Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analisis Pengaruh Model Pembelajaran Connecting Organizing Reflecting Extending (Core) Pada Pembelajaran Ipa Di Kelas V Sd/Mi Debi Febianto; Septia Zeliana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i1.80

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan-permasalahan yang terjadi pada pembelajaran IPA dikelas V SD/MI. Diantara solusi yang dapat dilakukan yaitu dengan menggunakan model pembelajaran CORE (connecting organizing reflecting extending). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rancangan model pembelajaran CORE (connecting organizing reflecting extending), menganalisis langkah-langkah model CORE (connecting organizing reflecting extending) serta menganalisis keunggulan dan kelemahan model pembelajaran CORE (connecting organizing reflecting extending) pada pembelajaran IPA dikelas V SD/MI. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif analitis dengan metode library research(Kajian Pustaka). Sumber data penelitian ini seperti jurnal dan buku-buku yang terkait dengan penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu pencatatan penelitian dan teknik analisis data menggunakan content anayisis. Hasil analisis yang penulis lakukan menunjukkan bahwa rancangan model pembelajaran CORE berupa RPP pada pembelajaran IPA dikelas V SD/MI berpedoman dengan peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 22 tahun 2016 tentang standar proses pendidikan dasar dan menengah dan permendikbud Nomor 103 Tahun 2014 yang didalamnya terdapat LKPD yang disesuaikan dengan salah satu indikator kemampuan abad 21 yaitu berfikir kritis. Dalam rancangan tersebut terdapat langkah-langkah yaitu tahap connecting, organizing, reflecting, extending yang diperkirakan mampu menyelesaikan permasalahan pada pembelajaran IPA dikelas V SD/MI hal ini disebabkan karena model CORE memiliki keunggulan-keunggulan seperti dapat mengembangkan keaktifan dan memberikan pembelajaran yang bermakna, mengembangkan dan melatih daya ingat peserta didik tentang suatu konsep dalam materi pembelajaran dan mengembangkan daya berfikir kritis sekaligus mengembangkan keterampilan pemecahan suatu masalah IPA di kelas V SD/MI.
Model Cooperatif Leraning Tipe Auditory, Intelectually, Repetition Pada Keterampilan Berbicara Debi Febianto; Reza Nopita
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 2 No. 2 (2024): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v2i2.176

Abstract

Banyak alternatif yang dapat digunakan oleh guru untuk merangsang daya kreativitas siswa dan memancing keterampilan siswa untuk aktif berbicara, salah satunya dengan menggunakan model pembelajaran yang inovatif dan efektif merangsang kecerdasan berpikir. Model Cooperatif Leraning Tipe Auditory, Intelectually, Repetition Pada Keterampilan Berbicara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui model pembelajaran Cooperatif Learning Tipe Auditory Intelectually Repetition pada Keterampilan Berbicara, dan untuk memadupadankan dengan setiap langkah pembelajaran kurikulum 2013 dengan keterampilan berbicara. Metode penelitian yang digunakan adalah Studi Kepustakaan (Library Research). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Sumber primernya yaitu dokumen (artikel jurnal, atau disertasi, tesis, skripsi) yang ditulis oleh seseorang yang melakukan penelitian, atau yang telah memformulasikan teorinya atau pandangan-pandangannya dan dipaparkan dalam suatu dokumen. Sedangkan untuk data sekundernya terdiri dari Al-Qur’an, jurnal, dokumen yang berkaitan dengan hasil belajar tema 3 subtema 1. Sumber data sekunder yang penulis dapat yaitu di perpustakaan Fakultas tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang, serta meliputi bibliografi buku-buku teks. Dalam hal ini penulis mengambil dari buku-buku yang berkaitan langsung dengan pembahasan Model Air, dan buku yang berkenaan dengan keterampilan berbicara, serta buku tema pegangan guru dan siswa. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa model Cooperatif Learning Tipe Auditory Intelectually Repetition memberikan pengaruh terhadap keterampilan berbicara. Hal ini dapat dilihat pada setiap langkah pembelajaran kurikulum 2013 pada syntak model Cooperatif Learning Tipe Auditory Intelectually Repetition pada keterampilan berbicara.
Analisis Model Pembelajaran Rolle Playing dan Implikasi dalam Pembelajaran pada Sekolah Dasar Debi Febianto; Sasmi Nelwati; AfdalIlham Dani
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 2 No. 1 (2024): Januari - Maret
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v2i1.177

