Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL MENGEJAR PELANGI KARYA TRI HANDAYANI DAN PIPIET SENJA (KAJIAN PSIKOLOGI JACQUES LACAN) Mohamad, Hawaria; Kadir, Herson; Hulantu, Nurain; Usman, Meylan
Jambura Journal of Linguistics and Literature Vol 5, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjll.v5i2.20262

Abstract

Analisis ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepribadian tokoh utama yang bernama Tri Handayani dengan menggunakan teori Jacques Lacan. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif. Dengan teknik pengumpulan data dilakukan dengan membaca dan mencatat yaitu membaca novel berulang-ulang dan mencatat beberapa kata, kalimat,dan paragraf yang menggambarkan kepribadian tokoh utama dalam novel Mengejar Pelangi. Teknik pengumpulan analisis data dalam penelitian ini dimulai dengan mengklarifikasi, menganalisis, mendeskripsikan, dan menginterpretasikan kepribadian tokoh utama dalam novel Mengejar Pelangi karya Tri Handayani dan Pipiet Senja. Hasil analisis berdasarkan kepribadian tokoh utama dalam novel Mengejar Pelangi karya Tri Handayani dan Pipiet Senja yaitu perilaku Tri Handayani adalah penyabar tertutup kepedulian terhadap orang lain, kemauan yang kuat, dan pekerja keras.
Struktur Mitos dalam Me’eraji: Kajian Strukturalisme Claude Lévi-Strauss Dama, Yunus; Mohamad, Hawaria; Djua, Nurain; Yunus, Nur Maya; Mustapa, Vidya P.; Saiful, Sumarni; Hulantu, Nurain
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 15, No 3 (2025): (September 2025)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v15i3.37578

Abstract

This article discusses the Me’eraji tradition that developed among the Gorontalo community by utilizing Claude Lévi-Strauss’ structuralism approach, which focuses mainly on reading binary oppositions within the framework of mythological narratives. This tradition was chosen because it contains not only spiritual and religious aspects, but also describes the collective perspective of the community through symbolism and stories that are passed down from generation to generation. The main objective of this study is to analyze the structure of the Me’eraji myth, identify the narrative elements (mythemes) that are its components, and interpret the meaning and social role of the tradition in Gorontalo culture. By using qualitative methods and myth narrative analysis, this study attempts to contribute to the understanding of the richness of oral traditions in Indonesia within the framework of cultural structuralism. Keywords: Me’eraji, structuralism, Claude Lévi-Strauss, myth narrative, Gorontalo culture