Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Characteristics of Knee Osteoarthritis Patients Undergoing TKR Surgery at the Hospital Orthopedic and Traumatology Hospital in 2022-2023 Putri, Fernita Naomi; Prima Arundani; Andi Abdullah; Lena Wijayaningrum
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 5 No. 3 (2025): Februari
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Osteoartritis (OA) didefinisikan sebagai kerusakan progresif tulang rawan artikular yang sering terjadi pada populasi geriatri. Faktor resiko OA dapat dibagi menjadi dua kategori : faktor tingkat individu (usia, jenis kelamin, obesitas, genetika, dan diet) dan faktor tingkat sendi (cedera, ketidaksejajaran, dan pembebanan abnormal pada sendi). Prevalensi OA mencakup 50% pasien berusia 65 tahun atau lebih tua yang menunjukkan tanda-tanda radiografi OA, namun hanya 10% pria dan 13% wanita lansia yang menunjukkan adanya gejala klinis dari OA, dan sekitar 10% di antaranya menderita kecacatan yang berhubungan dengan OA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien osteoarthritis lutut yang menjalani operasi TKR di Rumah Sakit Orthopedi dan Traumatologi Surabaya pada tahun 2022 – 2023. Desain penelitian deskriptif dengan menggunakan metode purposive sampling dari data sekunder rekam medis pasien OA lutut yang menjalani operasi TKR di Rumah Sakit Orthopedi dan Traumatologi Surabaya. Didapatkan data sebanyak 120 data rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Data dideskripsikan dalam bentuk frekuensi, persentase, grafik, dan juga table menggunakan software Microsoft Excel. Kesimpulan penelitian didapatkan sebanyak 120 kasus yang secara sosiodemografi memiliki mayoritas usia ≥ 65 tahun dengan rata – rata usia 67,25 tahun, berjenis kelamin Perempuan, dan memiliki pekerjaan sebagai ibu rumah tangga. Distribusi berat badan berdasarkan IMT mayoritas memiliki kategori obesitas I, dan rata – rata berat badan pasien adalah 67,53 kg. Sedangkan untuk derajat OA yang diderita mayoritas pasien mengidap OA derajat 4. Osteoarthritis (OA) is defined as the progressive destruction of articular cartilage that often occurs in the geriatric population. Risk factors for OA can be divided into two categories: individual-level factors (age, gender, obesity, genetics, and diet) and joint-level factors (injury, misalignment, and abnormal loading of the joint). The prevalence of OA includes 50% of patients aged 65 years or older who show radiographic signs of OA, but only 10% of elderly men and 13% of elderly women show clinical symptoms of OA, and about 10% of them suffer from OA-related disability. This study aims to determine the characteristics of knee osteoarthritis patients who underwent TKR surgery at the Surabaya Orthopedic and Traumatology Hospital in 2022 - 2023. Descriptive research design using purposive sampling method from secondary data of medical records of knee OA patients undergoing TKR surgery at Surabaya Orthopedic and Traumatology Hospital. Data were obtained from 120 patient medical records that met the inclusion criteria. Data were described in the form of frequencies, percentages, graphs, and tables using Microsoft Excel software. The conclusion of the study was obtained as many as 120 cases whose sociodemographics had a majority age ≥ 65 years with an average age of 67.25 years, were female, and had jobs as housewives. The distribution of body weight based on BMI, the majority had an obesity category I, and the average patient weight was 67.53 kg. As for the degree of OA suffered, the majority of patients have grade 4 OA.
A PERUBAHAN NILAI BIOLOGI KETIKA PANDEMI COVID 19, TAHUN AJARAN 2018 dan 2021 MAHASISWA SEMESTER SATU FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HANG liliawanti; Prima Arundani
Surabaya Biomedical Journal Vol. 2 No. 3 (2023): May
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v2i3.113

Abstract

Pada awal tahun 2020 kita dikejutkan dengan penyakit menular virus corona (SARS CoV-2) dimana virus ini berasal dari Wuhan, Tiongkok. Seketika menyebar ke seluruh dunia, hal ini menyebabkan banyak negara memberlakukan lockdown dan social distancing termasuk di lembaga pendidikan. Pembelajaran secara daring bergantung dengan teknologi komputer dan internet. Permasalahan bisa dari pengajar, mahasiswa, dan sarana untuk pembelajaran secara daring. Banyak faktor yang bisa menyebabkan berbagai masalah. Berdasarkan hal – hal tersebut di atas saya selaku peneliti ingin membandingkan hasil yang di capai pelajar dalam hal ini mahasiswa semester satu fakultas kedokteran khususnya nilai biologi selama kuliah secara luring dan daring. Pada penelitian ini digunakan metode cross sectional group design. Penelitian ini menggunakan seluruh mahasiswa semester satu fakultas kedokteran universitas hang tuah angkatan 2018 dan 202. Analisis Data menggunakan uji statistika parametric dengan one-way ANOVA. Hasil uji nilai biologi mahasiswa semester satu fakultas kedokteran Universitas Hang Tuah tahun ajaran sebelum pandemi 2018 dan sesudah pandemoi 2021 didapatkan pada tes CBT, hasil uji Anova satu arah didapatkan hasil signifikan nilai Biologi mahasiswa semester satu FK UHT dengan p=0,000 (p ˂ 0,05). Pada tes SOOCA dengan uji T tes didapatkan hasil signifikan dengan p=0,000 (p ˂ 0,05). Sedangkan pada nilai akhir didapatkan hasil uji T tes didapatkan hasil signifikan dengan p=0,000 (p ˂ 0,05). Kesimpulan : Pada tahun ajaran sebelum pandemic 2018 dengan tahun ajaran masa pandemic 2021terdapat perbedaan rerata nilai ujian CBT, SOOCA, dan nilai akhir biologi mahasiswa semester satu FK UHT.