Abstract

Penelitian ini di latarbelakangi oleh Salah satu model pembelajaran yang menyenangkan yang dapat diterapkan dalam pembelajaran IPS adalah model role playing.   Dengan menerapkan model role playing, peserta didik dapat bertindak dan mengekspresikan perasaan dan pendapatnya tanpa sanksi. Mereka dapat mengulangi dan mendiskusikan masalah (isu) personal dan manusiawi tanpa merasa cemas, juga dengan bermain peran memungkinkan dan memperkenankan para siswa untuk mengidentifikasi situasi-situasi dunia nyata dan gagasan-gagasan lainnya. Hasil identifikasi ini bermakna terhadap perubahan tingkah laku dan  sikap sebagai mana mereka menghayati watak orang lain itu. Dengan cara ini, siswa berada dalam suasana yang relatif aman dan terkendali untuk mengeksplorasi dan mempertunjukan masalah-masalah diantara kelompok dan individu.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui secara mendalam rancangan model pembelajaran rolle playing di MI/SD, mengetahui secara mendalam implikasi model pembelajaran rolle playing dalam pembelajaran MI/SD, mengetahui secara mendalam keunggulan model pembelajaran rolle playing dalam pembelajaran MI/SD. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pustaka. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan melakukan kategorisasi yang kemudian diinterpretasikan secara deskriptif-analisis (menggambarkan terhadap data yang telah terkumpul kemudian memilih dan memilah data yang diperlukan yang sesuai dengan pembahasan dalam penelitian ini). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa analisis pelaksanaan rolle playing dapat membantu proses pembelajaran di MI/SD. Dapat dibuktikan dari 10 artikel jurnal hanya 6 artikel jurnal yang relevan dalam peningkatan hasil belajar.
Analysis of Connotative Meaning in Five Songs in the Album "Menari Dengan Bayangan" by Baskara Putra as Teaching Material in Poetry Learning Debi Febianto; Asa Yuliara
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 3 No. 1 (2025): Januari - Maret
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v3i1.283

Abstract

Music, which involves sound and rhythm, is often used as a form of expression or entertainment, and song lyrics as a form of poetry have similar aspects to poetry, such as rhythm, rhyme, metaphor and emotional expression. In a song lyric, the connotation meaning, both positive and negative, is an important element in understanding the implied message in the song lyrics. This study uses a qualitative descriptive analysis method with a semantic content analysis approach to identify and classify connotative meanings in five songs, namely Membasuh, Secukupnya, Rumah ke Rumah, Efisiensi, and Untuk Apa / Untuk apa, which are included in the album "Menari dengan Bayangan" by Baskara Putra. The results of the analysis of the five songs can be calculated as follows: the song Membasuh found 16 or the equivalent of 16.33% of words or phrases containing connotative meaning. The second song, the song Secukupnya found 28 or equivalent to 16.18% of words or phrases containing connotative meaning. The third song, Rumah ke Rumah found 17 or equivalent to 7.69% of words or phrases containing connotative meaning. The fourth song, the song Efisiensi found 16 or equivalent to 16.33% of words or phrases containing connotative meaning. And the last song, the song Untuk Apa/ntuk apa found 44 or equivalent to 25.29% of words or phrases containing connotative meaning. Of the five songs that have been analyzed in general, there is an average percentage of words or phrases that contain connotative meaning of 15.5%
Model Cooperatif Leraning Tipe Auditory, Intelectually, Repetition Pada Keterampilan Berbicara Debi Febianto; Reza Nopita
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 2 No. 2 (2024): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v2i2.176

