Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

CHARACTERISTICS OF SWEET AROMA MANGO DODOL (Mangifera indica L.) WITH THE ADDITION OF VARIATIONS OF GLUTINOUS RICE FLOUR (Oryza sativa glutinosa) AND GRANULATED SUGAR Ali, Gita Syarifah
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 8 No 2 (2024): Journal Of Agritech Science (JASc) - November
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jasc.v8i2.1426

Abstract

Dodol merupakan suatu olahan pangan yang dibuat dari campuran tepung beras ketan, gula pasir, dan santan kelapa. Proses pembuatan dodol diawali dengan pemasakan hingga tekstur menjadi kental, berminyak dan tidak lengket. Tahap selanjutnya yaitu pendinginan yang akan merubah tekstur dodol menjadi padat, kenyal dan mudah untuk dipotong. Salah satu cara untuk meningkatkan nilai jual dan nilai gizi dodol adalah dengan memanfaatkan buah mangga arum manis sebagai bahan dasar pembuatan dodol. Pengolahan buah mangga menjadi dodol adalah untuk memperpanjang masa simpan produk mangga dan sebagai bentuk diversifikasi pangan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui formulasi terbaik penambahan tepung ketan dan gula pasir dalam pembuatan dodol mangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat formulasi yang terbaik antara konsentrasi pati singkong dan tepung tapioka ekstrak kulit buah naga merah terhadap tingkat kesukaan panelis adalah perlakuan A1 (100% bubur buah mangga + 30% tepung ketan + 40% gula pasir) dengan nilai 6,09%. Hasil analisa sifat fisik dan kimia dodol mangga pada perlakuan A1 yaitu kadar air 16,01%, kadar abu 0,22% dan Vitamin C sebesar 4,40%. Pada perlakuan A2 (100% bubur buah mangga + 40% tepung ketan + 45% gula pasir) yaitu kadar air 18,27%, kadar abu 0,38% dan kadar vitamin C 9,53%. Pada perlakuan A3 (100% bubur buah mangga + 50% tepung ketan + 50% gula pasir) yaitu kadar air 19,42%, kadar abu 0,51% dan kadar vitamin C 8,80%.
Pengaruh Konsumsi Jus Fortifikasi Buah Naga Dengan Tambahan Air Rebusan Kumis Kucing Terhadap Kadar Asam Urat Penderita Hiperurisemia Di Wilayah Kerja Puskesmas Sangkub Eman Rahim; Seftianisa Amay; Gita Syarifah Ali; Windiwati Mokodompit
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3004

Abstract

Penyakit asam urat merupakan penyakit radang sendi yang dapat menimbulkan rasa nyeri, panas, bengak dan kaku pada persendian. Salah satu upaya penanganan asam urat secara non farmakologi dengan menggunakan buah naga dan daun kumis kucing. Kandungan zat aktif dari buah naga dan kumis kucing dapat menjadi sumber anti inflamasi dan antioksidan penting untuk menangkal asam urat. untuk mengetahui pengaruh konsumsi fortifikasi jus buah naga dengan tambahan air rebusan kumis kucing terhadap kadar asam urat penderita hiperurisemia di Wilayah Kerja Puskesmas Sangkub Tahun 2025. Quasi Experiment yaitu one grup pre-test post-test, populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh penderita Hiperurisemia Di Wilayah Kerja Puskesmas Sangkub Tahun 2025 pada bulan Juli 2025 dengan teknik pengambilan sampel yaitu Total Sampling yang menggunakan seluruh anggota populasi sebagai sampel yaitu sebanyak 30 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji Paired sampel T-Test. kadar asam urat sebelum pemberian jus fortifikasi buah naga dengan tambahan air rebusan kumis kucing adalah 7,92 dengan standar deviasi 1,122 dan setelah pemberian yaitu 6,96 dengan standar deviasi 1,047. Dari hasil Paired sampel T-Test didapatkan bahwa pemberian jus fortifikasi buah naga dengan tambahan air rebusan kumis kucing dengan mean difference 1,16667 dan p value 0,002 pada penderita Hiperurisemia di Wilayah Kerja Puskesmas Sangkub Tahun 2025. terdapat pengaruh pemberian jus fortifikasi buah naga dengan tambahan air rebusan kumis kucing terhadap kadar asam urat pada penderita hiperurisemia