Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERAN PRAMUKA SEBAGAI ORGANISASI EKSTRAKURIKULER DALAM MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK DI PANGKALAN SMA NEGERI 2 MALUKU TENGAH Ali Holle, Muhammad; Toisuta, Sitna Rahel
Ash-Shahabah : Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 11 No. 1 (2025): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ash.v11i1.1521

Abstract

The Scout Movement itself functions as an organizer of non-formal education outside of school and outside the family. This education is a forum for fostering and developing young people with special characteristics. Its special characteristics are the application of the Basic Principles of Scouting and Scouting Methods and the Among System in education carried out by the Scout Movement. In addition to being an organizer of non-formal education, the Scout Movement also functions as a forum to achieve the goals of the Scout Movement. Scouts as an extracurricular organization in educational units have a very positive impact on Indonesian education where the goals of extracurricular activities for students can support their development into better individuals, encourage independent, diligent and skilled behavior, can develop their potential through cognitive, affective and psychomotor aspects. Character formation through scouting activities in order to foster, improve, or form a person's nature, character, morals, and manners. as well as human behavioral values ​​related to God Almighty, oneself, fellow human beings, the environment, and nationality which are manifested in thoughts, attitudes, feelings, words, and actions based on religious norms, laws, manners, culture, and customs. The type of research conducted is descriptive qualitative, with the approach taken being an educational, sociological and normative approach. The data collection method in the form of structured interviews, observation of activities, and supporting documents in the data collection process focuses on extracurricular activities in forming the character of Discipline, Creative Character and Independent Character in Scouting Activities. The results of the study show that: 1) The Disciplined Character instilled by scout members in the Nusa Ina Scout Group is time discipline, discipline in following the assembly and discipline in complying with the rules and regulations that have been made in the Scout Group. 2) The Creative Character carried out in the Nusa Ina Scout Group is learning while doing, being able to design activities both in the campsite and in the open air, and being creative in designing fun and enjoyable learning. 3) The Independent Character carried out in the Nusa Ina Scout Group is being able to carry out the Ambalan Deliberation, being able to make decisions, and being able to organize camping activities and prepare activity schedules professionally.
SISTEM PENDIDIKAN ISLAM DALAM KELUARGA (Suatu Metode Mendidik Anak dalam Perspektif Islam) Holle, Sihora; Ali Holle, Muhammad; Solehati, Solehati
Ash-Shahabah : Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 11 No. 1 (2025): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ash.v11i1.1522

Abstract

Pendidikan keluarga merupakan tahapan pendidikan yang sangat efektif dalam pertumbuhan dan perkembagan anak. Seorang anak akan mencerminkan perilaku baik apabila metode pendidikan dalam kelaurga dilakukan secara baik. Hal ini dikarenakan orang tua didalam keluraga memahami fungsi dan metode pembinaan yang baik bagi anak. Metode mendidik yang baik akan lahir dari orang tua yang benar-benar memahami fungsinya sebagai pendidik utama dalam keluarga kiranya orang tua memiliki pengetahuan agama dan rasa memiliki untuk dengan besar hati mendidik dan membina anaknya menjadi pribadi yang baik. Banyak sekali Metode pendidik yang dapat melatih dan membuat anak menjadi pribadi yang baik namun dalam penelitian ini peneliti hanya menetapkan beberapa metode pendidikan anak yang sesuai dengan ajaran agama islam yaini Metode mendidik dengan agama, metode Memberikan Motivasi dan Perhatian, serta Metode Melatih, Kerja Keras dan Usaha, semua metode ini pada prinsipnya akan baik jika pada penerapannya juga baik namun jika sebaliknya maka hasil yang diraih akan kurang maksimal. Dari hasil kajian dari penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Metode mendidik dengan agama inilah orang harus mampu menerapkan pendidikan agama, pembiasaan membaca do’a-do’a harian dalam aktifitas di rumah, mengajarkan kegiatan-kegiatan ibadah seperti sholat, membaca qur’an dan melakukan segala tugas rumah sesuai yang diajarkan oleh agama islam. 2) Metode Memberikan Motivasi dan Perhatian; Dalam metode ini orang tua berperan dalam memberikan motivasi, penguatan mental bagi anak, selain motivasi, orang tua juga dapat memberikan perhatian dan kasih sayang sehingga hasil karya cipta yang diraih oleh anak mendapat apresiasi dan atau reward dari orang tua. 3) Metode Melatih, Kerja Keras dan Usaha; Metode ini akan melatih anak agar lebih mandiri, menjadikannya seorang pribadi yang baik, pekerja keras atas tugas-tugas yang diberikan oleh orang tuanya serta berusaha semampunya untuk terus belajar berbenah diri, pada metode ini orang tualah yang menjadi faktor pendorong.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN KESISWAAN DALAM JALUR PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU DI SMA NEGERI 25 MALUKU TENGAH Ali Holle, Muhammad; Sanaky, Suryati; Saimima, Irayani; Toisuta, Sitna Rahel
Ash-Shahabah : Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 12 No. 1 (2026): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ash.v12i1.2133

Abstract

Penerimaan peserta didik baru merupakan kebutuhan sekolah yang dilaksanakan pada setiap awal tahun ajaran. Sesuai dengan regulasi dan kebijakan pemerintah, penerimaan peserta didik baru dilakukan melalui empat jalur, yaitu jalur domisili sebesar 30%, jalur prestasi sebesar 30%, jalur afirmasi sebesar 30%, dan jalur mutasi sebesar 5%. Pelaksanaan penerimaan melalui jalur-jalur tersebut memerlukan manajemen kesiswaan yang efektif dan efisien agar proses penerimaan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Oleh karena itu, dalam penelitian ini peneliti meninjau aspek manajemen sekolah dalam pelaksanaan penerimaan peserta didik baru melalui keempat jalur tersebut, sehingga dapat terlaksana secara baik, tertib, dan sesuai regulasi yang berlaku. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui studi kasus. Penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi secara mendalam mengenai manajemen penerimaan peserta didik baru yang meliputi jalur Domisili, Afirmasi, Prestasi, dan Mutasi di SMA Negeri 25 Maluku Tengah. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, Kepala Urusan Humas, Kepala Urusan Kesiswaan, serta operator sekolah. Para subjek tersebut dipilih karena memiliki peran strategis dalam pengelolaan manajemen sekolah, khususnya dalam pengambilan keputusan terkait penerimaan peserta didik baru. Pada Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Implementasi Manajemen Siswa Baru yang dilakukan oleh SMA Negeri 25 Maluku Tengah telah dilakukan secara professional oleh berbagai pihak termasuk Kepala Sekolah, Kaur Kesiswaan, Kaur Humas dan Opertator sekolah. Semua komponen melakukan tugasnya sesuai rencana kerja dalam persiapan penerimaan siswa baru. 2) Jalur Penerimaan Siswa Baru di SMA Negeri 25 Maluku Tengah dilakukan melalui empat jaluar sesuai ketentuan yang berlaku yakni Jaluar Domisili, Afirmasi Jaluar Prestasi, dan Jaluar Prestasi. Jalur tersebut masih memenuhi standar persyaratan presentase sesuai Permendikbud Nomor 3 tahun 2025 tentang Sistem Penerimaan Murid baru.