Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Sosial Media Marketing dan Citra Merek terhadap Minat Beli di Ollshopbydinda Kota Tasikmalaya Regina Putri Prastiwi; Arifah Rosmayudi; Pratami Wulan Tresna
Surplus: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sur.v4i2.1854

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh social media marketing dan citra merek terhadap minat beli di ollshopbydinda Kota Tasikmalaya. Social media marketing dan minat beli menjadi faktor penting dalam mempertahankanminat beli pembeli, mengingat tingginya social media marketing dan citra merek dapat memengaruhi minat beli perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan tiga variabel, yaitu social media marketing (X1) citra merek (X2) dan minat beli (Y). Populasi penelitian mencakup 96 pelanggan, dengan sampel diambil secara random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, autokorelasi dan uji simultan f. Hasil penelitian menunjukkan bahwa social media marketing dan citra merek  berkontribusi sebesar 88,3% terhadap minat, sementara 11,7% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, social media marketing  dan citra merek terbukti memiliki pengaruh terhadap minat beli di ollshopbydinda Kota Tasikmalaya.
Pengaruh Pemotivasian Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Di Rumah Makan Saung Sambel Hejo Al-Amin Tasikmalaya Nashrulloh Ajamy; Arifah Rosmayudi; Iis Miati
Social Science Research Journal Vol. 1 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Inovasi Saintific Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inspirasi dalam berkarya sangat menentukan naik turunnya kinerja dalam sebuah pergaulan. Tujuan yang ditetapkan tidak akan tercapai kecuali para pemimpin menginspirasi karyawannya untuk berkolaborasi demi keuntungan organisasi. Sebaliknya jika pimpinan termotivasi, hal imi merupakam jaminam kebelhasilan organisasi dallam mencapaitujuannya; dalam hal ini, semakin termotivasi seorang karyawan, semakin baik kinerjanya. Pengelola Rumah Makan Saung Sambel Hejo Al-Amin Tasikmalaya yang merupakan salah satu rumah makan di Tasikmalaya ini cukup baik dalam memberikan motivasi kepada para pegawainya, seperti memberikan motivasi untuk memenuhi kebutuhan fisiologis, keselamatan dan keamanan (kebutuhan rasa aman) karyawannya. ), rasa memiliki, sosialitas, dan cinta (kebutuhan sosial), exteem (kebutuhan akan penghargaan), dan aktualisasi diri (kebutuhan akan aktualisasi diri). Motivasi kerja (X) dan kinerja karyawan (Y) merupakan dua variabel dalam metode penelitian kuantitatif asosiatif kausal ini. Total sampling digunakan untuk memilih 22 individu dari populasi penelitian. Tinjauan literatur, observasi, wawancara, dan kuesioner merupakan metode pengumpulan data. Strategi investigasi informasi yang digunakan adalah basic direct relapse, coefisien of assurance dan pengujian spekulasi.. Mengingat pengaruh koefisien jaminan dengan nilai R square sebesar 0,618 berarti besarnya pengaruh inspirasi kerja terhadap pelaksanaan representatif adalah sebesar 61,8%, sedangkan sisanya sebesar 38,2% berasal dari faktor-faktor lain yang tidak termasuk dalam pengujian ini. Dengan besarnya pengaruh terhadap kinerja pegawai sebesar 28,66 persen, dimensi Exteem (kebutuhan penghargaan) dari variabel motivasi kerja mempunyai pengaruh yang paling besar. Jadi masuk akal bahwa semakin besar pengaruh inspirasi kerja, semakin besar pengaruhnya terhadap eksekusi representatif.
Implementasi Kebijakan Program Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) Di Dinas PPKBP3A Kota Tasikmalaya Indry Fitriyani; Arifah Rosmayudi; Ari Ramdani
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12146

