Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi Nomor 27 Tahun 2022: Studi Kasus Pada Industri FMCG Gilis Fadhil Hisyam; Muhammad Afdan Rojabi
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 2 No. 7 (2025): NJMS - Februari 2025
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digitalisasi di industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) meningkatkan penggunaan data pribadi pelanggan, menuntut kepatuhan terhadap Undang-Undang No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Penelitian ini menganalisis implementasi UU PDP di sektor FMCG, tantangan yang dihadapi, dan strategi perusahaan dalam menjaga keamanan data. Menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara, analisis kebijakan, dan observasi sistem keamanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap Undang-Undang PDP bervariasi; beberapa anak perusahaan PT. XYZ telah menerapkan standar tinggi, sementara lainnya menghadapi kendala pada infrastruktur IT, kepatuhan mitra bisnis, dan kesadaran internal. Strategi peningkatan kepatuhan mencakup pelatihan, enkripsi data, kebijakan privasi transparan, dan audit berkala. Meskipun menantang, UU PDP meningkatkan kepercayaan pelanggan dan daya saing. Penelitian merekomendasikan penguatan kebijakan, edukasi internal, adopsi teknologi keamanan, dan kepatuhan di seluruh rantai pasok untuk memastikan keseimbangan antara regulasi dan efisiensi bisnis.
Audit Keamanan SIMRS Dengan COBIT 2019: Studi Kasus RS XYZ Gilis Fadhil Hisyam; Muhammad Afdan Rojabi
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 6 (2025): GJMI - JUNI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v3i6.1615

Abstract

Tujuan dilaksanakannya penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat keamanan dari Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) di RS XYZ serta mengidentifikasi langkah-langkah yang diperlukan untuk meningkatkan keandalan dan kepatuhan sistem terhadap standar keamanan informasi. Salah satu langkah untuk menilai tingkat keamanan dilakukan dengan menerapkan kerangka kerja COBIT 2019, yang mencakup beberapa domain utama, yaitu Menetapkan dan Memastikan Manajemen Risiko atau EDM03, Mengelola Risiko atau APO12, Mengelola Keamanan atau APO13, Mengelola Data atau APO14, dan Mengelola Keamanan Layanan atau DSS05. Proses audit ini mencakup identifikasi potensi ancaman terhadap keamanan informasi, penilaian risiko, serta evaluasi efektivitas kontrol yang telah diterapkan. Hasil dari penelitian menunjukkan tingkatan kematangan keamanan SIMRS di RS XYZ berada di level 3 (Defined), yang berarti sistem telah memiliki prosedur keamanan yang terdokumentasi, tetapi implementasinya masih perlu diperkuat untuk mencapai tingkat yang lebih optimal. Berdasarkan gap analysis, terdapat selisih satu tingkat dari target yang diharapkan, sehingga perbaikan perlu dilakukan guna meningkatkan ketahanan sistem terhadap ancaman siber. Beberapa langkah strategis yang direkomendasikan meliputi penerapan teknik keamanan lanjutan, seperti vulnerability scanning, penetration testing, Web Application Firewall (WAF), serta sistem deteksi dan pencegahan intrusi (IDS/IPS). Selain itu, peningkatan keamanan fisik dengan pemasangan CCTV, pembatasan akses menggunakan kartu akses atau sidik jari, serta penerapan enkripsi data menjadi aspek penting dalam melindungi informasi pasien. Sertifikasi keamanan, seperti ISO 27001, juga dapat dipertimbangkan untuk memastikan kepatuhan terhadap standar global. Selain itu, peningkatan kompetensi SDM melalui pelatihan berkala terkait keamanan siber dan peningkatan koordinasi internal akan berkontribusi signifikan dalam memperkuat ketahanan sistem informasi di RS XYZ.
ANALISIS DAN PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KEAMANAN APLIKASI POINT OF SALES MENGGUNAKAN ISO 27001 Gilis Fadhil Hisyam; Muhammad Afdan Rojabi
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 01 Februari (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keamanan informasi menjadi aspek penting dalam operasional aplikasi Point of Sales (POS), mengingat sistem ini menangani data transaksi dan informasi pelanggan yang bersifat sensitif. Risiko kebocoran data, akses tidak sah, serta serangan siber dapat mengancam keberlanjutan bisnis yang menggunakan sistem POS. Penelitian ini menganalisis serta menerapkan sistem manajemen keamanan informasi berbasis standar ISO 27001:2022 pada aplikasi POS guna meningkatkan perlindungan data. Metode yang digunakan mencakup identifikasi risiko berdasarkan analisis kerentanan, penerapan kontrol keamanan sesuai dengan Annex A ISO 27001:2022, serta evaluasi efektivitas melalui audit keamanan dan uji penetrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kontrol seperti enkripsi data, manajemen akses berbasis peran, monitoring aktivitas sistem, serta peningkatan kesadaran keamanan dapat mengurangi potensi ancaman siber secara signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa implementasi ISO 27001:2022 pada sistem POS mampu meningkatkan keamanan informasi, mendukung kepatuhan terhadap standar internasional, serta memperkuat kepercayaan pelanggan.