Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Konsepsi Wakaf Produktif Dalam Pemberdayaan Produk Lokal Aceh Nurdin, Nurdianasari
Ameena Journal Vol. 2 No. 4 (2024): Ameena Journal
Publisher : Yayasan Madinah Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63732/aij.v2i4.148

Abstract

Wakaf produktif merupakan salah satu konsep ekonomi syariah yang berkembang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan aset wakaf secara produktif. Di Aceh, konsep ini berpotensi besar dalam pemberdayaan produk lokal dengan mendukung sektor UMKM dan meningkatkan daya saing produk lokal. Namun, penerapan wakaf produktif di Aceh masih menghadapi berbagai tantangan, baik dari sisi pemahaman masyarakat maupun pengelolaannya yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menggali potensi wakaf produktif dalam pemberdayaan produk lokal Aceh serta mengidentifikasi kendala-kendala yang ada dalam implementasinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai literatur terkait wakaf produktif dan pemberdayaan ekonomi lokal. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif untuk menarik kesimpulan tentang peran dan kontribusi wakaf produktif dalam pemberdayaan produk lokal Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wakaf produktif dapat menjadi instrumen penting dalam pemberdayaan ekonomi di Aceh, namun perlu adanya pemahaman yang lebih mendalam dari masyarakat serta modernisasi dalam tata kelola wakaf. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan pemahaman baru mengenai potensi wakaf produktif dalam mendukung pemberdayaan produk lokal Aceh. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan kebijakan dan program pemberdayaan ekonomi berbasis syariah di Aceh. Dengan demikian, wakaf produktif dapat berfungsi sebagai alat strategis dalam pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di wilayah tersebut.
THE HALAL STATUS OF DIGITAL GOLD AS A SHARIA INVESTMENT INSTRUMENT: A REVIEW OF FIQH MUAMALAH AND MAQASHID SHARIA Nurdin, Nurdianasari
Al-Mubin Jurnal Ilmiah Islam
Publisher : Department of Research and Community Service at the Ummul Quro Al-Islami Bogor Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/almubin.v8i2.2034

Abstract

Rapid advances in financial technology have given rise to a new form of investment in the form of digital gold, which provides easier access and high efficiency, especially attractive to millennials. This study is important because it is necessary to ensure that the investment practice is in accordance with the principles of Islamic law, considering that there is still a debate about its halal. The main focus of this study is to examine the halal status of digital gold through a review of muamalah fiqh and sharia maqasid. The research was conducted with a qualitative approach through literature studies. Data sources were obtained from classical fiqh literature, DSN-MUI fatwas, OJK regulations, and relevant scientific journals. The analysis was carried out in a descriptive-qualitative manner with thematic methods, and using document triangulation techniques to ensure the validity of the data. The findings of the study show that digital gold can be considered halal if it meets the criteria of a valid contract, clear physical ownership, and is free from elements of riba, gharar, and maisir. However, many digital gold service provider platforms have not fully complied with these requirements, especially in terms of contracts and transparent proof of ownership. The lack of investor understanding and the absence of specific regulations are also the main challenges in ensuring compliance with sharia principles. This research contributes to building the relationship between fiqh muamalah and maqasid sharia. to assess the legitimacy of digital-based financial products. As a result, collective efforts are needed in ijtihad, increased transparency from service providers, and collaboration between education and regulation to build a responsive and competitive Islamic financial ecosystem in the digital era. This study advocates strengthening regulations based on sharia maqasid and encourages further research involving an empirical approach to the implementation of sharia fintech in the field
Emas Digital sebagai Model Investasi Berbasis Nilai Syariah untuk Menguatkan Ekonomi Umat di Era Transformasi Digital Nurdin, Nurdianasari
Scientific Journal for Nation Building Vol. 1 No. 3 (2025): Scientific Journal for Nation Building
Publisher : Yayasan Nanggroe Aceh Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital telah mendorong lahirnya berbagai instrumen investasi berbasis teknologi yang mengubah pola pengelolaan aset masyarakat, termasuk dalam konteks ekonomi syariah. Salah satu inovasi yang berkembang adalah emas digital, yang menawarkan kemudahan akses, efisiensi transaksi, dan fleksibilitas kepemilikan. Meskipun demikian, kajian terhadap emas digital selama ini cenderung berfokus pada aspek teknis dan keuntungan finansial, sementara dimensi nilai syariah dan perannya dalam penguatan ekonomi umat masih relatif terbatas. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk menganalisis emas digital sebagai model investasi berbasis nilai syariah yang relevan dalam upaya memperkuat ekonomi umat di era transformasi digital. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka (library research) dengan menganalisis berbagai sumber tertulis berupa buku, artikel ilmiah, jurnal, dan dokumen akademik yang berkaitan dengan emas digital, investasi syariah, ekonomi Islam, dan transformasi digital. Data dianalisis secara deskriptif-analitis untuk mengidentifikasi konsep, prinsip, serta kesenjangan kajian yang ada dalam literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa emas digital memiliki karakteristik sebagai aset riil yang sejalan dengan prinsip syariah, khususnya apabila didukung oleh kejelasan akad, kepemilikan yang sah, dan sistem yang transparan. Selain itu, emas digital memiliki potensi strategis sebagai instrumen penguatan ekonomi umat, tidak hanya dalam konteks individu, tetapi juga secara kolektif dan berorientasi pada kemaslahatan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi teknologi digital dan nilai syariah dalam pengelolaan emas digital dapat membentuk model investasi yang adaptif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan kerangka konseptual yang mengaitkan emas digital dengan ekonomi syariah dan pemberdayaan umat, serta membuka ruang bagi pengembangan kajian dan praktik investasi syariah berbasis digital di masa depan.