Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Di Kecamatan Bulango Ulu Kabupaten Bone Bolango Eman Rahim; Yeyen A. Amma
Gema Wiralodra Vol. 13 No. 1 (2022): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gemawiralodra.v13i1.222

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi yang perlu mendapat perhatian khusus dari semua kalangan mengingat dampak yang di timbulkannya terhadap pertumbuhan dan perkembangan balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting di Kecamatan Bulango Ulu Kabupaten Bone Bolango tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan  Cross Sectional Study. Berdasarkan analisis uji chi-square diperoleh hasil yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara faktor risiko panjang badan lahir, berat badan lahir, ASI eksklusif dan inisiasi menyusu dini dengan kejadian stunting dengan nilai P-value <0,05, ke empat faktor tersebut terdapat hubungan yang signifikan dikarenakan keadaan gizi yang kurang akibat kekurangan energi dan protein yang diderita dimasa lampau. Diharapkan bagi pemerintah Kecamatan Bulango Ulu lebih meningkatkan penyuluhan terkait pemberian ASI eksklusif dan pelaksanaan iniasi menyusu dini serta pemenuhan gizi ibu pada saat hamil untuk mengatasi permasalahan stunting di Kecamatan Bulango Ulu
Kepatuhan Ibu Hamil Dalam Konsumsi Tablet Tambah Darah Dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah Eman Rahim; Darmayanti Waluyo; Maesarah Maesarah
Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKES Hang Tuah Surabaya Vol 17, No 2 (2022): October
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30643/jiksht.v17i2.215

Abstract

Birth weight in infants is associated with a decrease in the immune system of pregnant women, one of which can be caused by iron deficiency, for this reason, it is necessary to have blood-added tablets for pregnant women to avoid anemia. but in fact, there are still many pregnant women who do not comply with the rules of consuming blood-added tablets. this will impact the occurrence of pregnancy problems or cause the baby to be born to have a low weight. The purpose of this study was to determine the relationship between adherence to taking blood tablets and the incidence of low birth weight. Using an observational design with a cross-sectional approach with a sample of 32 people using total sampling, the data obtained were analyzed using chi-square The results obtained p-value is 0.401, which means that there is no significant relationship between adherence to blood-added tablet consumption and the incidence of low birth weight. Compliance with blood tablet consumption does not directly relate to the incidence of low birth weight.
Assistance process blood cockle (Anadara granosa) based meatballs as local food to prevent anemia in adolescent girls Asniwati Zainuddin; Margaretha Solang; Yuliana Retnowati; Syam S. Kumaji; Muh. Nur Akbar; Widya Rahmawaty Saman; Budy Santoso; Eka Zahra Solikahan; Eman Rahim
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol. 9 No. 1 (2024): February 2024
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v9i1.11752

