Artikel ini membahas tindakan Abraham dalam narasi Kejadian 22:1-19 sebagai model komitmen iman dan ketaatan para pelayan Tuhan sekarang ini. Dengan menggunakan metode pendekatan hermeneutik kritik naratif untuk menggali secara dalam makna komitmen iman pelayan yang setia dan rela berkorban. Kisah Abraham juga kiranya dapat menjadi teladan pelayan masa kini dalam melayani dengan iman, pengorbanan, dan kepercayaan penuh kepada Allah. Kisah dari Abraham ini menunjukkan bahwa ketaatannya lahir dari komitmen iman yang mendalam dan menjadi model bagi pelayan Tuhan untuk melayani bukan karena kewajiban tetapi karena relasi yang intim serta cintanya yang besar kepada Allah. Kajian ini sekaligus merekomendasikan kontribusi yang praktis dalam membangun paradigma pelayanan yang berakar pada komitmen iman yang tulus.
Copyrights © 2025