Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Persepsi Harga dan Preferensi Konsumen Sebagai Determinan Permintaan Kuliner Tradisional: Studi pada Rumah Makan Soto Boyolali di Surabaya Muhammad Rafly; Gustaf Naufan Febrianto
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12373

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh persepsi harga dan preferensi konsumen terhadap permintaan makanan pada Rumah Makan Spesial Soto Boyolali (SSB) Hj. Hesti Cabang Jl. Anjasmoro, Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Populasi penelitian adalah seluruh konsumen rumah makan, sedangkan sampel sebanyak 50 responden dipilih menggunakan teknik accidental sampling selama April–Juni 2026. Data yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan IBM SPSS. Sebelum analisis, dilakukan uji validitas, reliabilitas, dan uji asumsi klasik. Seluruh butir instrumen dinyatakan valid karena nilai korelasi item melebihi r-tabel 0,279. Nilai Cronbach’s Alpha untuk variabel persepsi harga, preferensi konsumen, dan permintaan berturut-turut sebesar 0,728; 0,611; dan 0,614, sehingga instrumen dinyatakan reliabel. Model regresi juga memenuhi asumsi normalitas, bebas dari multikolinearitas, dan tidak mengalami heteroskedastisitas. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 2,084 + 0,322X₁ + 0,145X₂. Hasil uji parsial menunjukkan bahwa persepsi harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan (t = 2,193; p = 0,033), sedangkan preferensi konsumen tidak berpengaruh signifikan (t = 1,149; p = 0,257). Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap permintaan (F = 4,198; p = 0,021). Nilai Adjusted R Square sebesar 0,130 menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan 13,0% variasi permintaan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keterjangkauan, kewajaran, dan kesesuaian harga dengan manfaat menjadi pertimbangan utama konsumen dalam menentukan keputusan pembelian di rumah makan tersebut.