Abstract

Assistance in processing local food based on blood cockle (Anadara granosa) can support the anemia prevention program for young women towards a stunting-free Gorontalo. The number of participants included was 20, it's made up of two craft teachers and two school managers. The participants came from SMAN 1 Tilango, SMAN 1 Batudaa Pantai, SMAN 1 Biluhu, SMAN 1 Dungaliyo, and SMAN 1 Pulubala. It involves 5 students from Gorontalo State University who participated in the MBKM research program. The purpose of this activity is for teachers and school canteen operators to gain knowledge about the processing of blood cockle meatballs and use them as potential for the development of local food products to prevent anemia in young women. The importance of innovation in local food processing, such as introducing new technology and developing healthier and more sustainable products. Activities are carried out using five methods, namely lecture, question-and-answer, discussion, practice, and evaluation methods. The result of this service activity was that the participants received the training material and received a positive response. Most participants stated that this activity helped them to innovate and develop their businesses in terms of diversifying local food processing.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP STATUS GIZI ANAK DI PANTI ASUHAN SHIRATHAL UMMAH KOTA GORONTALO TAHUN 2021 St Mutiatu Rahmah; Eman Rahim
JOURNAL OF NUTRITION CARE AND FOOD SERVICE Vol. 1 No. 1 (2021): BAKTARA Journal Of Nutrition Care And Food Science
Publisher : STIKES Baktara Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Panti asuhan merupakan tempat pengasuhan anak secara berkelompok, yang jumlah pengasuhnya lebih banyak dari pada anak yang diasuh dan perhatian pengasuh tidak tercurah penuh pada satu anak saja. Hal ini dapat berpengaruh pada pola asuh anak terutama dalam aspek aktivitas fisik anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik terhadap status gizi anak di panti asuhan Shirathal Ummah kota Gorontalo tahun 2021.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. hasil uji chi-square pada aktivitas fisik diperoleh p-value 0.600 (>0,05) bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik terhadap status gizi anak di Panti Asuhan Shirthal Ummah Kota Gorontalo. Hal ini disebabkan karena status gizi tidak hanya dipengaruhi oleh aktivitas fisik saja, tetapi oleh beberapa faktor lainnya diantaranya sosial ekonomi,budaya, usia dan pekerjaan. Diharapkan perhatian yang lebih dalam pemantauan status gizi anak di lingkungan panti Asuhan Shirathal Ummah dan menerapkan pola hidup gizi seimbang
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK USIA 12-24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA UTARA KOTA GORONTALO Eman Rahim; Yeyen Afriyanty Amma
JOURNAL OF NUTRITION CARE AND FOOD SERVICE Vol. 1 No. 1 (2021): BAKTARA Journal Of Nutrition Care And Food Science
Publisher : STIKES Baktara Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola makan berhubungan dengan pengaturan makanan yang seimbang dengan asupan gizi yang dibutuhkan, pada pemenuhan status gizi yaitu keadaan yang diakibatkan oleh keseimbangan antara asupan zat gizi dari makanan dengan kebutuhan zat gizi yang diperlukan oleh tubuh. Khususnya pada anak usia 12-24 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dengan status gizi pada anak usia 12-24 bulan, penelitian ini dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Utara Kota Gorontalo. Jenis Penelitian menggunakan metode survei analitik dengan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia 12-24 bulan dengan jumlah sampel 161 anak. Instrumen digunakan yaitu Kuesioner, Formulir Recall 2x24 Jam dan Timbangan berat badan. Analisis data yang digunakan secara univariat dan bivariat (menggunakan uji Chi-Square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pola makan anak sebanyak 3 kali dalam sehari pada usia 12-24 bulan lebih besar atau tergolong baik sejumlah 134 (83,2%). Status Gizi yang baik merupakan presentasi tertinggi dengan jumlah 158 (98,1%). Pola makan baik dan status gizi anak baik merupakan presentasi yang lebih besar yaitu sebanyak 134 (100,0%). Dari hasil Analisis Uji Statistik menunjukkan bahwa nilai P=0,02 <0,05 dan nilai x2 adalah 15,72 serta OR 11,004. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pola makan dengan status gizi pada anak usia 12-24 bulan di Puskesmas Kota Utara Kota Gorontalo. Saran untuk orang tua yang mempunyai anak khususnya pada anak usia 12-24 bulan agar memperhatikan pola makan anak dengan memberikan makanan yang bergizi dan tidak disarankan untuk banyak mengkonsumsi makanan yang tidak bergizi
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG GIZI KEHAMILAN TERHADAP KEJADIAN KURANG ENERGI KRONIK (KEK) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DUMBO RAYA Nurain Ismail; Eman Rahim
JOURNAL OF NUTRITION CARE AND FOOD SERVICE Vol. 2 No. 1 (2022): BAKTARA Journal Of Nutrition Care And Food Science
