Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Meta-Analysis: Effectiveness of Health Education Based on Health Belief Model in Type 2 Diabetes Mellitus Patients Afniratri, Atika; Tamtomo, Didik Gunawan; Murti, Bhisma
Journal of Health Promotion and Behavior Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26911/thejhpb.2024.09.02.04

Abstract

Background: The effectiveness of health education based on the Health Belief Model in diabetes mellitus patients can improve diabetes mellitus prevention behavior. This study aimed to determine the effect of the application of the Health Belief Model on health education in patients with diabetes mellitus. Subjects and Method: A systematic review and meta-analysis was performed using the PRISMA guidelines and the PICO model including Population= Type 2 diabetes patients; Intervention = Education based on the Health Belief Model; Comparison= Not using an educational method based on the Health Belief Model; Outcome= Perceived vulnerability, Perceived compliance, Perceived benefits, Perceived obstacles. Articles are collected from PubMed, Science Direct, and Google Schoolar. The keywords used “Health Belief Model” AND “DM” OR “Diabetes Mellitus” AND “Type-2”. A total of 8 articles met the inclusion criteria, namely primary full text paper, randomized controlled trial study design, based on the Health Belief Model, and outcomes in the form of perceptions of vulnerability, perceived compliance, perceived benefits, perceived obstacles for the meta-analysis were then assessed using RevMan 5.3. Results: Meta-analyses from Iran, India and Turkey showed that diabetes patients who were given education had an average perceived susceptibility score 1.37 units higher than those without education (SMD= 1.37; 95% CI= 0.74 to 2.01; p= 0.050). Diabetes patients who received education or education had an average severity perception score of 0.86 units higher than those without education (SMD= 0.86; 95% CI= 0.23 to 1.48; p= 0.007). Diabetes patients who received education on average had a perceived benefit score of 1.02 units higher than those who did not receive education (SMD= 1.02; 95% CI= 0.54 to 1.50; p < 0.001). Conclusion: Education based on the health belief model is effective for increasing perceptions of vulnerability, perceptions of adherence, and perceptions of benefits in diabetes patients with type 2 diabetes mellitus.
Terapi Akupunktur Untuk Atasi Nyeri dan Adiksi Narkoba di Panti Rehabilitasi Seuramo Mulya Aceh (SURYA) Gampong Ceurih Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh Muhibuddin, Muhibuddin; Prisilia K.N, Ayunda; Vikia Murti, Mehdya; Afniratri, Atika; A.L, Nurcahyo; Nur Halizah, Afifah; Saleh, Muhammad; Kismullah, Fazil
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/evk8kj70

Abstract

Yayasan Seuramo Mulya Aceh (SURYA) merupakan Yayasan yang bergerak di bidang Rehabilitasi penyalahgunaan Napza. yang beralamat di Jln Jurong Dagang, Ceurih, Kec. Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Yayasan ini didiran pada tahun 2016, keberadaan Yayasan ini telah melakukan berhasil menolong para pecandu narkoba sebanyak ± 500 orang, namun beberapa diantaranya juga mengalami kekambuhan (Relapse). Pada Pengabdian kepada Masyarakat tahun ini Akademi Akupunktur Aceh bekerjasama dengan Yayasan Seuramo Mulya dan Himpunnan Mahasiswa Diploma III Akupunktur (HIMADIA) menggelar Pengabdian Masyarakat yang bertajuk Terapi Akupunktur Untuk Atasi Nyeri dan Adiksi Narkoba yang dilaksanakan pada tanggal 31 Mei 2025. Adapun pelaksanaan pengabmas ini di ikuti oleh 37 orang yang terdiri dari 15 orang residen adiksi Napza dan 22 orang dari unsur masyarakat setempat. Pelaksanaan Pengabmas diwarnai dengan beberapa rangkaian kegiatan yaitu, penyuluhan Kesehatan yang bertajuk lima tahapanan perubahan perilaku adiksi narkoba, Scrining Kesehatan, dan Terapi Akupunktur untuk atasi Nyeri dan Adiksi narkoba. Berdasarkan hasil scrining Kesehatan yang dilakukan untuk menditeksi, kadar glukosa darah sewaktu-waktu, koleterol dan Asam urat, ditemukan sebanyak 4 orangmengalami Asam urat, 4 orang dengan kolesterol yang tinggi dan 4 orang dengan Kadar Gula Daerah Sewaktu (KGDS) diatas ambang normal. Selanjutnya Akupuntur Terapis dari Akademi Akupunktur Aceh juga melakukan terapi akupunktur pada residen adiksi narkoba dan masyarakat berdasarkan pengkajian yang telah dilakukan ditemukan sebanyak 22 orang mengalami low back pain dan selebihnya sekitar 15 orang dengan adiksi napza. Pada residen dan masyarakat yang mengalami kelebihan dan dibawah batas normal dari hasil pemeriksaan Kadar Glukosa Darah, Kolesterol dan Asam Urat telah di lakukan edukasi agar masyarakat memiliki pola makan yang baik dan rajin melakukan aktivitas fisik, agar KGD, kolesterol dam Asam urat berada pada ambang normal. Demikian juga dengan reseden dan masyarakat yang yang memiliki keluhan lowback pain dan adiksi narkoba selain dilakukan terapi akupunk juga diberikan edukasi untuk menjadi kesehatan melalui pola makan yang baik dan melakukan aktivitas fisik menimal 30 menit setiap hari.
Meta-Analysis: Effectiveness of Health Education Based on Health Belief Model in Type 2 Diabetes Mellitus Patients Afniratri, Atika; Tamtomo, Didik Gunawan; Murti, Bhisma
Journal of Health Promotion and Behavior Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26911/thejhpb.2024.09.02.04

