This Author published in this journals
All Journal Jurnal Literasiologi
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PRO DAN KONTRA CHILDFREE PERSPEKTIF TUJUAN HUKUM PERKAWINAN ISLAM Harahap, Nur Sa’adah; Siregar, Mardona
Jurnal Literasiologi Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v13i1.887

Abstract

Childfree sering kali dianggap sebagai pilihan yang egois. Pilihan childfree dianggap telah menyalahi tujuan dari perkawinan itu sendiri. Yang mana, di negara Pronatalis seperti Indonesia, memiliki anak setelah menikah merupakan sebuah norma, bahkan hampir menjadi sebuah keharusan yang harus dijalani oleh setiap orang yang sudah menikah. Menurut sebagian orang, kunci kebahagiaan sebuah perkawinan adalah dengan memiliki anak. Maka sebaliknya, jika tidak memiliki anak maka perkawinan tidak akan bahagia. Oleh karena itu, penulis ingin mengkaji ulang mengenai tujuan utama dari sebuah perkawinan dengan argumentasi yang diberikan masyarakat melalui beberapa kuesioner yang penulis bagikan secara abstrak di berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, penulis juga melakukan pengkajian ulang terhadap teks al-Qur’an dan Hadits serta jurnal yang berkaitan dengan topik yang diteliti. Atau yang biasanya disebut dengan kajian pustaka (library research). Berdasarkan data hasil kuesioner yang penulis sebar, mayoritas masyarakat tidak setuju dengan childfree. Karena childfree bertentangan dengan ajaran Islam, yaitu memiliki anak setelah menikah. Namun dari sisi lainnya, tujuan perkawinan menurut masyarakat tidak selalu identik dengan “anak”. Banyak di antara mereka yang berpendapat bahwa tujuan dari perkawinan adalah sebagai wadah untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Sehingga, dengan demikian, dari sudut pandang tujuan hukum perkawinan Islam, ada dan tidak adanya anak dalam rumah tangga bisa membuat siapapun bahagia. Mereka yang kontra terhadap childfree bisa bahagia dengan hadirnya anak. sedangkan mereka yang pro dan memilih childfree bisa bahagia dengan cara mereka sendiri. Misalnya dengan fokus pada karir serta tumbuh dan berkembang dengan pasangan.