Publisher : STIKES Baktara Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Definisi kematian iibu imenurut i(WHO) ikematian iselama ikehamilan atau dalam periode i42 ihari isetelah iberakhirnya ikehamilan, iakibat isemua sebab yang iterkait idengan iyang idiperberat oleh ikehamilan, itetapi ibukan disebabkan ioleh ikecelakaan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil tentang gizi kehamilan terhadap kejadian kurang energi kronik (KEK) di Wilayah Kerja Puskesmas Dumbo Raya Kota Gorontalo. Jenis penelitian ini adalah kuantitaif dengan rancangan Cross Sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 83 responden. Analisis data menggunakan Uji chi- square. Hasil penelitian pengetahuan ibu menunjukan bahwa dari 83 responden, terdapat responden dengan pengetahuan baik tertinggi sebanyak 39 responden (47,0%), kekurangan energi Kronik menunjukan bahwa dari 83 responden dengan ukuran lila normal tertinggi yaitu 59 responden (71,1%) dan hubungan pengetahuan ibu terhadap kekurangan energi Kronik menunjukan bahwa responden dengan pengetahuan baik tertinggi sebanyak 39 responden untuk ibu ukuran lila normal >23,5 sebanyak 33 responden (84,6%). Kimpulan ada hubungan pengetahuan ibu tentang gizi seimbang terhadap kekurangan energi kronik (KEK) di wilayah kerja Puskesmas Dumbo Raya Kota Gorontalo. Hasil analisis uji chi-square diperoleh p value =0,001, dimana nilai p value lebih kecil dari nilai α = 0,05. Disarankan dapat meningkatkan kualitas pelayanan gizi bagi ibu hamil dan memberikan penyuluhan mengenai pentingnya untuk memanfaatkan fasilitas pelayanan gizi bagi ibu hamil. Unit pelayanan kesehatan.
PENGARUH PENGGUNAAN MINYAK GORENG BERULANG TERHADAP KUALITAS GIZI AYAM GORENG PADA PEDAGANG GEROBAK MAKANAN DI TARUNA REMAJA KOTA GORONTALO Eman Rahim; Lilis Handayani
JOURNAL OF NUTRITION CARE AND FOOD SERVICE Vol. 2 No. 1 (2022): BAKTARA Journal Of Nutrition Care And Food Science
Publisher : STIKES Baktara Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan minyak goreng secara berulang masih saja dilakukan oleh para pedagang ayam goreng gerobak. Salah satu alasan penggunaan minyak goreng berulang agar lebih menghemat biaya produksi. Tetapi hal ini cukup memberikan dampak yang negatiif terhadap Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas gizi ayam goreng dalam penggunaan minyak goreng berulang pada pedagang gerobak makanan. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen. Lokasi penelitian di Taruna Remaja Kota Gorontalo. Hasil penelitian penggunaan minyak goreng yang digunakan secara berulang dalah hal ini 3 kali penggorengan bahwa uji kadar protein sampel A melalui penggorengan dengan minyak baru (24,45%) minyak goreng bekas ke 1 (23,56%), minyak goreng bekas 2 (23,19%), Sampel B dalam minyak goreng baru (20,04%) minyak goreng bekas 1 (20.03%) minyak goreng bekas 2 (19.91%), Sampel C dalam minyak goreng baru (18.86%), minyak goreng bekas 1 (18.40%), minyak goreng bekas 2 (17.98%). Kadar lemak pada sampel A dalam penggunaan minyak goreng baru (17.04%) minyak goreng bekas1 (17.26%) minyak goreng bekas 2 (17.54%), Sampel B dalam penggunaan minyak goreng baru (17.74%) minyak goreng bekas 1 (17.87%), minyak goreng bekas 2 (17.92%). Sampel C dalam penggunaan minyak goreng baru (18.68%) minyak goreng bekas 1 (18.98%), dan minyak goreng bekas 2 (19.12%). Kadar Air pada sampel A dalam penggunaan minyak goreng baru (21,04%), minyak goreng bekas 1 (20,96%), minyak goreng bekas 2 (20,11%), Sampel B pada penggunaan minyak goreng baru (20,25%), minyak goreng bekas 1 (20,11%), minyak goreng bekas2 (19,68%), sampel C pada penggunaan minyak goreng baru (19,36%), minyak goreng bekas 1 (19,19%), minyak goreng bekas 2 (19,15%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan minyak goreng berulang tidak baik digunakan karena dapat mengganggu kesehatan.
HUBUNGAN PERNIKAHAN USIA DINI, PENDIDIKAN, PENGETAHUAN GIZI, POLA ASUH TERHADAP KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH PUSKESMAS BULANGO ULU KECAMATAN BULANGO ULU KABUPATEN BONE BOLANGO TAHUN 2023 Eman Rahim; St. Mutiatu Rahmah; Sastria Ibrahim
JOURNAL OF NUTRITION CARE AND FOOD SERVICE Vol. 3 No. 2 (2023): JOURNAL OF NUTRITION CARE AND FOOD SERVICE
Publisher : STIKES Baktara Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan kondisi dimana anak lebih rendah dari pada orang lain atau taman sebayanya yang disebabkan oleh berbagai faktor penyebab langsung yaitu asupan zat gizi, penyakit infeksi dan faktor penyebab tidak langsung diantaranya riwayat BBLR, pernikahan usia dini, status gizi ibu hamil, pendidikan, pengetahuan gizi, pola asuh, tinggi badan ibu, jarakkelahiran, pekerjaan orang tua, status ekonomi, anemia pada ibu hamil, sanitasi lingkungan, ketersediaan pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pernikahan dini, pendidikan ibu, pengetahuan gizi ibu, dan pola asuh berhubungan dengan kejadian stunting. Penelitian observasional dengan desain cross-sectional. Lokasi Penelitian di wilayah Puskesmas Bulango Ulu Kecamatan Bulango Ulu Kabupaten Bone Bolango. Populasi penelitian terdiri dari 68 ibu yang menikah di usia dini dengan 68 balita. Sampel penelitian diambil dengan teknik total sampling dengan nilai α = 5%. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan pengukuran tinggi badan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pernikahan usia dini dan kejadian stunting dengan p-value 0,030, pendidikan ibu dengan kejadian stunting tidak ada hubungan dengan p-value 0,702, pengetahuan gizi dengan kejadian stunting terdapat hubungan dengan p-value 0,045, dan pola asuh dengan kejadian stunting terdapat hubungan dengan p-value 0,020. Disarankan agar ibu balita memperhatikan gizi yang diberikan dan memberikan pola asuh yang baik. Ini dapat dicapai dengan meningkatkan pengetahuan mereka tentang cara pemberian makanan dan gizi balita.
INTRODUCTION TO DIGITAL LITERACY FOR PARENTS THROUGH THE "E.LIST" APPLICATION FOR STUNTING EDUCATION IN BOTUMOITO DISTRICT GORONTALO PROVINCE Jusuf, Herlina; Adityaningrum, Amanda; Arsad, Nikmatisni; Rahim, Eman
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 4, No 2 (2023): November: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jpkm.v4i2.21946

