Program Arisan Tabungan Organik (ANTIK) sebelumnya berfokus pada pemilahan sampah organik, pengomposan, dan pemanfaatan kompos untuk kegiatan produktif rumah tangga. Kegiatan lanjutan ini memperluas intervensi pada pengelolaan sampah plastik melalui pembuatan ecobrick serta pengenalan aplikasi ESG-IN sebagai sarana pencatatan aksi keberlanjutan dan akses terhadap insentif berbasis digital. Kegiatan dilaksanakan pada Kelompok Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH) di Kecamatan Kuranji, Kota Padang, dengan melibatkan 25 peserta. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif melalui edukasi audiovisual, demonstrasi, praktik langsung, pengenalan aplikasi, observasi, diskusi kelompok, dan dokumentasi keluaran. Plastik yang digunakan terutama berasal dari kemasan bekas sampo dan sabun cuci. Peserta memperoleh penjelasan melalui video mengenai proses pembuatan ecobrick dan kemungkinan pemanfaatannya sebagai modul untuk membentuk meja. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya 14 ecobrick. Observasi dan diskusi mengindikasikan penguatan kesadaran peserta mengenai pentingnya mengurangi sampah plastik serta memahami bahwa sampah yang semula dianggap tidak berguna dapat diolah menjadi produk fungsional. Pada sesi digital, aplikasi ESG-IN yang dikembangkan oleh PT ESG Indonesia diperkenalkan kepada peserta, termasuk mekanisme penukaran secara daring dan pilihan hadiah berupa telepon seluler, beras, mi instan, earphone, kotak makan, dan tas. Pada tahap awal, baru 3 dari 25 peserta (12%) yang menggunakan aplikasi karena sebagian besar peserta tidak membawa telepon pintar saat kegiatan. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi praktik fisik dan teknologi digital memiliki potensi memperkuat motivasi keberlanjutan, tetapi keberhasilannya memerlukan strategi literasi digital, dukungan perangkat, pendampingan akun, dan mekanisme pencatatan alternatif bagi peserta yang belum siap menggunakan aplikasi secara mandiri.