Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Model Pembelajaran Collaborative Learning dalam Meningkatkan Kualitas Karakter Islami Pada Siswa Lintang Dewi Kusumaningrum; Nur Ali; Muhammad Amin Nur
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 9 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i9.2840

Abstract

Collaborative learning merupakan model pembelajran yang menekankan siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran. Model pembelajaran ini dapat membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan intelektual yang tidak hanya terfokus pada pengetahuan tetapi juga pada sikap untuk membentuk karakter siswa. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisa model pembelajaran Collaborative learning dalam meningkatkan kualitas karakter Islami pada siswa di SD Negeri 2 Bendosari dan SD Negeri 1 Pandesari. Dalam penelitian ini dihasilkan beberapa temuan dalam model pembelajaran collaborative learning dalam meningkatkan kualitas karakter Islami pada siswa SD Negeri 2 Bendosari dan SD Negeri 1 Pandesari yaitu: (1) Model pembelajaran collaborative learning dalam meningkatkan kualitas karakter Islami siswa di SD Negeri 2 Bendosari diterapkan dengan menitikberatkan pada interaksi peer-to-peer dan diskusi kelompok yang memperdalam pemahaman nilai-nilai Islami. Sedangkan di SD Negeri 1 Pandesari, model Collaborative Learning difokuskan pada kolaborasi lintas mata pelajaran dan integrasi nilai-nilai Islami dalam kegiatan rutin seperti Program Sekolah Plus Ngaji (SPN). Model ini menekankan pentingnya keterampilan komunikasi dan kerja sama, dengan siswa yang lebih antusias dan terlibat aktif dalam suasana belajar yang dinamis dan interaktif. 2) Pelaksanaan Pembelajaran Collaborative Learning dalam Meningkatkan Kualitas Karakter Islami pada Siswa di SD Negeri 2 Bendosari melibatkan perancangan tugas kelompok yang relevan dengan kehidupan siswa, disertai bimbingan intensif dari guru. Setiap aktivitas didesain untuk menciptakan interaksi yang positif, memastikan siswa saling mendukung dan mengaplikasikan nilai-nilai Islami dalam setiap tugas. Sedangkan di SD Negeri 1 Pandesari, pembelajaran Collaborative Learning dilaksanakan dengan menyiapkan tujuan yang jelas, memberikan stimulasi positif, dan menciptakan lingkungan yang ramah anak. Guru PAI bekerja sama dengan guru lainnya untuk menanamkan nilai Islami secara menyeluruh. 3) Dampak pelaksanaan model pembelajaran kolaboratif di SD Negeri 2 Bendosari dan SD Negeri 1 Pandesari secara keseluruhan menunjukkan peningkatan signifikan dalam membentuk karakter Islami siswa, seperti: saling menghormati, tanggung jawab, solidaritas; dan toleransi. karakter tersebut tercermin dalam hubungan sosial yang lebih baik, sikap positif dalam berbagai situasi, serta penerapan nilai-nilai moral baik di lingkungan sekolah maupun di rumah
Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran PAI di MI Qita Ana Faidatul Ummah; Manarul Alam Al Farizi; Fa’izah Darotul Zuhro; Nur Ali; Mohammad Asrori
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the implementation of the Merdeka Curriculum in Islamic Religious Education (PAI) subjects at Madrasah Ibtidaiyah QITA, Malang City, covering aspects of understanding, implementation, impact, challenges, and solutions. The study is grounded in the urgency of integrating the Merdeka Curriculum as an educational reform that promotes value-oriented learning, student autonomy, and the strengthening of students’ religious character. A descriptive qualitative approach was employed using an educational policy case study design. The participants consisted of the school principal, one Islamic education teacher, and four students selected purposively. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis, and validated through triangulation of sources and methods to ensure data credibility. The findings reveal that the principal and teachers demonstrated comprehensive understanding and strong commitment to the principles of the Merdeka Curriculum, fostering innovation in value-based Islamic learning. Curriculum implementation emphasized reflective, collaborative, and contextual learning activities that strengthened students’ spirituality and independence. The curriculum’s impact was evident in the improvement of students’ cognitive, affective, and psychomotor abilities, as well as teachers’ professional competence in adaptive instruction. The main obstacles identified were limitations in human resources, facilities, and authentic assessment practices, yet these were mitigated through continuous training, academic supervision, and external partnerships. Overall, the implementation of the Merdeka Curriculum at MI QITA has proven effective, contextually relevant to Islamic values, and serves as a model for developing innovative and sustainable Islamic education policy. Keywords: Merdeka Curriculum; Islamic Religious Education; Policy Implementation; Religious Character. