Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pola Komunikasi Pengelola Masjid Jami’ Al-Azhar Dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Berkurban  Di Kelurahan Gunung Sari Kota Makassar Sutarmin Batalipu; Dahlan Lama Bawa; Amri Amir
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 3 (2025): MARET 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui Pola Komunikasi Pengelola Masjid Jami’ Al-Azhar Dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Berkurban di Kelurahan Gunung Sari Kota Makassar. (2) Mengetahui Kesadaran Masyarakat Berkurban di Masjid Jami’ Al-Azhar Kelurahan Gunung Sari Kota Makassar. (3) Mengetahui Faktor Penghambat dan Pendukung Pengelola Masjid Jami’ Al-Azhar Dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Berkurban di Kelurahan Gunung Sari Kota Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yaitu penelitian yang analisis datanya lebih objektif dan deskriftif. Dalam peneltian ini teknik pengumupulan data yang digunakan oleh peneliti adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan di Masjid Jami’ Al-Azhar Kelurahan Gunung Sari Kota Makassar. Adapun hasil penelitian ini adalah pengelola masjid dalam meningkatkan kesadaran masyarakat berkurban, pengelola kurban menggunakan beberapa Komunikasi yaitu (1) Komunikasi melalui corong/toa masjid di setiap hari Jumat. (2) Komunikasi personal yang melibatkan penyampaian informasi antar individu dan kelompok. (3) Komunikasi massal melalui kelompok-kelompok arisan. (4) Komunikasi persuasif adalah proses penyampaian pesan yang dirancang untuk memengaruhi, membujuk, atau mengubah perilaku, pendapat, atau keputusan orang lain. Kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam berkurban dapat meningkat melalui pemahaman yang baik tentang ibadah kurban, meskipun partisipasi menurun akibat kurangnya pemahaman agama dan keterbatasan ekonomi. Oleh karena itu, komunikasi efektif antara pengelola masjid dan masyarakat serta peningkatan pemahaman tentang ibadah kurban sangat diperlukan. Adapun faktor penghambat yaitu kesalahpahaman antara pengelola hewan kurban dan masyarakat terkait pembagian daging kurban, dan faktor pendukung yaitu pengelola sudah dipercaya oleh masyarakat.