Farhan, Cikal Jalu Ghazy
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

AUKUS: A Manifestation of Balance of Power in the Indo-Pacific Region Farhan, Cikal Jalu Ghazy
Politeia : Journal of Public Administration and Political Science and International Relations Vol. 2 No. 4 (2024): October 2024
Publisher : Indonesian Scientific Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61978/politeia.v2i4.406

Abstract

This research analyzes Australia's foreign policy in the context of the Trilateral Security Pact AUKUS (Australia, United Kingdom, United States) as a manifestation of the concept of balance of power in the Indo-Pacific region. Announced on September 15, 2021, AUKUS is a trilateral agreement to strengthen diplomatic, defense, and security relations among the three countries, with Australia receiving three Virginia-class nuclear-powered submarines from the United States. The Indo-Pacific, which is geographically and economically strategic, has become a focal point of global geopolitical competition, particularly with the rise of China's influence, perceived as a threat by the United States and its allies. Through AUKUS, the United States, the United Kingdom, and Australia seek to balance power in the region by enhancing military capabilities and defense technologies, in line with neorealist theory, which emphasizes the importance of security and power equilibrium in an anarchic international system. This study employs a descriptive qualitative methodology with secondary data analysis to understand the dynamics behind the formation of AUKUS and its implications for regional stability. The findings indicate that AUKUS is a strategic response to global and regional power balancing and reflects Australia's efforts to strengthen its position in facing security challenges posed by the rise of China.
Analisis Kebijakan Politik Luar Negeri: Menganalisis Strategi Diplomasi Malaysia di Era Kepemimpinan Anwar Ibrahim Arkananta, Haider; Farhan, Cikal Jalu Ghazy; Inayah, Nailul
Journal of Integrative International Relations Vol. 10 No. 1 (2025): May
Publisher : Center for Integrative International Studies Laboratory, Faculty of Political and Social Sciences, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jiir.2025.10.1.48-60

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki secara mendalam dan menganalisis strategi diplomasi Malaysia selama periode kepemimpinan Anwar Ibrahim, seorang tokoh yang memiliki dampak signifikan dalam arah kebijakan luar negeri negara. Fokus utama penelitian ini adalah pada strategi diplomasi yang diadopsi oleh Malaysia di tingkat global, melibatkan aspek hubungan bilateral, partisipasi dalam organisasi internasional, serta penanganan isu-isu global yang menjadi fokus utama. Tujuan penelitian ini mencakup analisis mendalam terhadap strategi diplomasi Malaysia di bawah kepemimpinan Anwar Ibrahim, menilai efektivitas kebijakan luar negeri dalam memperkuat hubungan bilateral dengan negara-negara kunci, meneliti kontribusi Malaysia dalam konteks organisasi internasional dan kerjasama multilateral, serta mengevaluasi respons Malaysia terhadap isu-isu global dan dampaknya terhadap citra negara di arena internasional. Ruang lingkup penelitian mencakup periode kepemimpinan Anwar Ibrahim, dengan fokus pada rentang waktu yang relevan untuk menganalisis kebijakan luar negeri yang diimplementasikan selama masa tersebut. Aspek-aspek kunci yang dicakup mencakup evolusi hubungan bilateral, peran Malaysia dalam organisasi internasional, serta respons terhadap isu-isu global yang muncul selama periode penelitian. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memahami peran Malaysia dalam dinamika hubungan internasional, menggali kontribusi negara ini dalam organisasi internasional, dan menyajikan dampak strategi diplomasi di bawah kepemimpinan Anwar Ibrahim terhadap citra dan posisi Malaysia di tingkat global. Kendati demikian, penelitian ini juga memiliki keterbatasan terkait dengan keterbatasan data dan interpretasi subjektif atas kebijakan luar negeri. Kata kunci: Anwar Ibrahim, Malaysia, Diplomasi