Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The relationship between positive thinking and mental health in cancer patients undergoing therapy Matthews, Abraham
Jurnal EduHealth Vol. 15 No. 01 (2024): Jurnal eduHealt, Edition January - March, 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The daily life one leads can have adverse effects on the mind that may lead to cancer. Poorly managed cancer can spread and attack other organ tissues aggressively, causing damage to the body's organs. This study aims to analyze the relationship between positive thinking and mental health in cancer patients undergoing therapy. The research involved 100 female participants selected through purposive sampling techniques, conducting an online survey on cancer patients undergoing therapy with an age range of 30 to 50 years. Positive thinking involves positive beliefs about oneself and the future, emphasizing interpreting life in a positive and correct way. Mental health is an individual's mental ability to cope with stress, fostering healthy interpersonal relationships in society and making effective decisions. The results of this study indicate a strong relationship between positive thinking and mental health. This suggests that the higher the level of positive thinking experienced by cancer patients undergoing therapy, the higher their level of mental health. Each cancer patient has a need for a long life, aligned with the quality of their mindset and dietary patterns
Hubungan Kecerdasan Emosional Dengan Perilaku Altruistic Pada Gen Z Yang Donor Darah Matthews, Abraham; Hastuti, Rahmah
Action Research Literate Vol. 9 No. 2 (2025): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v9i2.2808

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kecerdasan emosional dan perilaku altruistik pada Generasi Z yang telah mendonorkan darah di Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Kecerdasan emosional, yang mencakup kemampuan untuk mengenali, memahami, dan mengelola emosi diri sendiri dan orang lain, dianggap sebagai faktor penting dalam memotivasi perilaku altruistik. Perilaku altruistik didefinisikan sebagai tindakan prososial tanpa mengharapkan imbalan, seperti donor darah, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan orang lain. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel penelitian terdiri dari 176 responden berusia 22–27 tahun yang telah mendonorkan darah. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis Wong and Law Emotional Intelligence Scale (WLEIS) untuk mengukur kecerdasan emosional, dan Self-Report Altruism Scale (SRA) untuk mengukur perilaku altruistik. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi untuk mengidentifikasi hubungan antara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan emosional dan perilaku altruistik. Dimensi kecerdasan emosional, seperti kemampuan mengatur emosi dan penilaian emosional diri, memberikan kontribusi signifikan terhadap tindakan altruistik pada responden. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam bidang psikologi sosial serta kontribusi praktis sebagai panduan untuk pengembangan program kesadaran sosial di kalangan Generasi Z.