Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Makna Simbolik dalam Kawih-Kawih Ngangkring Cariu Desa Sukadana Kabupaten Ciamis Fauzi, Ahmad Rizky; Fauzian, Yudi; Nur Intandian, Annastasya
PANGGUNG Vol 35 No 1 (2025): Wacana Seni dalam Identitas, Simbol, Pendidikan Karakter, Moral Spiritual dan Pr
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v35i1.3693

Abstract

Ngangkring adalah seni yang masih terjaga hingga sekarang di Dusun Cariu Desa Sukadana Kecamatan Sukadana Kabupaten Ciamis. Ngangkring termasuk dalam seni tetabuhan dengan alat utamanya lisung dan halu. Lirik Ngangkring berbahasa Sunda buhun dan memiliki nilai filosofis yang sangat tinggi. Nilai-nilai filosofis tersebut dapat diketahui dari makna simbolik di dalamnya. Berdasarkan latar belakang tersebut membuat penulis tertarik untuk mengkaji mengenai apa itu seni Ngangkring di Dusun Cariu, bagaimana makna simbolik pada syair kawihkawih dalam seni Ngangkring, dan apa nilai-nilai yang berguna untuk kehidupan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi dan penyajian data menggunakan metode deskriptif. Nilai yang terkandung dalam kawih-kawih Ngangkring yaitu nilai religi, peduli alam, bekerja keras, tatakrama, tidak berharap kepada manusia, bersikap tenang, bersikap dewasa, jangan rakus, jika menginginkan sesuatu maka harus berusaha keras, dan berbakti kepada orang tua.
Kopi Godog Sebagai Kearifan Lokal dalam Tradisi Mupunjung Situs Lengkong Desa Sukadana Kabupaten Ciamis Fauzi, Ahmad Rizky; Fauzian, Yudi
BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/bjpsis.v6i2.7487

Abstract

Dalam Tradisi Mupunjung di Situs Lengkong, Kecamatan Sukadanam, Kabupaten Ciamis selalu dihidangkan kuliner khas yaitu Kopi Godog atau Kopi Golondong. Penyajian Kopi Godog terbilang unik karena memiliki ciri khas dari cara memasaknya serta biji kopinya yang dibiarkan utuh tanpa ditumbuk. Hal tersebut menjadi kajian yang menarik bagi penulis untuk meneliti kearifan lokal kopi godog dalam tradisi Mupunjung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan sumber data primer dan sekunder. Sumber data primer diperoleh dari hasil observasi dan wawancara. Sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari dokumen pendukung berupa foto dan laporan penelitian dengan subyek penelitian yang sama. Hasil penelitian menunjukan bahwa Mupunjung adalah tradisi tahunan di bulan Ruwah sebagai bentuk doa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam Mupunjung Situs Lengkong, Kecamatan Sukadana memiliki ciri khas yaitu adanya Kopi Godog atau Kopi Golondong dengna rasa dan ciri khas tersendiri. Adapun nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam mupunjung yaitu, nilai religi, nilai gotong royong, nilai sejarah, nilai budaya, nilai seni, nilai Pendidikan dan nilai etika atau moral.