Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MANAJEMEN KONFLIK PADA LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM (STUDI KASUS DI FAKULTAS ILMU TARBIYAH UIN RADEN MAS SAID SURAKARTA) KAMILATUN NADHFIYAH; MEITA REHANIA; MOH BISRI; HELDY RAMADHAN PUTRA P
Jurnal Hasil Penelitian dan Pengembangan (JHPP) Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jhpp.v2i4.376

Abstract

Pandangan mengenai konflik merupakan hukum alam ternyata masih melekat di benak masyarakat. Konflik memang tidak bisa dihindari, dapat timbul dari hal sepele yang mengatasnamakan pendapat, komunikasi yang buruk, dan nilai tidak toleran. Sebaiknya konflik dikelola sehingga membawa keuntungan bagi kelompok dan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami pemahaman tentang manajemen konflik di lembaga pendidikan Islam dengan meninjau konflik yang terjadi pada Fakultas Ilmu Tarbiyah Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, dan mengamati peran pemimpin dalam mengelola konflik di Fakultas tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research), dengan pendekatan kualitatif deskriptif, menggunakan metode wawancara sebagai teknik pengumpulan data, serta studi dokumen. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Tarbiyah Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta selaku salah satu pimpinan di Fakultas Ilmu Tarbiyah UIN Raden Mas Said Surakarta. Hasil penelitian menunjukkan; (1) konflik adalah realitas yang tidak mungkin dapat dihindari oleh karena itu sikap yang dapat diambil bukan menghindari akan tetapi harus menghadapi dan mencari jalan penyelesaiannya; (2) konflik yang terjadi di Fakultas Ilmu Tarbiyah UIN Raden Mas Said Surakarta adalah perbedaan-perbedaan kepentingan antara individu maupun kelompok di lingkungan Fakultas; (3) untuk mencegah terjadinya konflik, maka dikenalkan budaya kampus dan Standar Operasional Pendidikan (SOP) yang telah ada sejak masa orientasi; (4) cara menghadapi konflik di Fakultas yaitu dengan mempersatukan dan perundingan (kompromi), jika ternyata tidak mampu menyelesaikan konflik, diambil dengan cara naik banding yaitu meneruskan permasalahan tersebut pada pimpinan yang lebih tinggi.