Arkananta, Haider
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Middle-Power Geoeconomics: Indonesia's Economic Diplomacy in the EV Battery Value Chain between China and the EU Arkananta, Haider
Politeia : Journal of Public Administration and Political Science and International Relations Vol. 3 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : Indonesian Scientific Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61978/politeia.v3i1.517

Abstract

This article examines Indonesia’s economic diplomacy strategy within the global electric vehicle (EV) battery value chain, with a focus on the country's downstream nickel industrial policy. As the world’s largest nickel producer, Indonesia has leveraged its resource advantage by banning raw nickel exports and promoting domestic value-added production. This policy has attracted significant Chinese investment, particularly from companies such as CATL and Tsingshan, while simultaneously triggering a legal dispute with the European Union (EU) at the World Trade Organization (WTO). Through the conceptual lens of economic diplomacy and geoeconomics, this study analyzes how Indonesia, as a rising middle power, navigates competing interests between China and the EU. Using a qualitative case study method and discourse analysis of policy documents and international reports, the article argues that Indonesia’s industrial policy serves both economic and diplomatic functions. It concludes that Indonesia must enhance its institutional capacity and technological diplomacy to avoid asymmetric dependence and to maintain strategic autonomy in an increasingly polarized global supply chain.
Analisis Kebijakan Politik Luar Negeri: Menganalisis Strategi Diplomasi Malaysia di Era Kepemimpinan Anwar Ibrahim Arkananta, Haider; Farhan, Cikal Jalu Ghazy; Inayah, Nailul
Journal of Integrative International Relations Vol. 10 No. 1 (2025): May
Publisher : Center for Integrative International Studies Laboratory, Faculty of Political and Social Sciences, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jiir.2025.10.1.48-60

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki secara mendalam dan menganalisis strategi diplomasi Malaysia selama periode kepemimpinan Anwar Ibrahim, seorang tokoh yang memiliki dampak signifikan dalam arah kebijakan luar negeri negara. Fokus utama penelitian ini adalah pada strategi diplomasi yang diadopsi oleh Malaysia di tingkat global, melibatkan aspek hubungan bilateral, partisipasi dalam organisasi internasional, serta penanganan isu-isu global yang menjadi fokus utama. Tujuan penelitian ini mencakup analisis mendalam terhadap strategi diplomasi Malaysia di bawah kepemimpinan Anwar Ibrahim, menilai efektivitas kebijakan luar negeri dalam memperkuat hubungan bilateral dengan negara-negara kunci, meneliti kontribusi Malaysia dalam konteks organisasi internasional dan kerjasama multilateral, serta mengevaluasi respons Malaysia terhadap isu-isu global dan dampaknya terhadap citra negara di arena internasional. Ruang lingkup penelitian mencakup periode kepemimpinan Anwar Ibrahim, dengan fokus pada rentang waktu yang relevan untuk menganalisis kebijakan luar negeri yang diimplementasikan selama masa tersebut. Aspek-aspek kunci yang dicakup mencakup evolusi hubungan bilateral, peran Malaysia dalam organisasi internasional, serta respons terhadap isu-isu global yang muncul selama periode penelitian. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memahami peran Malaysia dalam dinamika hubungan internasional, menggali kontribusi negara ini dalam organisasi internasional, dan menyajikan dampak strategi diplomasi di bawah kepemimpinan Anwar Ibrahim terhadap citra dan posisi Malaysia di tingkat global. Kendati demikian, penelitian ini juga memiliki keterbatasan terkait dengan keterbatasan data dan interpretasi subjektif atas kebijakan luar negeri. Kata kunci: Anwar Ibrahim, Malaysia, Diplomasi