Rafiki, Riyadi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kebijakan Pendidikan dalam Konteks Meningkatkan Pembelajaran melalui Guru Penggerak Nurwanci, Silvia; Gantina, Gantina; Rafiki, Riyadi; Halimah, Leli
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 10 No 2 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i2.1645

Abstract

Kebijakan Pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang berpusat pada siswa melalui berbagai inovasi dan intervensi, salah satunya adalah Program Guru Penggerak. Guru Penggerak merupakan program pemerintah yang dirancang untuk memberdayakan guru sebagai pemimpin pembelajaran yang inovatif dan inspiratif dalam lingkup sekolah dan komunitas pendidikan yang lebih luas. Program ini mendorong guru untuk berperan aktif sebagai agen perubahan, mengedepankan pembelajaran yang memfasilitasi perkembangan karakter, kompetensi, dan kreativitas siswa. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk mengkaji isu yang dibahas dengan mengelaborasi berbagai sumber seperti jurnal, buku, dan literatur lain yang relevan. Melalui analisis dan sintesis informasi dari sumber-sumber tersebut, penelitian ini bertujuan memperdalam pemahaman terhadap topik yang dikaji. Melalui pendekatan berbasis proyek, kolaborasi, serta refleksi praktik mengajar, Guru Penggerak diharapkan dapat mengembangkan kemampuan pedagogik, kepemimpinan, dan keterampilan komunikasi yang mendukung pembelajaran aktif. Implementasi kebijakan ini menghadapi berbagai tantangan, seperti perubahan pola pikir, penyesuaian kurikulum, serta peningkatan sarana dan prasarana pendidikan. Namun, dengan dukungan kebijakan yang konsisten dan kolaborasi dari pemangku kepentingan, Guru Penggerak diyakini mampu meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat ekosistem pembelajaran, dan menghasilkan generasi yang adaptif, kreatif, serta berdaya saing tinggi.
Menghadapi Krisis Pendidikan Indonesia: Perspektif Thomas Kuhn Mengenai Revolusi Paradigma Rafiki, Riyadi; Herlambang, Yusuf Tri
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 10 No. 3 (2025): September 2025 Edition
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i3.2108

Abstract

Pendidikan Indonesia mengalami sebuah krisis yang menjadi sebuah tantangan terbesar sebagai usaha mewujudkan masyarakat dengan daya saing cakupan global. Permasalahan tersebut menjadi anomali bahkan krisis seperti aspek seperti pengajaran, infrastruktur, hingga rendahnya relevansi kurikulum dengan tantangan dan tuntutan zaman. Hal tersebut menegaskan perlunya pembaruan secara urgensi dari sistemik serta transformasi bersifat komprehensif mengenai pendidikan dalam menciptakan generasi unggul, kompeten, memiliki daya saing secara global, dan yang terpenting adalah berkarakter luhur. Tujuan penelitian ini adalah akan membahas krisis-krisis yang terjadi dalam dunia pendidikan dan inovasi-inovasi terbaru dalam menyelesaikan krisis tersebut dengan menggunakan perspektif Thomas Kuhn mengenai revolusi paradigma. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur atau sering disebut studi pustaka (library research) dalam mencari sumber-sumber relevan dan berkualitas untuk menghasilkan kajian yang berkualitas. Metode ini berkaitan perihal kajian teoritis serta referensi lain berkaitan perihal nilai, norma, budaya untuk berkembang seperti situasi sosial yang sedang diteliti, serta data diperoleh dari data bersifat relevan mengenai permasalahan atau topik yang diangkat dalam, studi pustaka ini memiliki beberapa sumber seperti buku, jurnal, artikel, peneliti terdahulu. Hasil dari penelitian ini adalah terkait krisis-krisis yang terjadi sudah ada beberapa tawaran paradigma-paradigma kecil untuk mengatasi krisis pendidikan terkhusus di Indonesia maka upaya tersebut tersebut setidaknya permasalahan di pendidikan Indonesia bisa diselesaikan satu persatu walaupun belum menjadi normal sains yang baru.