Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Desain Model Database Layanan Reservasi Studio Foto dengan Menerapkan Database Life Cycle Mutamassikin, Mutamassikin; Jasmine, Nabilla; Bangsa, Mhd. Theo Ari; Barkah, Qodariah
Smart Comp :Jurnalnya Orang Pintar Komputer Vol 14, No 1 (2025): Smart Comp: Jurnalnya Orang Pintar Komputer
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/smartcomp.v14i1.7027

Abstract

Pentingnya Database di dalam sistem tidak bisa di rancang secara sembarangan dan hanya sebatas kebutuhan biasa di dalam sistem, baik nya sebuah sistem di tentunkan juga oleh rancangan database yang baik. Obejk penelitian ini adalah sistem reservasi studio foto dimana studio foto merupakan tempat konsumen untuk orang mendokumentasikan gambar melaui kamera digital, beragam jenis jasa layanan foto yang ada di studio tersebut adalah seperti pas foto, foto wisuda, foto keluarga, foto ulang tahun, foto group, foto produk, serta sewa studio. Informasi akan layanan tersebut dan pemesanannya sebagian besar masih mengacu secara semi digital belum terdigitalisasi sepenuhnya. Tujuan dari penelitian ini adalah bagian dari tahap awal dalam pembangunan sistem reservasi pada studio foto yaitu merancangan database yang dibutuhkan oleh studio foto. Adapun model dari database ini nantinya dapat digunakan menjadi acuan dari developer perangkat lunak untuk membangun sistem reservasi studio foto. Untuk analisis dan perancangan dari model basis data menggunakan metode Database Life Cycle (DBLC) yang berfokus pada desain data konseptual, desain basis data logis, dan desain basis data fisik. Hasilnya di dapatkan database yang relasional terdiri dari 7 tabel dan 4 relasi.
Analisis Kesiapan Dan Penerimaan UMKM Kota Jambi Terhadap Perkembangan Social Commerce Dengan Technology Readiness And Acceptance Model (TRAM) Khairunisa, Khairunisa; Mutamassikin, Mutamassikin; Bangsa, Mhd. Theo Ari
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 2 (2025): Mei - Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i2.1112

Abstract

Revolusi industri 4.0 telah mendorong tranformasi digital di berbagai sektor, termasuk sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang menjadi pilar penting perekonomian Indonesia. Salah satu bentuk pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan bisnis adalah social commerce, yang memungkinkan pelaku usaha memasarkan produksi melalui platform media sosial seperti TikTok. Namun, tingkat adopsi social commerce di Provinsi Jambi, khususnya di Kota Jambi, masih tergolong rendah dibandingkan daerah lain di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan pelaku UMKM Kota Jambi dalam mengadopsi social commerce dengan menggunakan pendekatan Technology Readiness Acceptance Model (TRAM), yang menggabungkan aspek kepribadian pengguna terhadap teknologi dengan model penerimaan teknologi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada pelaku usaha Mikro, serta analisis data mengggunakan Teknik Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimism belum cukup kuat untuk membentuk perceived ease of use dan perceived usefulness TikTok, sedangkan innovativeness berpengaruh signifikan terhadap kedua persepsi tersebut. Faktor negatif seperti discomfort dan insecurity tidak menunjukkan pengaruh signifikan, mengindikasikan bahwa hambatan psikologis terhadap penggunaan teknologi relatif rendah di kalangan pelaku UMKM Kota Jambi. Pada aspek niat menggunaan, hanya perceived usefulness yang berpengaruh signifikan terhadap intention to ise TikTok, sementara perceived ease of use tidak berpengaruh secara langsung. Temuan ini mendukung teori TAM lanjutan yang menyatakan bahwa manfaat yang dirasakan lebih berpengaruh dibandingkan sekedar kemudahan penggunaan. Implikasi dari penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pemerintahan dan pelaku industri dalam merancang strategi peningkatan literasi digital dan pemberdayaan UMKM melalui platform social commerce.