Abstract

Banyak alternatif yang dapat digunakan oleh guru untuk merangsang daya kreativitas siswa dan memancing keterampilan siswa untuk aktif berbicara, salah satunya dengan menggunakan model pembelajaran yang inovatif dan efektif merangsang kecerdasan berpikir. Model Cooperatif Leraning Tipe Auditory, Intelectually, Repetition Pada Keterampilan Berbicara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui model pembelajaran Cooperatif Learning Tipe Auditory Intelectually Repetition pada Keterampilan Berbicara, dan untuk memadupadankan dengan setiap langkah pembelajaran kurikulum 2013 dengan keterampilan berbicara. Metode penelitian yang digunakan adalah Studi Kepustakaan (Library Research). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Sumber primernya yaitu dokumen (artikel jurnal, atau disertasi, tesis, skripsi) yang ditulis oleh seseorang yang melakukan penelitian, atau yang telah memformulasikan teorinya atau pandangan-pandangannya dan dipaparkan dalam suatu dokumen. Sedangkan untuk data sekundernya terdiri dari Al-Qur’an, jurnal, dokumen yang berkaitan dengan hasil belajar tema 3 subtema 1. Sumber data sekunder yang penulis dapat yaitu di perpustakaan Fakultas tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang, serta meliputi bibliografi buku-buku teks. Dalam hal ini penulis mengambil dari buku-buku yang berkaitan langsung dengan pembahasan Model Air, dan buku yang berkenaan dengan keterampilan berbicara, serta buku tema pegangan guru dan siswa. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa model Cooperatif Learning Tipe Auditory Intelectually Repetition memberikan pengaruh terhadap keterampilan berbicara. Hal ini dapat dilihat pada setiap langkah pembelajaran kurikulum 2013 pada syntak model Cooperatif Learning Tipe Auditory Intelectually Repetition pada keterampilan berbicara.
Analisis Model Pembelajaran Rolle Playing dan Implikasi dalam Pembelajaran pada Sekolah Dasar Debi Febianto; Sasmi Nelwati; AfdalIlham Dani
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 2 No. 1 (2024): Januari - Maret
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v2i1.177

Abstract

Penelitian ini di latarbelakangi oleh Salah satu model pembelajaran yang menyenangkan yang dapat diterapkan dalam pembelajaran IPS adalah model role playing.   Dengan menerapkan model role playing, peserta didik dapat bertindak dan mengekspresikan perasaan dan pendapatnya tanpa sanksi. Mereka dapat mengulangi dan mendiskusikan masalah (isu) personal dan manusiawi tanpa merasa cemas, juga dengan bermain peran memungkinkan dan memperkenankan para siswa untuk mengidentifikasi situasi-situasi dunia nyata dan gagasan-gagasan lainnya. Hasil identifikasi ini bermakna terhadap perubahan tingkah laku dan  sikap sebagai mana mereka menghayati watak orang lain itu. Dengan cara ini, siswa berada dalam suasana yang relatif aman dan terkendali untuk mengeksplorasi dan mempertunjukan masalah-masalah diantara kelompok dan individu.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui secara mendalam rancangan model pembelajaran rolle playing di MI/SD, mengetahui secara mendalam implikasi model pembelajaran rolle playing dalam pembelajaran MI/SD, mengetahui secara mendalam keunggulan model pembelajaran rolle playing dalam pembelajaran MI/SD. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pustaka. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan melakukan kategorisasi yang kemudian diinterpretasikan secara deskriptif-analisis (menggambarkan terhadap data yang telah terkumpul kemudian memilih dan memilah data yang diperlukan yang sesuai dengan pembahasan dalam penelitian ini). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa analisis pelaksanaan rolle playing dapat membantu proses pembelajaran di MI/SD. Dapat dibuktikan dari 10 artikel jurnal hanya 6 artikel jurnal yang relevan dalam peningkatan hasil belajar.
Analysis of Connotative Meaning in Five Songs in the Album "Menari Dengan Bayangan" by Baskara Putra as Teaching Material in Poetry Learning Debi Febianto; Asa Yuliara
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 3 No. 1 (2025): Januari - Maret
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v3i1.283

Abstract

Music, which involves sound and rhythm, is often used as a form of expression or entertainment, and song lyrics as a form of poetry have similar aspects to poetry, such as rhythm, rhyme, metaphor and emotional expression. In a song lyric, the connotation meaning, both positive and negative, is an important element in understanding the implied message in the song lyrics. This study uses a qualitative descriptive analysis method with a semantic content analysis approach to identify and classify connotative meanings in five songs, namely Membasuh, Secukupnya, Rumah ke Rumah, Efisiensi, and Untuk Apa / Untuk apa, which are included in the album "Menari dengan Bayangan" by Baskara Putra. The results of the analysis of the five songs can be calculated as follows: the song Membasuh found 16 or the equivalent of 16.33% of words or phrases containing connotative meaning. The second song, the song Secukupnya found 28 or equivalent to 16.18% of words or phrases containing connotative meaning. The third song, Rumah ke Rumah found 17 or equivalent to 7.69% of words or phrases containing connotative meaning. The fourth song, the song Efisiensi found 16 or equivalent to 16.33% of words or phrases containing connotative meaning. And the last song, the song Untuk Apa/ntuk apa found 44 or equivalent to 25.29% of words or phrases containing connotative meaning. Of the five songs that have been analyzed in general, there is an average percentage of words or phrases that contain connotative meaning of 15.5%