Helen Gratia Masambe
Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Tomohon

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Membangun Komitmen Iman Melalui Kajian Hermeneutik Kritik Naratif Kejadian 22 : 1-19 Sebagai Model Pelayan Tuhan Betania B.A. Tiwang; Helen Gratia Masambe
Paramathetes : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 1 (2025): November 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sola Gratia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64005/jtpk.v4i1.225

Abstract

Artikel ini membahas tindakan Abraham dalam narasi Kejadian 22:1-19 sebagai model komitmen iman dan ketaatan para pelayan Tuhan sekarang ini. Dengan menggunakan metode pendekatan hermeneutik kritik naratif untuk menggali secara dalam makna komitmen iman pelayan yang setia dan rela berkorban. Kisah Abraham juga kiranya dapat menjadi teladan pelayan masa kini dalam melayani dengan iman, pengorbanan, dan kepercayaan penuh kepada Allah. Kisah dari Abraham ini menunjukkan bahwa ketaatannya lahir dari komitmen iman yang mendalam dan menjadi model bagi pelayan Tuhan untuk melayani bukan karena kewajiban tetapi karena relasi yang intim serta cintanya yang besar kepada Allah. Kajian ini sekaligus merekomendasikan kontribusi yang praktis dalam membangun paradigma pelayanan yang berakar pada komitmen iman yang tulus.
Kajian Hermeneutik Imamat 18:1-30 Sebagai Sumbangsih Nilai-nilai Hidup Kekristenan Dalam Rumah Tangga Prayzie Mailuhuw; Helen Gratia Masambe
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan Teologi Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Teologi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas Imamat 18:1-30 dalam upaya menjawab berbagai persoalan moral yang berkembang dalam kehidupan rumah tangga umat Kristen, khususnya yang berkaitan dengan pelanggaran terhadap prinsip kekudusan dan kesetiaan. Tujuan utama penelitian ini adalah menelusuri relevansi nilai-nilai kekudusan dalam teks tersebut sebagai dasar etis-teologis bagi pembinaan relasi keluarga Kristen masa kini. Dengan menerapkan pendekatan hermeneutika historis dan kontekstual serta metode penelitian kualitatif, studi ini diperkuat melalui observasi langsung terhadap jemaat GMIM Kanaan Winenet. Temuan menunjukkan bahwa pelanggaran terhadap nilai-nilai kekudusan, seperti perzinahan dan ketidaksetiaan, masih marak terjadi, mencerminkan lemahnya pemahaman umat terhadap ajaran Alkitab. Ajaran dalam Imamat 18 terbukti tetap relevan dan mendesak untuk diimplementasikan secara konkret dalam kehidupan keluarga Kristen demi membentuk rumah tangga yang bermoral, setia kepada Allah, dan menjadi kesaksian hidup di tengah masyarakat. Kajian artikel ini sekaligus merekomendasikan agar gereja menghidupkan kembali nilai-nilai firman sebagai landasan utama dalam pembinaan pastoral yang menekankan pentingnya integritas moral. jemaat.