Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dalam Penderitaan, Aku Justru Bersukacita (Teologi Sukacita Kartini) Uma, Handrianus Eka
Divinitas Jurnal Filsafat dan Teologi Kontekstual Vol 1, No 1 (2023): Divinitas January
Publisher : Fakultas Teologi, Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/div.v1i1.6136

Abstract

Makalah ini menyajikan teologi sukacita yang ternyata juga dihayati oleh Kartini, seorang patriot nasional Indonesia yang memperjuangkan emansipasi wanita. Tulisan ini menggunakan metode lingkaran pastoral Haryatmoko: Analisis Sosial dan Refleksi Teologis. Kartini mampu melewati masa kelamnya sejak kecil dan khususnya masa pingitan dalam konteks feodalisme Jawa. Menurut teori logoterapi Victor Frankl, Kartini pernah mengalami transendensi-diri. Menurut Martasudjita, itu adalah kebebasan hati. Pengalaman penulis terjangkit covid-19 pada Agustus 2021 dan pengalaman dua keluarga yang bangkit dari keterpurukan di masa pandemi mempertajam refleksi mengenai teologi sukacita.Teologi sukacita Kristen selalu berasal dari perjumpaan dengan Kristus yang menderita, mati, dan bangkit kembali. Dari sudut pandang Kristiani, orang yang bersukacita adalah orang yang bisa melewati masa-masa kelam dalam hidupnya dan memperjuangkan nilai luhur seperti Kartini. Kartini mampu melewati masa kelam pengasingan. Kartini memperjuangkan emansipasi perempuan melalui tulisan dan pendirian sekolah perempuan pertama di Indonesia (dahulu Hindia Belanda). Kegembiraan ini memiliki dimensi sosial, budaya, dan paradoks. Dalam penderitaan, orang Kristen bersukacita karena perjumpaan dengan Kristus (iman).
The Roles of Academic Ability, Gender, and Grade Level in Pre-Service Teachers' Critical Thinking Skills at Ecology Course Priyambodo, Panggih; Saputri, Wulandari; Situmorang, Risya Pramana; Marpaung, Rini Rita T.; Apriyani, Zalsa Nurlinda; Uma, Handrianus Eka
Journal of Science Education Research Vol. 10 No. 1 (2026): J. Sc. Edu. Research
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jser.v10i1.94615

Abstract

Pre-service teachers (PSTs) are expected to have the ability to engage in mitigating various ecological difficulties in the future thanks to their abilities in critical analysis. Critical thinking (CT) is influenced by various factors. However, not much in-depth research has been conducted on CT skills in previous studies. This study evaluated PSTs’ CT abilities based on GPA, gender, and grade level. In this quantitative descriptive research, 265 PSTs from various institutions in Java, Indonesia participated. An ecological essay test was used to collect data, and descriptive statistics and the Kruskal Wallis test were used to analyze the data. The results showed that PSTs' CT skills were in the medium category ( = 45.12), with the interpretation component getting the highest score ( = 51.64) and the inference aspect getting the lowest score ( = 33.96). The findings of this study also showed statistically significant differences in CT skills based on GPA, gender, and grade level. Better CT skills are found in PSTs who have a high GPA, are female, and are in 5th grade. This finding may have an impact on improving lecture programs so that PSTs' CT skills improve more effectively.