Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pelatihan Bilingual-Digital Marketing Produk Usaha Rumah Tangga sebagai Usaha Peningkatan Produk Jual TP-PKK BPWIR Desa Pucakwangi Mafruudloh, Naajihah; Fajri, Mega Barokatul; Rahmawati, Rizka Asna; Muchyidin, M Syaichul
Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7 No 1 (2025): Juni
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KADIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/cendekia.v7i1.5874

Abstract

Industri Rumah Tangga (IRT) merupakan usaha dengan tujuan menaikan taraf ekonomi keluarga. Pada Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini, pelatihan diberikan pada Mitra yakni Tim PKK BPWIR dan PRNA Desa Pucakwangi. Kegiatan Bilingual-Digital Marketing ini diikuti oleh 26 orang dari organisasi masyarakat, yakni PKK dan PRNA yang terlibat pada industri rumah tangga. Industri yang dijalankan yakni PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga), Garmen atau pakaian, serta jasa berupa kursus atau layanan kesehatan lainnya. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah observasi, pelatihan, dan workshop atau praktek secara langsung. Hasil dari kegiatan ini adalah Mitra mampu melakukan teknik fotografi produk yang tepat, mampu menyusun atau membuat label produk yang menarik konsumen, serta kemampuan dalam menjalankan toko online atau digital marketing guna memperluas jangkauan konsumen dan jumlah jual produk. Sehingga selain menjalankan usaha secara konvesnional, mitra juga mampu menjalankan usaha secara digital guna memenuhi kebutuhan konsumen. Kegiatan ini didanai oleh Hibah Internal Tahun 2024 Universitas Muhammadiyah Lamongan dengan skema Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).
Effectiveness of NDT method in cases of Cerebral Palsy Ataxia zahra, nabilla frizky; putri, aulia kurnianning; rahmawati, rizka asna
JURNAL KEPERAWATAN DAN FISIOTERAPI (JKF) Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF)
Publisher : Fakultas Keperawatan dan Fisioterapi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jkf.v7i1.2263

Abstract

Background: As many as 2.5% of children out of 1000 live births in the world have a higher risk of developing CP, and as many as 70% of CP occurs if the baby's birth weight is low, infections during pregnancy and the child's growth and development, obstruction of the birth canal, and stress experienced by the mother. causes the baby to experience CP. Objective: The case study aims to determine the benefits of the NDT approach method for CP Ataxia in improving movement control, eliciting reflexes, increasing core stability and lower extremity muscle strength, and increasing functional activity. Method: In the case of CP Ataxia, the NDT method is used in the form of handling with falling reflex training, handling with training standing on a balance board, facilitation with training getting up and down a balance board, facilitation with walking and pushing a chair. Evaluation was carried out 4 times over 3 weeks with GMFM, and checking balance reflexes. Results: After physiotherapy, it was found that there was an increase in movement control, the emergence of reflexes in children where the appearance of the protective side ward reflex increased starting at T3, while the emergence of the paracute side ward reflex began at T4. There was an increase in muscle strength and functional activity measured by GMFM, resulting in T1 63.36%; T2 63.36%; T3 64.36%; T4 67.3%. Conclusion: The NDT approach as a method for managing CP Ataxia with 4x therapy for 3 weeks is effective in improving movement control, eliciting reflexes, increasing core stability and lower extremity muscle strength, and increasing functional activity.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS POST OP TOTAL HIP REPLACEMENT DENGAN TENS, ELECTRICAL STIMULATION DAN TERAPI LATIHAN PADA PASIEN GERIATRI DI RSUM BABAT Rahmawati, Dwi Wahyu; Rahmawati, Rizka Asna; Putri, Aulia Kurnianing
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.34476

