Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Relevansi Konsep Waris Fazlur Rahman Perspektif Maqāṣid Asy-Syarī`ah Fareha, Faathin
Syariati: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hukum Vol 10 No 2 (2024): SYARIATI : Jurnal Studi Al Qur'an dan Hukum
Publisher : Fakultas Syari'ah dan Hukum (FSH) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/syariati.v10i2.7947

Abstract

Penelitian ini menyoroti penafsiran Fazlur Rahman tentang hukum waris yang disebut memiliki nilai-nilai keadilan dan keseimbangan sosial. Penelitian ini juga melihat relevansinya dengan kondisi masyarakat saat ini. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, artikel ini menganalisis interaksi antara prinsip-prinsip maqāṣid asy-syarī‘ah dan pemikiran Fazlur Rahman, serta implikasinya terhadap pembaruan hukum waris yang lebih adil dan inklusif. Maqāṣid asy-syarī‘ah digunakan di sini sebagai pisau analisis hukum waris dalam konteks modern. Hasil penelitian menemukan bahwa penafsiran Rahman dengan teori double movement yang meyakini pembagian waris 1:1 tidak sesuai dengan ketentuan nash. Konsep hukum waris tersebut kurang relevan dengan prinsip-prinsip dasar tujuan hukum Islam (maqāṣid asy-syarī‘ah) yang berusaha menghasilkan pemahaman yang lebih inklusif terhadap hukum waris.
P PEMBAGIAN WARIS ISLAM Fareha, Faathin
At-Ta'aruf : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 4 No 1 (2025): At-Ta'aruf : Jurnal Hukum Keluarga Islam
Publisher : Hukum Keluarga Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59579/ath.v4i1.9456

Abstract

Inheritance distribution presents a critical issue in both legal and social aspects, particularly when examined through the lens of gender equality. This research invetigates the application of the double movement theory within the inheritance distribution process, highlighting the dynamic interaction between formal legal norms and social realities. Specifically, this study explores how sociological aspects influence judisial decisions concerning gender equality in inheritance. The findings underscore the imperative for legal reforms that are more responcive to prevailing social realities. This necessitates a profound understanding of the interplay between legal norms and sociological contexts. This article recommends that policymakers formulate policies that are more aligned with the principles of social justice. Such reforms aim to foster a comprehensive understanding of inheritance distribution in Islamic law, considering both sociological aspects and the double movement theory. This is achieved through a normative-empirical approach, integrating literature review with in-depth analysis of judicial decisions. Keywords: inheritance distribution, judicial decisions, double movement theory.
Relevansi Konsep Waris Fazlur Rahman Perspektif Maqāṣid Asy-Syarī`ah Fareha, Faathin
Syariati: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hukum Vol 10 No 2 (2024): SYARIATI : Jurnal Studi Al Qur'an dan Hukum
Publisher : Fakultas Syari'ah dan Hukum (FSH) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/syariati.v10i2.7947

Abstract

Penelitian ini menyoroti penafsiran Fazlur Rahman tentang hukum waris yang disebut memiliki nilai-nilai keadilan dan keseimbangan sosial. Penelitian ini juga melihat relevansinya dengan kondisi masyarakat saat ini. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, artikel ini menganalisis interaksi antara prinsip-prinsip maqāṣid asy-syarī‘ah dan pemikiran Fazlur Rahman, serta implikasinya terhadap pembaruan hukum waris yang lebih adil dan inklusif. Maqāṣid asy-syarī‘ah digunakan di sini sebagai pisau analisis hukum waris dalam konteks modern. Hasil penelitian menemukan bahwa penafsiran Rahman dengan teori double movement yang meyakini pembagian waris 1:1 tidak sesuai dengan ketentuan nash. Konsep hukum waris tersebut kurang relevan dengan prinsip-prinsip dasar tujuan hukum Islam (maqāṣid asy-syarī‘ah) yang berusaha menghasilkan pemahaman yang lebih inklusif terhadap hukum waris.