Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pokdarwis Capung Alas Desa Wisata Pujon Kidul Sebagai Jembatan Menuju Tatanan Tertinggi Sadar Wisata Hendratno, Gabriela; Wijaya, Luisa Cornelia; Dolang, Jonathan Carlo Marcellino; Karangan, Agung Yohanes; Setiawan, Budi
Jurnal Sains Terapan Pariwisata Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Sains Terapan Pariwisata
Publisher : Politeknik Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56743/jstp.v10i1.488

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pokdarwis Capung Alas sebagai penghubung antara potensi alam dan budaya Pujon Kidul dengan pencapaian tatanan sadar wisata yang lebih tinggi. Penelitian ini juga menggali upaya yang dilakukan Pokdarwis Capung Alas untuk meningkatkan kesadaran wisatawan dan masyarakat lokal serta dampaknya terhadap pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan.Metode Penelitian: Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan berorientasi pada sumber data yang diperoleh melalui wawancara. Analisis difokuskan pada inisiatif edukasi, pelatihan, dan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Pokdarwis Capung Alas.Implikasi: Temuan penelitian menekankan peran penting organisasi berbasis masyarakat dalam mempromosikan praktit pariwisata berkelanjutan dan menciptakan lingkungan wisata yang bertanggung jawab.
Developing Culture-Based Tourism Attractions through Pentahelix Collaboration in Satupam Tourism Village Adi Putra, Ellan Jaya; Wijaya, Luisa Cornelia; Vinata, Jessica Natania; Tedja, Steven Ryan; Setiawan, Budi
Jurnal Sains Terapan Pariwisata Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Sains Terapan Pariwisata
Publisher : Politeknik Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56743/jstp.v11i1.543

Abstract

This study analyzes the development of culture-based tourist attractions in Satupam Tourism Village, South Tangerang, by focusing on the implementation of the pentahelix collaboration model. Utilizing a qualitative method with a Participatory Rural Appraisal (PRA) approach, the research involves active collaboration between academics, tourism managers, and local communities. The findings reveal that pentahelix collaboration has been initiated through the academic sector's role in providing legal assistance and human resource training, as well as local government support via a formal Memorandum of Understanding (MoU). A significant cultural transformation is identified within the Rumpun Betawi community, where the "Palang Pintu" performance has evolved from a private traditional ritual into a symbolic attraction for welcoming tourists. Furthermore, while media outlets have begun promoting the village’s potential, the business sector’s involvement remains limited to incidental service usage without long-term investment. The research concludes that integrated synergy among these five pillars serves as a vital strategic foundation for building a sustainable cultural tourism destination. Despite the village being in the preparation phase for general visitors, the internal readiness and collective spirit of local actors indicate strong potential for Satupam to grow as a representative hub for Betawi cultural identity in the region.