Abstract

Total Hip Replacement (THR) disebabkan oleh rheumathoid arthritis, nekrosis avascular, spondylitis ankilosing, osteoartrithis, dan fraktur. Problematika yang sering terjadi secara umum yang berkaitan dengan gangguan struktural dan fungsional Post Op arthroplasty yaitu ditemukan adanya nyeri paska operasi seperti halnya Deep Vein Thrombosis (DVT), infeksi incisi, decubitus, serta penurunan massa otot. Untuk mengembalikan fungsi sendi yang telah menurun pada Total Hip Replaccement. Studi kasus pada pasien Post Op THR dengan diberikan metode Electrical Stimulation (ES) dan Terapi Latihan dapat menstimulasi kekuatan otot dan meningkatkan kemampuan fungsional pada pasien geriatri. Setelah dilakukan terapi sebanyak 4 kali didapatkan hasil peningkatan LGS pada bidang sagittal T1 = S(100-00-700) menjadi T4  = S(150-00-800), bidang frontal T1= F(300-00-100) menjadi T4 = F (350-00-150), bidang rotasi T1= R (300-00-200) menjadi T4= R (400-00-400) peningkatan pada MMT pada T1 = 3 menjadi T4 = 4, penguran pada nyeri dengan VAS pada T1 = 5 menjadi T4 = 0, serta peningkatan fungsional aktifitas. Pada T1 = 67 (kurang baik) menjadi T4 = 81 (baik). Pemberian Electrical Stimulation dan Terapi Latihan yang diberikan pada pasien dapat membantu menurunkan nyeri, spasme, meningkatkan kekuatan otot, lingkup gerak sendi, dan kemampuan aktifitas fungsional pasien.
Efektivitas Neuromuscular Electrical Stimulation (Nmes) dan Terapi Latihan Pada Rehabilitasi Fisioterapi Post Pcl Reconstruction Fase Satu: Case Report Nurhayati, Yeni Tri; Mazidah, Nabila Zulfah Nur; Rahmawati, Rizka Asna
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i3.22342

Abstract

ABSTRACT Sports often involve a lot of physical movement and can lead to issues with the human musculoskeletal system, one of which is PCL (posterior cruciate ligament) injury. This is a type of knee ligament injury that typically occurs due to extreme force applied to the posterior aspect of the tibia when the knee is in a flexed position, characterized by stiffness and pain in the back of the knee, which can result in significant functional impairment. PCL Reconstruction (PCLR) is a surgical procedure aimed at restoring knee joint function. The first phase of post-PCLR rehabilitation lasts from 0–6 weeks, focusing on reducing pain, improving joint range of motion, reducing edema, enhancing muscle strength, and restoring functional activity. This study aims to determine the effectiveness of combined physical therapy management, consisting of exercise therapy and Neuromuscular Electrical Stimulation (NMES), in the first phase of post-PCLR rehabilitation. The results of six physical therapy sessions showed a reduction in pain and edema, an increase in LGS and muscle strength, and improved functional activity. Therefore, it can be concluded that the combination of exercise therapy and NMES is more effective as an early intervention following PCLR. Keywords: PCL Reconstruction, Physiotherapy, NMES, Exercise Therapy, Rehabilitation.  ABSTRAK Olahraga banyak melibatkan gerak tubuh dan seringkali timbul masalah sistem gerak manusia salah satunya cedera PCL (posterior cruciatum ligament), yang merupakan salah satu cedera pada ligament sendi lutut dan biasanya terjadi akibat dorongan ekstrim ke arah posterior pada tulang tibia ketika lutut dalam posisi fleksi serta ditandai dengan kekakuan dan nyeri bagian belakang lutut sehingga dapat menimbulkan gangguan fungsional yang signifikan. PCL Rekonstruksi (PCLR) menjadi solusi prosedur bedah untuk memulihkan fungsi sendi lutut. Fase pertama rehabilitasi pasca PCLR berlangsung dari 0–6 minggu dengan fokus mengurangi nyeri, meningkatkan lingkup gerak sendi, mengurangi oedema, meningkatkan kekuatan otot dan mengembalikan aktivitas fungsional. Studi ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penatalaksanaan fisioterapi kombinasi berupa terapi latihan dan Neuromuscular Electrical Stimulation (NMES) pada rehabilitasi post PCLR fase satu. Hasil pelaksanaan fisioterapi selama 6 kali menunjukkan penurunan nyeri dan edema, peningkatan LGS dan kekuatan otot, serta kemampuan aktivitas fungsional. Jadi, dapat ditarik kesimpulan bahwa kombinasi terapi latihan dan NMES lebih efektif sebagai intervensi fase awal pasca PCLR. Kata Kunci: PCL Reconstruction, Fisioterapi, NMES, Terapi Latihan, Rehabilitasi.