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam implementasi Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Madrasah Ibtidaiyah QITA Kota Malang, yang meliputi aspek pemahaman, pelaksanaan, dampak, hambatan, dan solusi pelaksanaan kebijakan. Latar belakang penelitian ini didasari oleh urgensi penerapan Kurikulum Merdeka dalam membangun paradigma pembelajaran yang berorientasi pada nilai, kemandirian, dan penguatan karakter religius peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus kebijakan pendidikan. Subjek penelitian terdiri atas kepala madrasah, satu guru PAI, dan empat peserta didik yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen pembelajaran, kemudian divalidasi menggunakan teknik triangulasi sumber dan metode untuk memastikan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman kepala madrasah dan guru terhadap Kurikulum Merdeka telah berkembang menjadi kesadaran kolektif yang mendorong inovasi pembelajaran berbasis nilai Islam. Pelaksanaan kurikulum berfokus pada aktivitas reflektif, kolaboratif, dan kontekstual yang memperkuat spiritualitas serta kemandirian peserta didik. Dampak penerapan kurikulum terlihat dari peningkatan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa serta profesionalisme guru dalam merancang pembelajaran adaptif. Hambatan utama meliputi keterbatasan sumber daya manusia, sarana, dan asesmen autentik, namun berhasil diatasi melalui pelatihan, supervisi akademik, dan kemitraan eksternal. Secara keseluruhan, implementasi Kurikulum Merdeka di MI QITA berlangsung efektif, relevan dengan nilai-nilai Islam, dan dapat menjadi model pengembangan kebijakan pendidikan Islam yang inovatif dan berkelanjutan. Kata kunci: Kurikulum Merdeka; Pendidikan Agama Islam; Implementasi Kebijakan; Karakter Religius.
Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran PAI di MI Qita Ana Faidatul Ummah; Manarul Alam Al Farizi; Fa’izah Darotul Zuhro; Nur Ali; Mohammad Asrori
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the implementation of the Merdeka Curriculum in Islamic Religious Education (PAI) subjects at Madrasah Ibtidaiyah QITA, Malang City, covering aspects of understanding, implementation, impact, challenges, and solutions. The study is grounded in the urgency of integrating the Merdeka Curriculum as an educational reform that promotes value-oriented learning, student autonomy, and the strengthening of students’ religious character. A descriptive qualitative approach was employed using an educational policy case study design. The participants consisted of the school principal, one Islamic education teacher, and four students selected purposively. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis, and validated through triangulation of sources and methods to ensure data credibility. The findings reveal that the principal and teachers demonstrated comprehensive understanding and strong commitment to the principles of the Merdeka Curriculum, fostering innovation in value-based Islamic learning. Curriculum implementation emphasized reflective, collaborative, and contextual learning activities that strengthened students’ spirituality and independence. The curriculum’s impact was evident in the improvement of students’ cognitive, affective, and psychomotor abilities, as well as teachers’ professional competence in adaptive instruction. The main obstacles identified were limitations in human resources, facilities, and authentic assessment practices, yet these were mitigated through continuous training, academic supervision, and external partnerships. Overall, the implementation of the Merdeka Curriculum at MI QITA has proven effective, contextually relevant to Islamic values, and serves as a model for developing innovative and sustainable Islamic education policy. Keywords: Merdeka Curriculum; Islamic Religious Education; Policy Implementation; Religious Character. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam implementasi Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Madrasah Ibtidaiyah QITA Kota Malang, yang meliputi aspek pemahaman, pelaksanaan, dampak, hambatan, dan solusi pelaksanaan kebijakan. Latar belakang penelitian ini didasari oleh urgensi penerapan Kurikulum Merdeka dalam membangun paradigma pembelajaran yang berorientasi pada nilai, kemandirian, dan penguatan karakter religius peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus kebijakan pendidikan. Subjek penelitian terdiri atas kepala madrasah, satu guru PAI, dan empat peserta didik yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen pembelajaran, kemudian divalidasi menggunakan teknik triangulasi sumber dan metode untuk memastikan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman kepala madrasah dan guru terhadap Kurikulum Merdeka telah berkembang menjadi kesadaran kolektif yang mendorong inovasi pembelajaran berbasis nilai Islam. Pelaksanaan kurikulum berfokus pada aktivitas reflektif, kolaboratif, dan kontekstual yang memperkuat spiritualitas serta kemandirian peserta didik. Dampak penerapan kurikulum terlihat dari peningkatan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa serta profesionalisme guru dalam merancang pembelajaran adaptif. Hambatan utama meliputi keterbatasan sumber daya manusia, sarana, dan asesmen autentik, namun berhasil diatasi melalui pelatihan, supervisi akademik, dan kemitraan eksternal. Secara keseluruhan, implementasi Kurikulum Merdeka di MI QITA berlangsung efektif, relevan dengan nilai-nilai Islam, dan dapat menjadi model pengembangan kebijakan pendidikan Islam yang inovatif dan berkelanjutan. Kata kunci: Kurikulum Merdeka; Pendidikan Agama Islam; Implementasi Kebijakan; Karakter Religius.