Abstract

The Indonesian Ministry of Health reports that until 2022, the prevalence of stunting in Gorontalo Province will still be higher than the standards set by WHO. Providing education to parents about stunting can contribute to stunting prevention. The novelty of this service article is that it introduces digital literacy to parents through the "E.LIST" application for stunting education. This community service activity aims to empower parents with an application-based digital literacy program called "E.LIST" for stunting education. According to the Indonesian Ministry of Communication and Information, the 2022 National Digital Literacy Index increased by 0.05 points compared to the 2021 index results. Therefore, smartphones and their applications can be used to facilitate the provision of health services and health education, including stunting prevention. The Waterfall System Development Life Cycle (SDLC) method is used to create applications, which consists of gathering information, designing software, implementing, testing, and operating and maintaining. For Gorontalo Province, Boalemo Regency has the second highest stunting prevalence, 29.9%, which is still above the WHO recommended figure. Furthermore, based on preliminary information from the Boalemo District Health Service, it is estimated that 62 children in Botumoito District are stunted. The results of activities through this application are that parents in Botumoito District can improve education about stunting and health services related to stunting. Conclusion: The "E.LIST" application provides a simple method for receiving healthcare and health education, monitoring the development of babies under five, and completing independent assessments. The applications were designed to meet the needs and characteristics of parents.
Examining the Impact of Paternal Control Behavior on Exclusive Breastfeeding: A Cross-Sectional Study in Bogor, Indonesia Nasution, Ade Saputra; Nuraida, Ida; Putri , Devia Lydia; Raharsari, Rezeki Tri; Waluyo, Darmayanti; Rahim, Eman
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 15, Nomor 2, July-December 2023
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-sihah.v15i2.41519

Abstract

Infants who are not exclusively breastfed often have the potential to experience implications for their future quality of life. Furthermore, the extent of this impact is influenced by the concerted efforts of both the father and mother in promoting and implementing exclusive breastfeeding. Several studies have also shown that father’s proactive support is an essential factor in its successful implementation. Therefore, this study aims to determine the relationship between paternal control behavior and exclusive breastfeeding. A quantitative cross-sectional method was used and the sample population comprised 326 fathers with children aged < 2 years old. The procedures were carried out in the working area of the Situ Udik Health Center in July 2023. The sample size was calculated using the Slovin size formula, followed by the selection of 77 respondents based on the random sampling technique. The data obtained were then analyzed using the chi-square test to assess the association between the variables. The results showed that there was a significant relationship between father's knowledge (p=0.001), attitude (0.006), and trust (p=000.0) with exclusive breastfeeding. Meanwhile, breastfeeding fathers (0.339) and intention (0.341) had no significant influence. Based on these results, father played an essential role in providing support during this practice