Panjaitan, Tutur Parade Tua
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Kompetensi dan Interelasi Pemimpin Rohani terhadap Pertumbuhan Gereja Nazara, Febriman; Panjaitan, Tutur Parade Tua
Jurnal Salvation Vol. 2 No. 2 (2022): Januari 2022
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to determine the effect of competence and interrelation of spiritual leaders on the growth of Gereja Tuhan Di Indonesia. Against the backdrop of the condition of Gereja Tuhan Di Indonesia, which is 50 years old in 2021 and there have been several changes of leadership, but the growth of the church is still not as expected. The formulation of the problem raised is how does the competence of spiritual leaders affect the growth of Gereja Tuhan Di Indonesia? How does the influence of the interrelationship of spiritual leaders on the growth of Gereja Tuhan Di Indonesia? How does the influence of competence and interrelationship of spiritual leaders on the growth of Gereja Tuhan Di Indonesia? This research was carried out using quantitative methods, sampling techniques with regional samples, data collection using questionnaires, and statistical data analysis. Research questionnaires were distributed, filled out by respondents and collected from 39 samples, representing church officials from major islands in Indonesia, Sumatra, Java, Kalimantan, Sulawesi, and Papua. After using quantitative methods, data analysis using the SPSS application, the results showed that the competence of spiritual leaders and the interrelation of spiritual leaders simultaneously had a positive effect on church growth, but not significant. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompetensi dan interelasi pemimpin rohani terhadap pertumbuhan Gereja Tuhan Di Indonesia. Dilatar belakangi kondisi Gereja Tuhan Di Indonesia yang telah berusia 50 tahun pada tahun 2021 ini dan telah terjadi beberapa kali pergantian pucuk kepemimpinan, tetapi pertumbuhan gereja masih belum sesuai dengan harapan. Rumusan masalah yang diangkat adalah bagaimanakah pengaruh kompetensi pemimpin rohani terhadap pertumbuhan Gereja Tuhan Di Indonesia? Bagaimanakah pengaruh interelasi pemimpin rohani terhadap pertumbuhan Gereja Tuhan Di Indonesia? Bagaimanakah pengaruh kompetensi dan interelasi pemimpin rohani terhadap pertumbuhan Gereja Tuhan Di Indonesia? Penelitian ini dikerjakan dengan metode kuantitatif, teknik pengambilan sampel dengan sampel wilayah, pengumpulan data menggunakan angket, dan analisis data bersifat statistik. Angket penelitian disebarkan, telah diisi oleh responden dan terkumpul dari 39 sampel, merupakan perwakilan dari pejabat gereja dari pulau-pulau besar di Indonesia, pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Setelah dikerjakan dengan metode kuantitatif, analisa data menggunakan aplikasi SPSS, hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pemimpin rohani dan interelasi pemimpin rohani secara simultan berpengaruh positif terhadap pertumbuhan gereja, tetapi tidak signifikan.
Menantikan Akhir Zaman dengan Sukacita: Pembacaan Wahyu 21:3-4 dalam Bingkai Teologi Pengharapan Setiawan, Irwan; Panjaitan, Tutur Parade Tua
Jurnal Teologi Praktika Vol 6 No 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tenggarong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51465/8rxwch03

Abstract

Penafsiran populer tentang akhir zaman sering kali dihubungkan dengan bencana, ketakutan, dan penghakiman, sehingga menimbulkan kecemasan bagi banyak orang Kristen. Selain itu, pandangan eskatologi yang sering direduksi menjadi penghancuran total dan pelarian spiritual, juga mengakibatkan pasivitas etis. Namun, Wahyu 21:3-4 menghadirkan perspektif yang berbeda: akhir zaman bukanlah ancaman, melainkan penggenapan janji Allah yang menghadirkan pengharapan. Tujuan penelitian adalah menyajikan sintesis eksegetis-sistematis yang menggeser penantian akhir zaman dari sikap pasif menuju aksi transformatif. Metode yang digunakan adalah eksegesis terhadap Wahyu 21:3-4 dan analisis teologis sistematis terhadap implikasi Teologi Pengharapan Jurgen Moltmann. Hasilnya menunjukkan bahwa kehadiran Allah di tengah manusia menjadi pusat sukacita, menjamin pemulihan relasi, ciptaan, dan penggenapan perjanjian. Sukacita eskatologis ini menjadi kekuatan dinamis yang memanggil gereja untuk terlibat aktif dalam solidaritas, keadilan, dan pemeliharaan ciptaan. Wahyu 21:3-4 dapat dijadikan dasar teologis bagi gereja untuk meneguhkan pengajaran bahwa akhir zaman bukan sesuatu yang menakutkan, melainkan sumber pengharapan dan sukacita kekal bagi mereka yang percaya kepada Yesus Kristus.
Mengintegrasikan Iman dan Bisnis: Praktik Theopreneurship dari Kisah Ishak di Kejadian 26:1-33 Panjaitan, Tutur Parade Tua; Setiawan, Irwan
Jurnal Apokalupsis Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Apokalupsis
Publisher : STT Internasional Harvest Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52849/apokalupsis.v16i1.366

Abstract

In the ever-evolving global dynamics, entrepreneurship plays an important role in driving economic growth and offering solutions to complex problems. However, the entrepreneurial paradigm generally still focuses on market logic and traditional business strategies, while the spiritual and theological aspects are often overlooked. The purpose of this research is to analyze the concept of theopreneurship, entrepreneurship based on faith, through Isaac's narrative in Genesis 26:1-33. This story shows how Isaac faced economic and social challenges in Gerar, including conflict, famine, and interactions with the locals, while remaining obedient to God's direction. The analysis uses the method of exegesis with a practical theological approach, to trace the principles of Christian faith-based business embodied in the narrative. The results of the study show that Isaac's success was not solely the result of human strategy, but a combination of obedience to God, diplomacy and harmonious social relations, as well as a strategy of growth and sustainability. These findings provide an applicative framework for modern entrepreneurs to integrate business faith and strategy, prioritize integrity and ethics, and manage resources wisely in the practice of theopreneurship.