This Author published in this journals
All Journal JURNAL AGROHITA
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

RESPON PERTUMBUHAN STEK TANAMAN JERUK NIPIS (Citrus X Aurantifolia) MENGGUNAKAN EKSTRAK BAWANG MERAH DENGAN MEDIA TANAM ARANG SEKAM Hilmiyah Hrp, Qorry
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 9, No 4 (2024): Jurnal Agrohita
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v9i4.20479

Abstract

Kebutuhan Jeruk nipis selalu meningkat, sehingga berbagai upaya dan cara dilakukan untuk perkembangbiakan dan budidaya tanaman jeruk nipis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh ekstrak bawang merah terhadap pertumbuhan akar dan arang sekam sebagai campuran top soil pada media tanam. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan november 2023 sampai bulan februari 2024. Rancangan percobaan dalam penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan dua faktor yang diteliti, yaitu : Faktor 1 : Uji coba pemberian bawang merah pada stek tanaman jeruk dengan 3 taraf, yaitu : B0 = Tanpa pemberian ekstrak bawang merah. B1 = Pemberian bawang merah dengan cara di ekstrak lalu direndam selama 15 menit dengan dosis ¼ kg bawang merah/1 liter air. B2 = Pemberian ekstrak bawang merah dengan cara ditancapkan pada pangkal ranting stek.Faktor 2 : Uji coba pemberian arang sekam pada stek tanaman jeruk dengan 3 taraf, yaitu :A0 = Tanpa pemberian arang sekam, A1= Menggunakan arang sekam + top soil 1:1. Berdasarkan hasil analisis sidik ragam dapat diketahui bahwa pemberian ekstrak bawang merah berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah daun dan diameter batang namun tidak berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah tunas, waktu tumbuh tunas, dan panjang akar. Perlakuan terbaik terdapat pada (B1). Untuk perlakuan ekstrak bawang merah dan media tanam arang sekam berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah daun, sedangkan pengaruh tidak nyata terhadap parameter jumlah tunas, waktu tumbuh tunas, diameter batang dan panjang akar. Perlakuan terbaik terdapat pada (A0). Dan hasil interaksi pemberian bawang merah dan media tanam arang sekam berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah daun, namun tidak berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah tunas, waktu tumbuh tunas, diameter batang, dan panjang akar.
RESPON PERTUMBUHAN STEK TANAMAN JERUK NIPIS (Citrus X Aurantifolia) MENGGUNAKAN EKSTRAK BAWANG MERAH DENGAN MEDIA TANAM ARANG SEKAM Hilmiyah Hrp, Qorry
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 9, No 4 (2024): Jurnal Agrohita
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v9i4.19896

Abstract

Kebutuhan Jeruk nipis selalu meningkat, sehingga berbagai upaya dan cara dilakukan untuk perkembangbiakan dan budidaya tanaman jeruk nipis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh ekstrak bawang merah terhadap pertumbuhan akar dan arang sekam sebagai campuran top soil pada media tanam. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan november 2023 sampai bulan februari 2024. Rancangan percobaan dalam penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan dua faktor yang diteliti, yaitu : Faktor 1 : Uji coba pemberian bawang merah pada stek tanaman jeruk dengan 3 taraf, yaitu : B0 = Tanpa pemberian ekstrak bawang merah. B1 = Pemberian bawang merah dengan cara di ekstrak lalu direndam selama 15 menit dengan dosis ¼ kg bawang merah/1 liter air. B2 = Pemberian ekstrak bawang merah dengan cara ditancapkan pada pangkal ranting stek.Faktor 2 : Uji coba pemberian arang sekam pada stek tanaman jeruk dengan 3 taraf, yaitu :A0 = Tanpa pemberian arang sekam, A1= Menggunakan arang sekam + top soil 1:1. Berdasarkan hasil analisis sidik ragam dapat diketahui bahwa pemberian ekstrak bawang merah berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah daun dan diameter batang namun tidak berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah tunas, waktu tumbuh tunas, dan panjang akar. Perlakuan terbaik terdapat pada (B1). Untuk perlakuan ekstrak bawang merah dan media tanam arang sekam berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah daun, sedangkan pengaruh tidak nyata terhadap parameter jumlah tunas, waktu tumbuh tunas, diameter batang dan panjang akar. Perlakuan terbaik terdapat pada (A0). Dan hasil interaksi pemberian bawang merah dan media tanam arang sekam berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah daun, namun tidak berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah tunas, waktu tumbuh tunas, diameter batang, dan panjang akar.
RESPON KADAR KEMANISAN BUAH SALAK PADANGSIDIMPUAN (Salacca Sumatrana Becc) PADA PERLAKUAN PEMBERIAN PUPUK KOMPOS DAN UREA Hilmiyah Hrp, Qorry
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.8408

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui Pengaruh pupuk kompos dan urea terhadap kadar kemanisan buah salak Padangsidimpuan (Salacca sumatrana Becc). penelitian ini menggunakan metedo Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor yang diteliti yaitu Faktor pemberian pupuk Kompos (K) dan Faktor pemberian pupuk Urea (U). Berdasarkan analisis statistik respon kadar kemanisan buah salak yang diberi perlakuan pupuk kompos menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap jumlah tandan buah pertanaman pada 2, 4, dan 8 msp, jumlah buah salak pertandan pertanaman pada 2 , 4, dan 8 msp,dan tingkat kemanisan buah salak pertanaman l pada 8 msp, tetapi menunjukkan pengaruh yang tidak nyata terhadap wana kulit buah matang pertandan pertanaman pada 2, 4, dan 8 msp dan bentuk buah salak pertandan pertanaman pada 2, 4 dan 8 msp. Hasil analisis statistic dengan pemberian pupuk Urea menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap jumlah tandan buah pertanaman pada 2, 4, dan 8 msp, jumlah buah salak pertandan pertanaman pada 2 , 4, dan 8 msp,dan tingkat kemanisan buah salak pertanaman l pada 8 msp, tetapi tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap wana kulit buah matang pertandan pertanaman pada 2, 4, dan 8 mspdan bentuk buah salak pertandan pertanaman pada 2, 4 dan 8 msp.