Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Durasi Penggunaan Gadget dengan Tingkat Stres pada Mahasiswa Kedokteran Ikbar, Nurfika Octavianti; Ida Royani; Pratiwi Nasir Hamzah; Ilma Khaerina Amaliyah
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 5 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v5i4.589

Abstract

Perkembangan teknologi dan meningkatnya penggunaan gadget memberi manfaat seperti mempermudah akses informasi, komunikasi, dan pembelajaran. Namun, penggunaan yang berlebihan juga dikaitkan dengan berbagai dampak negatif, termasuk risiko kecanduan, gangguan tidur, penurunan produktivitas, serta masalah kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan durasi penggunaan gadget dengan tingkat stres pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia angkatan 2023. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan deskriptif analitik pada 181 mahasiswa angkatan 2023. Besar sampel ditentukan berdasarkan perhitungan rumus slovin, sedangkan pemilihan responden dilakukan menggunakan teknik purposive sampling. Variabel bebas adalah durasi penggunaan gadget, sedangkan variabel terikat adalah tingkat stres yang diukur menggunakan Perceived Stress Scale (PSS-10). Durasi penggunaan gadget diukur menggunakan kuesioner berbasis skala Likert. Data dikumpulkan melalui Google Form dan dianalisis menggunakan uji Chi-square dengan bantuan SPSS. Hasil menunjukkan mayoritas responden menggunakan gadget lebih dari 4 jam per hari. Tingkat stres responden sebagian besar berada pada kategori sedang (75,7%), diikuti kategori rendah dan tinggi. Uji Chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara durasi penggunaan gadget dan tingkat stres mahasiswa. Hasil ini menunjukkan adanya asosiasi, di mana durasi penggunaan gadget yang lebih lama cenderung berkaitan dengan tingkat stres yang lebih tinggi. Namun, karena desain cross-sectional, penelitian ini tidak dapat menyimpulkan hubungan sebab-akibat, sehingga diperlukan penelitian longitudinal untuk mengonfirmasi arah hubungan tersebut.
PkM Penguatan Resiliensi Santri dengan Metode Thibbun Nabawi di Pondok Pesantren Wihdatul Ulum Yayasan Wakaf UMI Desa Bontokassi Gowa Ilma Khaerina Amaliyah; Bakhtiar, Ilma Khaerina Amaliyah; Khalid, Nur Fadhillah
Jurnal Pengabdian Kedokteran Indonesia Vol 7 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/20xm7674

Abstract

PkM Penguatan Resiliensi Santri dengan Metode Thibbun Nabawi di Pondok Pesantren Wihdatul Ulum Yayasan Wakaf Umi Desa Bontokassi Gowa. Pondok Pesantren Wihdatul Ulum merupakan salah satu pesantren binaan Yayasan Wakaf UMI yang berlokasi di Desa Borisallo, Kabupaten Gowa. Dalam sistem pendidikan pesantren, santri menjalani kehidupan yang padat dan penuh tuntutan spiritual serta akademik. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok mitra melalui edukasi dan pembentukan modul. Dengan pendekatan partisipatif dan teknologi tepat guna, mitra akan dibimbing untuk meningkatkan pengetahuan dan menggunakan modul serta membangun sistem yang berkelanjutan. Produk tersebut diharapkan dapat meningkatkan resiliensi santri dan membangun ketahanan mental. Kegiatan dilaksanakan selama enam bulan dengan tahapan meliputi: sosialisasi & koordinasi awal, pelatihan dasar kesehatan mental islami, praktik modul santri tangguh, pembentukan sistem pendampingan internal, monitoring & evaluasi awal, finalisasi & penyerahan produk luaran.  Luaran kegiatan meliputi: (1) publikasi hasil kegiatan pada jurnal dan/atau media lokal, (2) dokumentasi video/foto dan poster sebagai sarana edukasi, (3) produk berupa modul santri tangguh, serta (4) terciptanya sistem ketahanan santri yang berkelanjutan. Melalui program ini, mitra diharapkan mampu meningkatkan resiliensi, mengembangkan keterampilan, dan menciptakan sistem ketahanan yang berkelanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan ini tidak hanya mendorong peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga membangun sistem ketahanan dalam skala lokal. Pengabdian ini menjadi bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan ketahanan mental dan kesejahteraan masyarakat.