Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV DI MIS AL MA’ARIF SIDOLAJU Binsa, Abdul Aziz; Brenanda, Ocha Adelia; Pratiwi, Widiyatami Hanum; Peasetiya Pamungkas, Wilda
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 1 (2025): Vol. 5 No. 1 Edisi Februari 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i1.2436

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak penerapan model pembelajaran discovery learning terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas IV di MIS Al Ma'arif Sidolaju. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dengan guru dan siswa, serta dokumentasi hasil belajar. Subjek penelitian meliputi siswa kelas IV dan guru yang menerapkan metode tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa discovery learning mampu meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran, mengembangkan keterampilan berpikir kritis, serta memengaruhi hasil belajar secara positif. Pendekatan yang mendorong siswa untuk belajar melalui eksplorasi dan pengalaman langsung ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman materi dan motivasi belajar mereka.
PELATIHAN PEMULASARAAN JENAZAH PEREMPUAN SEBAGAI STRATEGI PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI DESA KARANGMOJO MAGETAN Binsa, Abdul Aziz; Rohman, Muhammad Abdur; Meilana, Putri Bibit; Mushtofa, Syahrul; Dzikriyya F. B., Ihda Zullaida; Wahyudi, Oky Bagus; Chandra W., Rengga Krishna; Wahidah, Anti Syahrotul; Ngabdulloh, Moh Riza; Khunaifa, Naimul; Nurfajria, Rena; Hidayatulloh, Ahmad Aris; Awalia, Nila Hani; Awandar, Tia Anhar Setio
Abdimas IAI Ngawi Vol 3 No 2 (2025): ABDIANDAYA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/abdiandaya.v3i2.2491

Abstract

Corpse care (pemulasaraan jenazah) is a collective obligation (fardhu kifayah) in Islam, encompassing bathing, shrouding, praying, and burying the deceased. However, in community practice, this duty is often entirely delegated to male funeral attendants (modin), even for female corpses, limiting community participation and understanding, especially among women. This community service project aimed to empower women by training them on the procedures for female corpse care in accordance with Islamic law. The implementation method consisted of four stages: (1) preparation, (2) execution (theoretical material delivery and direct practice), (3) mentoring, and (4) evaluation. The participants were 35 mothers from the Family Welfare Empowerment (PKK) group in Karangmojo Village. The results showed high enthusiasm and participation from the attendees, reaching 90% of the target. Participants gained not only a comprehensive theoretical understanding of the laws and procedures of the "4M": Memandikan (bathing the deceased), Mengkafani (shrouding the deceased), Menshalatkan (performing the funeral prayer), and Mengkafani (burying the deceased) but also practical skills through simulation. It is concluded that this training successfully enhanced the capacity and readiness of the PKK mothers to serve as local resources who are prepared and skilled in performing the fardhu kifayah duty, while also strengthening the socio-religious role of women at the village level.   Abstrak: Pengurusan jenazah (pemulasaraan) merupakan kewajiban kolektif (fardhu kifayah) dalam Islam yang meliputi memandikan, mengafani, menyalatkan, dan menguburkan. Namun dalam praktiknya di masyarakat, tugas ini seringkali diserahkan sepenuhnya kepada modin (petugas pemakaman) laki-laki, termasuk untuk jenazah perempuan, sehingga partisipasi dan pemahaman masyarakat, khususnya perempuan, masih terbatas. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberdayakan perempuan melalui pelatihan tata cara pemulasaraan jenazah perempuan yang sesuai dengan syariat Islam. Metode pelaksanaan terdiri dari empat tahap: (1) persiapan, (2) pelaksanaan (penyampaian materi teoritis dan praktik langsung), (3) pendampingan, dan (4) evaluasi. Peserta berjumlah 35 orang ibu-ibu PKK Desa Karangmojo. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme dan partisipasi yang tinggi dari peserta, mencapai 90% dari target. Peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis yang komprehensif mengenai hukum dan tata cara 4M: Memandikan, Mengkafani, Menshalatkan, dan Menguburkan, tetapi juga keterampilan praktis melalui simulasi. Dapat disimpulkan bahwa pelatihan ini berhasil meningkatkan kapasitas dan kesiapan ibu-ibu PKK sebagai sumber daya lokal yang sigap dan terampil dalam melaksanakan kewajiban fardhu kifayah, sekaligus memperkuat peran sosial-keagamaan perempuan di tingkat desa. Kata Kunci: Pemulasaraan Jenazah, Fardhu Kifayah, Pemberdayaan Perempuan, Desa Karangmojo, Pelatihan
Pemikiran Syekh Hasyim Asy'ari tentang Penguatan Pendidikan Karakter Islami di Sekolah Dasar: Systematic Literature Review Binsa, Abdul Aziz; Salik, Mohamad
Jurnal al Muta'aliyah: Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 6 No 1 (2026): Jurnal AL-Muta`aliyah
Publisher : LP2M STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51700/mutaaliyah.v6i1.1437

Abstract

This study examines the relevance of KH. Hasyim Asy'ari's thinking on character education for the context of Elementary Schools/Islamic Elementary Schools (SD/MI) through a Systematic Literature Review (SLR). Analysis of a number of literatures found that Asy'ari's concept of character, which is based on the book "Adab al-‘Ālim wa al-Muta‘allim," is holistic and built on three main pillars. First, a philosophical foundation that views character education as tazkiyatun nafs (purification of the soul) with an emphasis on developing inner motivations such as sincerity and humility. Second, a relational model that places the relationship between teacher (murabbi) and student based on example and respect as the central mechanism for instilling values. Third, an operational framework that implements abstract values ​​through micro-habits (ta'dīb) in school routines and thematic integration into the national curriculum. This synthesis produces a conceptual framework that shows that Asy'ari's thoughts can function as a value amplifier that enriches and deepens the practice of character education in elementary schools/Islamic elementary schools, bridging the values ​​of Islamic boarding schools with the demands of modern education to form a generation that is intelligent and has noble morals.