Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Autopoiesis : Komunikasi dan Implementasi pada Era Modern dalam Perspektif Niklas Luhmann Natasha Constantin; Fitzerald Sitorus
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 8 (2024): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i8.2742

Abstract

Gagasan Niklas Luhmann tentang komunikasi sebagai autopoiesis menafsirkan ulang komunikasi sebagai sistem otonom yang bersifat self-referential dan independen dari kognisi manusia. Studi ini menganalisis relevansi teori Luhmann dalam komunikasi digital modern, dengan fokus pada platform seperti media sosial dan teknologi algoritmik. Sistem-sistem ini memiliki karakteristik autopoietik, secara mandiri mengkurasi materi melalui umpan balik yang membentuk realitas unik alih-alih sekadar merepresentasikan fakta objektif. Platform digital mendobrak paradigma komunikasi linear konvensional dengan lebih menekankan pada logika operasional internal daripada faktor eksternal. Penutupan operasional ini menciptakan silo informasi yang terfragmentasi, membatasi kontak antar-sistem, dan membentuk ruang gema yang mengurangi eksposur terhadap pandangan alternatif. Studi ini menyoroti dampak sistem-sistem ini terhadap wacana publik dan norma sosial, menekankan perannya dalam mentransformasi pemahaman kolektif sesuai dengan teori Luhmann. Selain itu, studi ini menggunakan analisis literatur dengan pendekatan kualitatif dalam mengkaji efek sosial yang lebih luas dari komunikasi autopoietik, terutama kontribusinya terhadap terciptanya ekosistem informasi yang terisolasi. Hasil penelitian ini menunjukkan dampak transformasi sistem referensial diri terhadap pandangan individu dan kerangka sosial, serta menegaskan pentingnya teori Luhmann dalam memahami kompleksitas komunikasi di era digital
Media Melampaui Fakta: Gagasan Media Ideal Berdasarkan Konsep Aletheia Heidegger Fiona; Fitzerald Sitorus
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i1.2455

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ulang peran media dalam menyampaikan kebenaran dengan merujuk pada pemikiran Martin Heidegger tentang aletheia (penyingkapan). Dalam budaya media kontemporer, kebenaran sering kali direduksi menjadi sekadar ketepatan representasional, apa yang akurat secara teknis dianggap benar secara esensial. Melalui pendekatan studi literatur, penelitian ini menelusuri gagasan bahwa media ideal bukanlah media yang netral dan pasif, tetapi justru memiliki fungsi ontologis aktif: media membentuk cara manusia mengalami dan memahami dunia. Berdasarkan pemikiran Gunkel & Taylor, Barnard, Kittler, Tammenoksa, McKenzie, dan Hansen, ditemukan bahwa media memiliki potensi ganda: menyingkap sekaligus menyelubungi realitas. Oleh karena itu, media yang ideal adalah media yang sadar akan proses mediasi dan framing-nya sendiri—ia tidak hanya menyajikan informasi, tetapi mendorong kontemplasi, pemaknaan reflektif, dan keterbukaan eksistensial. Di tengah krisis kebenaran digital saat ini, pemikiran Heidegger menawarkan kerangka penting untuk membayangkan kembali media sebagai ruang penyingkapan makna, bukan sekadar saluran teknis atau penyampaian informasi belaka.