Abstract

Program Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) merupakan inisiatif nasional yang bertujuan meningkatkan kapasitas, kemandirian ekonomi, serta partisipasi sosial perempuan yang berperan sebagai kepala keluarga dalam kondisi rentan secara ekonomi, sosial, dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program PEKKA di Kota Tasikmalaya. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Proses pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan data yang diperoleh berupa informasi kualitatif yang dianalisis secara mendalam sesuai dengan dinamika temuan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program PEKKA di Kota Tasikmalaya secara umum telah berjalan sesuai dengan kerangka kebijakan yang ditetapkan. Program telah memiliki standar dan sasaran yang jelas, sumber daya yang relatif memadai, mekanisme komunikasi antarorganisasi yang berjalan, struktur pelaksana yang sesuai, serta sikap pelaksana yang cenderung positif. Dukungan kondisi sosial dan politik daerah juga cukup kondusif dalam menunjang pelaksanaan program. Meskipun demikian, masih terdapat kendala seperti keterbatasan jumlah pendamping, variasi tingkat keaktifan kelompok, keterbatasan anggaran, serta tantangan sosial ekonomi penerima manfaat yang memengaruhi optimalisasi hasil program. Secara keseluruhan, implementasi Program PEKKA di Kota Tasikmalaya dapat dikategorikan cukup baik, namun masih memerlukan penguatan pada aspek sumber daya, koordinasi, dan pemerataan pelaksanaan agar tujuan pemberdayaan perempuan kepala keluarga dapat tercapai secara lebih optimal dan berkelanjutan.
PENGARUH IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KURIKULUM DAN KOMPETENSI TERHADAP KINERJA GURU DI SMP NEGERI 5 KOTA TASIKMALAYA Kiki Hartati; Arifah Rosmayudi; Astri Siti Fatimah
Public Sphere: Jurnal Sosial Politik, Pemerintahan dan Hukum Vol 5, No 2 (2026): JPS (Jurnal Sosial Politik, Pemerintahan dan Hukum)
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jps.v5i2.2835

Abstract

This study was motivated by various obstacles to educational transformation, including a lack of proficiency in project-based learning techniques, limited resources, and resistance to adopting new teaching methods. The purpose of this study was to analyze the impact of curriculum policy implementation and teacher competencies on teacher performance at SMP Negeri Lima in Tasikmalaya City using a quantitative approach. The results of the study reveal that the implementation of curriculum policies and teacher competencies falls into the “very good” category and is functionally integrated with local values and adequate technological support. Partially, curriculum policies have proven to be the primary driving force that provides a clear operational foundation, while teacher competencies serve as crucial internal capital in producing high-quality educational interactions. Simultaneously, the combination of a structured policy system and individual teacher quality exerts a very strong and dominant influence on improving teacher performance. The synergy between these two variables is the key to optimizing educator productivity and school organizational effectiveness, while other factors outside the scope of this study continue to make a minor contribution to overall performance outcomes. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh berbagai kendala transformasi pendidikan, termasuk rendahnya penguasaan teknik pembelajaran berbasis proyek, keterbatasan sarana, serta resistensi dalam mengadopsi metode pengajaran baru. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh implementasi kebijakan kurikulum dan kompetensi terhadap kinerja guru di SMP Negeri Lima Kota Tasikmalaya melalui pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa implementasi kebijakan kurikulum dan kompetensi guru berada pada kategori sangat baik serta terintegrasi secara fungsional dengan nilai lokal dan dukungan teknologi yang memadai. Secara parsial, kebijakan kurikulum terbukti menjadi instrumen penggerak utama yang memberikan landasan operasional jelas, sementara kompetensi guru menjadi modal internal krusial dalam menghasilkan interaksi edukatif yang berkualitas. Secara simultan, kombinasi antara sistem kebijakan yang terstruktur dan kualitas individu guru memberikan pengaruh yang sangat kuat dan dominan terhadap peningkatan kinerja guru. Sinergi kedua variabel tersebut menjadi kunci utama dalam mengoptimalkan produktivitas tenaga pendidik dan efektivitas organisasi sekolah, sedangkan faktor lain di luar penelitian ini tetap memberikan kontribusi kecil terhadap capaian kinerja secara keseluruhan.