Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Pemahaman Petani Tentang Peran Sagu Bagi Ketahanan Pangan Di Kabupaten Sorong Selatan Krisna Fransina Lermating; Hendry Jems Yoel Aidore; Franklin D. Paiki
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i1.2444

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman petani mengenai peran sagu dalam ketahanan pangan serta faktor-faktor yang memengaruhinya di Kabupaten Sorong Selatan, di mana sagu merupakan sumber pangan utama dengan potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan. Meskipun luas lahan sagu mencapai lebih dari 15.000 hektar dan menghasilkan sekitar 20.000 ton per tahun, pemanfaatan potensi tersebut masih terbatas. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif, dengan populasi petani sagu di Kabupaten Sorong Selatan dan sampel yang diambil menggunakan teknik purposive sampling dari petani yang telah mengelola sagu minimal selama dua tahun. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara, serta dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas petani (51,11%) memiliki pemahaman sedang mengenai peran sagu dalam ketahanan pangan, sementara 26,67% memiliki pemahaman rendah dan 22,22% memiliki pemahaman tinggi; faktor-faktor yang memengaruhi pemahaman ini meliputi durasi pengalaman bertani, akses terhadap informasi dan teknologi, serta dominasi praktik tradisional. Oleh karena itu, pemahaman petani mengenai peran sagu dalam ketahanan pangan masih perlu ditingkatkan, dan penelitian ini merekomendasikan penyuluhan berbasis teknologi, penguatan akses informasi, dan promosi manfaat sagu, yang diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan lokal di Kabupaten Sorong Selatan.
Socio-Economic Study of Traditional Fishermen in Sayolo Village Papua as a Basis for Affirmative Welfare Programs Anna Dara; Hendry Jems Yoel Aidore; La Ode M Aslan
Nekton Vol 6 No 1 (2026): Nekton
Publisher : Politeknik Negeri Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47767/nekton.v6i1.1112

Abstract

Traditional fishers in coastal areas of Papua face limitations in fishing technology, access to capital, and market access, which contribute to the low welfare levels of fishing households. This study aimed to analyze the socioeconomic conditions of traditional fishers in Sayolo Village, Teminabuan District, South Sorong Regency, and to formulate the need for affirmative programs to improve their welfare. This study employed a descriptive qualitative and quantitative approach through field observations, in-depth interviews, questionnaires administered to 30 fisher household heads, and Focus Group Discussions (FGDs) involving relevant stakeholders. The results showed that 70% of respondents worked as full-time fishers, with educational attainment predominantly at the elementary school level (53%). Average fish catches ranged from 30–45 kg per week during the peak fishing season and declined to 15–20 kg per week during unfavorable seasons. Net income ranged from approximately IDR 200,000 to IDR 650,000 per week, which remained below the Provincial Minimum Wage. Operational cost structures were dominated by fuel expenses, accounting for 45–55% of total costs, thereby increasing income vulnerability among fishers. Existing affirmative programs included fishing gear assistance, fish processing training, and village financial support; however, their implementation remained uneven. The policy implications suggest the need to strengthen fishers’ institutions, improve access to financial capital, provide post-harvest facilities, and promote the empowerment of coastal women based on local resource potential.
Analisis Pemahaman Petani Tentang Peran Sagu Bagi Ketahanan Pangan Di Kabupaten Sorong Selatan Krisna Fransina Lermating; Hendry Jems Yoel Aidore; Franklin D. Paiki
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i1.2444

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman petani mengenai peran sagu dalam ketahanan pangan serta faktor-faktor yang memengaruhinya di Kabupaten Sorong Selatan, di mana sagu merupakan sumber pangan utama dengan potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan. Meskipun luas lahan sagu mencapai lebih dari 15.000 hektar dan menghasilkan sekitar 20.000 ton per tahun, pemanfaatan potensi tersebut masih terbatas. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif, dengan populasi petani sagu di Kabupaten Sorong Selatan dan sampel yang diambil menggunakan teknik purposive sampling dari petani yang telah mengelola sagu minimal selama dua tahun. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara, serta dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas petani (51,11%) memiliki pemahaman sedang mengenai peran sagu dalam ketahanan pangan, sementara 26,67% memiliki pemahaman rendah dan 22,22% memiliki pemahaman tinggi; faktor-faktor yang memengaruhi pemahaman ini meliputi durasi pengalaman bertani, akses terhadap informasi dan teknologi, serta dominasi praktik tradisional. Oleh karena itu, pemahaman petani mengenai peran sagu dalam ketahanan pangan masih perlu ditingkatkan, dan penelitian ini merekomendasikan penyuluhan berbasis teknologi, penguatan akses informasi, dan promosi manfaat sagu, yang diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan lokal di Kabupaten Sorong Selatan.