Abstract

Background: The effectiveness of health education based on the Health Belief Model in diabetes mellitus patients can improve diabetes mellitus prevention behavior. This study aimed to determine the effect of the application of the Health Belief Model on health education in patients with diabetes mellitus. Subjects and Method: A systematic review and meta-analysis was performed using the PRISMA guidelines and the PICO model including Population= Type 2 diabetes patients; Intervention = Education based on the Health Belief Model; Comparison= Not using an educational method based on the Health Belief Model; Outcome= Perceived vulnerability, Perceived compliance, Perceived benefits, Perceived obstacles. Articles are collected from PubMed, Science Direct, and Google Schoolar. The keywords used “Health Belief Model” AND “DM” OR “Diabetes Mellitus” AND “Type-2”. A total of 8 articles met the inclusion criteria, namely primary full text paper, randomized controlled trial study design, based on the Health Belief Model, and outcomes in the form of perceptions of vulnerability, perceived compliance, perceived benefits, perceived obstacles for the meta-analysis were then assessed using RevMan 5.3. Results: Meta-analyses from Iran, India and Turkey showed that diabetes patients who were given education had an average perceived susceptibility score 1.37 units higher than those without education (SMD= 1.37; 95% CI= 0.74 to 2.01; p= 0.050). Diabetes patients who received education or education had an average severity perception score of 0.86 units higher than those without education (SMD= 0.86; 95% CI= 0.23 to 1.48; p= 0.007). Diabetes patients who received education on average had a perceived benefit score of 1.02 units higher than those who did not receive education (SMD= 1.02; 95% CI= 0.54 to 1.50; p < 0.001). Conclusion: Education based on the health belief model is effective for increasing perceptions of vulnerability, perceptions of adherence, and perceptions of benefits in diabetes patients with type 2 diabetes mellitus.
Pengaruh Pemberian Terapi Akupunktur Dikombinasi Dengan Ultrasound Pada Pasien Keluhan Nyeri Bahu Afniratri, Atika; Halizah, Afifah Nur; Saleh, Muhammad; Zein, Renni Hidayati
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 18 No. 2 (2025): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v18i2.1262

Abstract

Nyeri bahu merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang sering dijumpai dan menempati urutan ketiga setelah keluhan punggung dan leher. Sekitar 8–13% cedera atletik melibatkan sendi bahu, dengan penyebab utama antara lain gangguan rotator cuff, adhesive capsulitis (bahu beku), dan osteoartrosis sendi glenohumeral. Gejala dapat muncul secara tiba-tiba, terutama nyeri pada malam hari, atau berkembang secara bertahap saat pergerakan sendi. Apabila tidak ditangani secara optimal, nyeri bahu dapat menurunkan kualitas hidup, membatasi aktivitas fungsional, serta mengganggu produktivitas individdan efektif secara klinis untuk membantu penyembuhan dan pemulihan pada pasien stroke. penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan pre-eksperimen dan one group pretest-posttest design. Populasi penelotian ini seluruh pasien nyeri bahu di fasilitas pelayan Kesehatan. Sampel penelitian berjumlah 30 orang yang memenuhi kriteria insklusi Subjek penelitian wanita dan pria berusia 40-55 tahun. Subjek penelitian nyeri bahu dengan skala nyeri 4-7 dan ekslusi terapi akupuntur dengan kombinasi ultrasound melakukan terapi 4-6 kali. Tingkat nyeri lutut menggunakan Numerical Pain Rating Scale (NPRS) (skala 0-10) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan penurunan skor nyeri rata-rata yang signifikan dengan intervensi akupunktur kombinasi dengan ultrasound. Skor nyeri rata-rata sebelum terapi adalah 7.23, dan setelah terapi menurun menjadi 2.43, dengan perbedaan rata-rata sebesar 4,80 poin. Uji normalitas Shapiro Wilk menunjukkan bahwa data skor nyeri berdistribusi tidak normal, namun uji Wilcoxon Signed Rank menunjukkan nilai signifikasi p>0.005, menandakan adanya perbedaan yang bermakna.