Manumanasa, Sindhu Linguistika
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Names of buildings and places in the Alun-Alun Lor and Sasana Suméwa Complex of Surakarta Hadiningrat Sunanate Palace: Morphological process approaches in Linguistic Landscape Manumanasa, Sindhu Linguistika
LITE: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol. 21 No. 1 (2025): March
Publisher : Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/lite.v21i1.11411

Abstract

Naming is the process of naming or identifying something, be it an item, person, place, or concept. It is an essential part of human language and communication as it allows us to convey information, distinguish people from one another, and refer to things in writing or conversation. However, naming can become more complex and varied as culture and language evolve. In Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, names that reflect Javanese culture are used to name places and buildings. In the naming process, factors such as language, culture, and history should be considered. This research aims to describe the naming process and explain the morphological process that occurs in the names of buildings and places in the Alun-Alun Lor and Sasana Suméwa complexes. The source of data and data in this study are the names of buildings and places in the Alun-Alun Lor and Sasana Suméwa complexes of Surakarta Hadiningrat Sunanate Palace. The data were collected using observation methods with note and listening techniques, interview methods, and document analysis. The results showed 22 names of buildings and places in Alun-Alun Lor and Sasana Suméwa complexes, consisting of 14 names in Alun-Alun Lor complex and 8 names in Sasana Suméwa complex
Names of Buildings in the Surakarta Hadiningrat Kasunanan Palace: A Study of Cultural Semantics Manumanasa, Sindhu Linguistika; Sumarlam, Sumarlam; Rais, Wakit A.
Journal of Language Development and Linguistics Vol. 4 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jldl.v4i2.14333

Abstract

This study aims to descript the cultural meaning of the name of the building in the Surakarta Hadiningrat Kasunanan Palace.  This research is qualitative descriptive. Data source and data are the names of buildings that have cultural significance. Data collection uses observation methods with recording and listening techniques, interview methods, and document analysis methods. The method of presenting the results of the data analyst uses formal and informal methods. The results of the study found 19 names of buildings that have cultural significance in them, namely Tugu Pamandêngan, Gapura Pamurakan, Grand Mosque, North Pagongan Ward and South Pagongan Ward, Suméwa Gymnasium, Sitinggil Lor, Manguntur Tangkil Ward, Talang Patén College, Sri Manganti Lor, Sasana Séwaka, Paningrat Ward, Dalêm Agêng Prabasuyasa, Sangga Buwana Stage, Bêdhaya Ward, Argapura, Sanga Well, West Kêraton in Prabasana,  and Ivory Coast.
BAHASA CANGKRUKAN DI ANGKRINGAN (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK) Manumanasa, Sindhu Linguistika
Translation and Linguistics (Transling) Vol 3, No 2 (2023): Translation and Linguistics (Transling)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/transling.v3i2.74690

Abstract

Penelitian ini dilandasi oleh fenomena munculnya variasi bahasa yang terjadi dan faktor yang mempengaruhi pada bahasa cangkrukan di angkringan. Komunikasi yang terjadi pada angkringan antar pengunjung dan penjual menimbulkan variasi bahasa. Hal ini mendeskripsikan bentuk-bentuk variasi bahasa yang muncul dan faktor yang mempengaruhinya. Untuk mengungkap permasalahan tersebut dengan menggunakan pendekatan Sosiolinguistik, dengan tetap melihat fenomena yang terjadi di angkringan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatitf. Data penelitian adalah tuturan yang diambil dari dua angkringan di Kota Semarang yaitu angkringan Givan dan angkringan Pak Wandi. Data dikumpulkan melalui hasil observasi langsung, dengan menggunakan metode simak  yang meliputi teknik simak bebas libat cakap dan teknik sadap yang disertai dengan teknik rekam dan catat. Hasil penelitian menunjukkan munculnya bentuk-bentuk variasi bahasa berupa Campur kode, Interferensi, Abreviasi dan Analogi. Faktor yang mempengaruhi munculnya variasi bahasa yaitu faktor lingkungan, faktor usia dan faktor kepraktisan dalam komunikasi.
Analisis Kalimat Imperatif pada Spanduk Partai Politik Menuju Pemilu 2024 di Kota Surakarta manumanasa, sindhu linguistika
Translation and Linguistics (Transling) Vol 2, No 01 (2022): Translation and Linguistics (Transling)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/transling.v4i2.75493

Abstract

Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan jenis dan fungsi kalimat imperatif pada spanduk partai politik menuju pemilu 2024 di Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Objek adalah kalimat imperatif, data yang digunakan kalimat imperatif pada spanduk beserta konteksnya dan Sumber data utama yang digunakan adalah spanduk-spanduk partai politik menuju pemilu 2024 yang berada di kota Surakarta. Objek adalah kalimat imperatif, data yang digunakan kalimat imperatif pada spanduk beserta konteksnya dan sumber data adalah dokumen tertulis spanduk partai politik menuju pemilu 2024 di Kota Surakarta.  Pengumpulan data dilakukan dengan teknik triangulasi sumber data dan Teknik teriangulasi metode pengumpulan data. Teknik triangulasi sumber data digunakan untuk mengecek data dari berbagai sumber. Metode simak atau observasi dilakukan dengan cara pengamatan secara langsung terhadap objek penelitian yaitu kalimat imperatif pada spanduk partai politik menuju pemilu 2024 di Kota Surakarta. Dokumentasi digunakan untuk mendokumentasikan spanduk partai politik di Kota Surakarta dengan cara difoto agar memudahkan proses pengumpulan data. Teknik ini digunakan untuk mencatat atau mengklasifikan data sesuai dengan jenis kalimat imperatif. Hasil dari penelitian ini menemukan kalimat imperatif dengan jenis, (1) larangan, (2) suruhan, (3) biasa, (4) perintah, (5) permintaan dan (6) ajakan.  Fungsi kalimat imperatif yang ditemukan yaitu (1) fungsi menyampaikan sebuah isyarat, (2) fungsi mengajak, (3) fungsi memerintah, (4) fungsi meminta dan (5) fungsi melarang.