Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Tegangan, Regangan dan Pertambahan Panjang Profil C Baja Ringan Widarto Sutrisno; Dimas Langga Chandra Galuh; Korro, Ade Anjelina Rolincia Bulle; Antonia Oliva Rahmawati Marut; Ofrianus Yorim Ebenhaizer Silla
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 9 No. 1 (2025): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v9i1.13275

Abstract

Dengan kemajuan masyarakat kontemporer, khususnya konstruksi, telah terjadi evolusi yang signifikan dan cepat. Cold formed steel, umumnya disebut sebagai baja ringan, merupakan salah satu bahan yang sedang berkembang di pasar konstruksi yang diproduksi melalui pendekatan manufaktur sistematis. Tujuan penelitian untuk memastikan kualitas bahan baja ringan di Yogyakarta sejalan dengan spesifikasi yang disyaratkan untuk aplikasi struktural, terkhusus G550. Metode penelitian yang digunakan merupakan eksperimen uji tarik menggunakan Automax Universa Testing Machine. Hasil penelitian diperoleh rata-rata tegangan maksimum diperoleh sampel S memiliki kuat tarik maksimum rata-rata 864,76 MPa lebih besar dibandingkan sampel C dan M dengan masing-masing kuat tarik maksimum rata-rata sebesar 831,92 Mpa dan 818,15 Mpa. Sedangkan, rata-rata regangan masing-masing sampel C, S, dan M adalah 1,51, 1,50, dan 1,52. Sampel M memiliki regangan lebih besar dibandingkan sampel C dan S. Pada pertambahan panjang total tegangan leleh sampel C memiliki pertambahan total  0,1427 mm lebih besar dibandingkan kedua sampel S dan M dengan masing-masing petambahan total tegangan leleh sebesar 0,1327 mm dan 0,1387 mm. Sedangkan, untuk pertambahan panjang total tegangan maksimum menunjukkan bahwa sampel S lebih unggul dibandingkan kedua sampel lainnya dengan nilai sebesar 3,3021 mm, sedangkan C dan M masing-masing memilki nilai sebesar 3,0549 mm dan 3,1075.
Implementasi Metode Statistical Quality Control (SQC) dalam Pengendalian Mutu Beton pada Proyek Konstruksi Abi, Faza Ardisa Sabian Alathas; Mocahmmad Safrizala Al Farizi; Ahmad Rijal Zufri; Widarto Sutrisno; Detha Sekar Langit Wahyu Gutama
Jurnal Karajata Engineering Vol. 5 No. 1 (2025): 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/karajata.v5i1.3521

Abstract

Concrete is widely used in the construction of buildings, bridges, and roads. The quality of concrete affects the stability and durability of the structure, so quality control in concrete production is very important. One of the methods that can be applied in concrete quality control is Statistical Quality Control (SQC). This study aims to test the quality of concrete through fine and coarse aggregate testing, specific gravity testing, water absorption, bulk specific gravity, sludge content, job mix test, and concrete bending strength test. The test results showed that the resulting concrete had a bending strength higher than the required standard, which was an average of 48.04 kg/m² which was greater than 45 kg/cm². These results show that the FS 45 concrete tested has quality that meets the criteria and can be applied to construction with good performance.
Perbandingan Frekuensi Alami Jembatan Karangsemut Menggunakan Accelerometer Dan Sap2000 Widarto Sutrisno; Dimas Langga Chandra; Agung Deonanda
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 6 No 2 (2021): Volume 6. No. 2 Agustus 2021
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Frekuensi alami jembatan merupakan frekuensi untuk menentukan syarat kelayakan jembatan secara teoritis dan eksperimen. Nilai frekuensi alami digunakan untuk menentukan syarat kelayakan jembatan secara teoritis dan eksperimen. Objek yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Jembatan Karangsemut, merupakan batas wilayah antara Kecamatan Jetis dan Kecamatan Imogiri, Karangsemut, Trimulyo, Jetis, Bantul, D.I. Yogyakarta, Indonesia. Memiliki bentang 125,70 meter dan merupakan jembatan rangka baja. Penelitian ini untuk mengetahui nilai frekuensi alami melalui pemodelan struktur jembatan karangsemut menggunakan SAP2000 dan untuk mengetahui frekuensi alami pada aplikasi Accelerometer melalui tes vibrasi pada jembatan karangsemut. Hasil nilai frekuensi dari SAP2000 pada mode pertama frekuensi 1,23006 dengan periode 1,17816128 detik, sedangkan hasil tes vibrasi menggunakan aplikasi Accelerometer menunjukan grafik amplitude channel X yang tertinggi terletak pada frekuensi 5 sampai 45,channel Y yang tertinggi terletak pada frekuensi 5 sampai 40, grafik amplitude channel Z yang tertinggi terletak pada frekuensi frekuensi 5 sampai 10 pada angka 14.960763 Hz. Maka dari penelitian menggunakan software SAP2000 dan aplikasi Accelerometer menunjukan bahwa jembatan karangsemut aman dan layak dilintasi.