Ningrum, Maharani Ayu
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Discovery Learning-Based Learning Strategies in the Implementation of Literature Learning in Elementary Schools Nata, I Kadek Wisnu; Putu Agus Paremata, Putu Agus; Ningrum, Maharani Ayu; Wedanthi, Luh Putu Ritzki; Antara, I Dewa Gede Jaya
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 13, No 1 (2025): Volume 13, Issue 1, Maret 2025
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v13i1.16103

Abstract

This study aims to explore the implementation of Discovery Learning-based learning strategies in literature learning in elementary schools. A qualitative method with a case study design is used to gain an in-depth understanding of the effectiveness and challenges faced in the application of this method. Data was collected through participatory observations, in-depth interviews with teachers and students, and analysis of documents such as syllabus and student work. The results show that Discovery Learning can increase student active engagement, encourage critical and creative thinking, and strengthen communication skills. Students appear to be more enthusiastic and engaged in reading, analyzing, and discussing literary texts, as well as demonstrating better abilities in interpreting the meaning of texts and relating them to personal experiences. However, some challenges such as the need for more thorough preparation, time constraints, and resources need to be overcome to ensure the successful implementation of this method. This research also emphasizes the importance of support from schools and teacher training to improve competence in implementing Discovery Learning. Overall, the study concludes that Discovery Learning has great potential to improve the quality of literature learning in primary schools, but its success is highly dependent on teacher readiness, institutional support, and adequate curriculum adaptation. The findings of this study provide a solid foundation for the further development and wider application of Discovery Learning in literary education in Indonesia, as well as provide practical recommendations for educators and policymakers. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi strategi pembelajaran berbasis Discovery Learning dalam pembelajaran sastra di sekolah dasar. Metode kualitatif dengan desain studi kasus digunakan untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang efektivitas dan tantangan yang dihadapi dalam penerapan metode ini. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, analisis dokumen seperti silabus dan karya siswa juga pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test, terjadi peningkatan pemahaman siswa yang signifikan. Rata-rata skor pre-test sebelum penerapan strategi ini adalah 65, sedangkan setelah pembelajaran menggunakan Discovery Learning, skor rata-rata post-test meningkat menjadi 85. Dimana Discovery Learning mampu meningkatkan keterlibatan aktif siswa, mendorong pemikiran kritis dan kreatif, serta memperkuat keterampilan komunikasi. Siswa tampaknya lebih antusias dan terlibat dalam membaca, menganalisis, dan mendiskusikan teks sastra, serta menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam menafsirkan makna teks dan menghubungkannya dengan pengalaman pribadi. Namun, beberapa tantangan seperti perlunya persiapan yang lebih matang, kendala waktu, dan sumber daya perlu diatasi untuk memastikan keberhasilan penerapan metode ini. Penelitian ini juga menekankan pentingnya dukungan dari sekolah dan pelatihan guru untuk meningkatkan kompetensi dalam melaksanakan Discovery Learning. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa Discovery Learning memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sastra di sekolah dasar, tetapi keberhasilannya sangat tergantung pada kesiapan guru, dukungan kelembagaan, dan adaptasi kurikulum yang memadai. Temuan-temuan penelitian ini memberikan landasan yang kuat bagi pengembangan lebih lanjut dan penerapan Discovery Learning yang lebih luas dalam pendidikan sastra di Indonesia, serta memberikan rekomendasi praktis bagi para pendidik dan pembuat kebijakan.
Analysis of the Application of Edward Thordinke's Behavioristic Theory in increasing interest in learning science for Grade 6 students Ningrum, Maharani Ayu; Suarni, Ni Ketut; Margunayasa, I Gede
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 1 (2025): Volume 14, Issue 1, Maret 2025
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i1.14416

Abstract

This research was conducted in response to the challenges and low interest in learning from grade 6 elementary school students in science learning. The purpose of this study is to overcome the low interest in learning grade 6 students in science learning by applying behavioristic theory by Edward Thorndike. This study also aims to overcome the low interest in learning grade 6 students in learning Mathematics by using behavioristic theory in the context of science learning. Grade 6 students were divided into two groups, namely the experimental group and the control group, using the Purposive Random Sampling Technique. Science learning ability data were collected through the test method, and data analysis was performed using the Polled Variance T test due to the homogeneity of the data variance. The results showed a significant difference in science learning ability between the group that applied the Behavioristic of Edward ThorndikeTheory and the control group. The findings of this study have important implications in designing effective learning strategies in the future, focusing on curriculum development and learning approaches that can increase students' understanding and interest in learning. This research also makes a significant contribution in efforts to improve the quality of science learning in elementary schools, both conceptually and applicatively. Penelitian ini dilakukan sebagai respons terhadap tantangan dan minat belajar yang rendah dari siswa kelas 6 Sekolah Dasar dalam pembelajaran IPA. Tujuan penelitian ini adalah mengatasi rendahnya minat belajar siswa kelas 6 dalam pembelajaran IPA dengan menerapkan teori behavioristik oleh Edward Thorndike. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengatasi rendahnya minat belajar siswa kelas 6 dalam pembelajaran IPA dengan menggunakan teori behavioristik dalam konteks pembelajaran IPA. Siswa kelas 6 dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dengan menggunakan Teknik Purposive Random Sampling. Data kemampuan pembelajaran IPA dikumpulkan melalui metode tes, dan analisis data dilakukan menggunakan uji T Polled Varians karena homogenitas varians data. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam kemampuan pembelajaran IPA antara kelompok yang menerapkan Teori Behavioristik oleh Edward Thorndikedan kelompok kontrol. Temuan penelitian ini memiliki implikasi penting dalam merancang strategi pembelajaran yang efektif di masa depan, dengan fokus pada pengembangan kurikulum dan pendekatan pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman dan minat belajar siswa. Penelitian ini juga memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran IPA di Sekolah Dasar, baik secara konseptual maupun aplikatif.