat (64.50%) berpendidikan sampai tingkat SD (45.16%) masih menjalani pengobatan sampai saat ini (51.6%), tipe MB (100%) tidak mengalami reaksi kusta (46.8%) memiliki keluhan utama berupa luka di ekstremitas (24.2%) dan berasal dari kota Mojokerto (59.7%). Sesuai dengan 62 sampel dari data yang telah diambil, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar pasien kusta adalah laki-laki, berusia lebih dari 15 tahun, mengerjakan pekerjaan berat, menjalani pendidikan sampai tingkat SD, masih menjalani pengobatan,tipe kusta MB, datang dengan keluhan utama luka di ekstremitas dan berasal dari kota Mojokerto.
In Silico Study: the Potential of Apigenin Compounds from Moringa Plants as Inhibitors of Dihydroorotate Dehydrogenase Enzyme of Plasmodium Falciparum in Hepatic Malaria Therapy Argiyanti, Helena Elysia; Hersana, I Dewa Made Widi; Risma, Risma
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 6 No. 1 (2026): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v6i1.52724

Abstract

Malaria is a global health problem caused by Plasmodium infection, with hepatic malaria representing a serious complication due to liver dysfunction, particularly from Plasmodium falciparum. One promising therapeutic target is the enzyme dihydroorotate dehydrogenase (PfDHODH), which plays a crucial role in the parasite’s de novo pyrimidine synthesis. Moringa oleifera is known to contain various flavonoids with antimalarial and hepatoprotective activities, including apigenin. This study aimed to evaluate the potential of apigenin as an inhibitor of PfDHODH for hepatic malaria treatment using an in silico approach. The research employed a one-shot experimental design involving molecular docking simulations with AutoDock Vina, followed by pharmacokinetic, drug-likeness, and toxicity predictions using SwissADME, pkCSM, and ProTox3. Results showed that apigenin exhibited strong binding affinity to PfDHODH (-8.9 kcal/mol), comparable to the primary control ligand (-9.3 kcal/mol) and higher than artemisinin (-8.7 kcal/mol). Apigenin demonstrated favorable ADME properties, complied with Lipinski’s rule, and was classified as low toxicity (class 5) with no predicted carcinogenic effects. These findings indicate that apigenin from Moringa oleifera has promising potential as a PfDHODH inhibitor and may serve as a candidate for the treatment of hepatic malaria, warranting further experimental validation.