p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Pharmacoscript
Indri, Hapsari
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN PROSEDUR PERACIKAN DENGAN KUALITAS SEDIAAN RACIKAN NONSTERIL DI RUMAH SAKIT “X” KOTA TASIKMALAYA Heni, Oktaviani; Indri, Hapsari; Tita, Nofianti
Pharmacoscript Vol. 8 No. 1 (2025): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v8i1.1900

Abstract

Pembuatan sediaan farmasi dalam bentuk racikan merupakan solusi dari keterbatasan formulasi anak yang memiliki keuntungan yaitu dapat dikombinasikan dengan obat lain sesuai kebutuhan pasien serta dapat disesuaikan dengan umur dan berat badan pasien. Banyak permasalahan yang terjadi dalam peracikan sediaan nonsteril di Indonesia yang mengakibatkan tidak tercapainya tujuan pengobatan. Pembuatan sediaan farmasi dalam bentuk racikan harus mempunyai panduan untuk mencegah terjadinya kesalahan peracikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan prosedur peracikan dengan kualitas sediaan racikan nonsteril di Rumah Sakit “X” Kota Tasikmalaya. Metode pengambilan sampel dalam penelitian menggunakan metode purposive sampling. Proses observasi peracikan menggunakan pertanyaan yang mengacu pada USP 795 dan Standar Operasional Prosedur dari Rumah Sakit dan Ikatan Apoteker Indonesia yaitu aspek proses, fasilitas, peralatan, bahan, penyimpanan, dokumentasi dan teknik peracikan kemudian dilakukan uji fisik (organoleptis, homogenitas, keseragaman bobot, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, bobot jenis) dan uji mikrobiologi sampel. Analisis hasil diuji secara statistik menggunakan uji Spearman-rank. Hasil penelitian menyatakan bahwa hasil observasi proses peracikan sediaan padat dan cair sudah sesuai dengan prosedur peracikan yang terdapat di Rumah Sakit “X” Kota Tasikmalaya (100%), untuk sediaan semi padat belum semua sesuai dengan standar Ikatan Apoteker Indonesia (83,33%). Uji kualitas fisik sediaan racikan stabil dan memenuhi persyaratan untuk sediaan padat dan cair (100%), untuk sediaan semi padat (75%). Adanya kontaminasi jamur Candida albican pada sediaan racikan padat (33,33%), semi padat (33,33%) dan sediaan racikan cair (100%). Hasil uji korelasi untuk kualitas sediaan menggunakan uji Spearman-rank, menyatakan ada hubungan signifikan antara prosedur peracikan dengan kualitas sediaan racikan non steril dilihat dari hasil uji korelasi yang  diperoleh p value 0.018 (p<0.05) dengan tingkat hubungan yang kuat 0.756 (0.51-0.75).  
ANALISIS HUBUNGAN KESESUAIAN PROSEDUR PERACIKAN DAN KUALITAS SEDIAAN RACIKAN NONSTERIL BEBERAPA APOTEK DI KABUPATEN PEKALONGAN Rizqi Aulia, Rachim; Indri, Hapsari; Tita, Nofianti
Pharmacoscript Vol. 8 No. 2 (2025): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v8i2.1908

Abstract

Sediaan racikan yang ada di fasilitas kesehatan mempunyai permasalahan utama yaitu tentang kualitas sediaan karena dalam proses peracikannya belum menggunakan persyaratan yang ketat seperti pada industri farmasi. Kualitas sediaan yang baik menunjukkan terpenuhinya persyaratan fisik dan terhindarnya dari kontaminan patogen. Namun, pada implementasinya tenaga peracik tidak begitu memperhatikan standar prosedur operasional yang dapat mempengaruhi kualitas dari sediaan yang diracik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi prosedur peracikan, kualitas sediaan racikan nonsteril dan hubungan diantara kesesuaian prosedur peracikan dengan kualitas sediaan. Penelitian dilaksanakan di beberapa apotek wilayah Kabupaten Pekalongan secara observasional analitik yang dilakukan pada Januari-Maret 2024. Instrumen penelitian berupa lembar checklist yang tervalidasi dan hasil uji fisik maupun mikrobiologi dari sampel. Ditemukan kesesuaian implementasi aspek dan prosedur peracikan berdasarkan Pedoman United State Pharmacopeia (USP) dan Standar Prosedur Operasional (SPO) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) masing-masing 94,29% dan 91,23%; tidak memenuhi syarat seperti homogenitas pulveres (46%), keragaman bobot (22%), daya sebar salep (33.34%) dan kontaminan bakteri Staphylococcus aureus (100%) serta jamur Candida albicans (33.34%) pada sediaan racikan cair. Adanya hubungan yang lemah dan tidak signifikan antara kesesuaian aspek peracikan berdasarkan pedoman USP <795> p=0.554 (p<0.05) serta adanya hubungan yang kuat dan signifikan antara kesesuaian prosedur peracikan berdasarkan SPO IAI pusat terhadap kualitas sediaan p=0.007 (p<0.05). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa kesesuaian prosedur  peracikan berdasarkan SPO IAI memiliki hubungan yang kuat dan signifikan terhadap kualitas sediaan, tetapi masih banyak aspek kualitas sediaan yang tidak memenuhi syarat dan memiliki hubungan yang lemah terhadap aspek peracikan berdasarkan pedoman USP <795>, sehingga perlunya sosialisasi, monitoring dan evaluasi terkait prosedur operasional kepada tenaga peracik yang ada di pelayanan kefarmasian khususnya di apotek Kabupaten Pekalongan.