Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Penyuluhan Tuberkulosis Terhadap Pengetahuan, Sikap, Tindakan Masyarakat di Desa Sibowi Wilayah Kerja Puskesmas Kamaipura: Community Service Report: The Influence of Tuberculosis Education on Community Knowledge, Attitudes and Actions in Sibowi Village Kamaipura Community Health Center Working Area Sfandy Rusly; Tri Rizkiyanti Alwi; Yulfiana; Anik Wijayanti; Fitriana; Priescilla Arlyani; Sunarsih; Meylan Adam; Dewati Kahar; Nur Ain; Tarknkhimba; Fauzia Dedi; Idal Fitri; Rizkah; Budiman; Fathurrahmi; Basri Umar; Veni Mornalita
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 2: Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i2.7204

Abstract

Latar belakang: Masalah tuberkulosis (TBC) ini merupakan masalah yang telah lama dihadapi berbagai negara di dunia, Pemerintah memiliki komitmen kuat untuk segera mencapai eliminasi TBC pada tahun 2030, WHO melaporkan kasus TB secara global bahwa estimasi jumlah orang terdiagnosis TB tahun 2021 secara global sebanyak 10,6 juta kasus atau naik sekitar 600.000 kasus dari tahun 2020 yang diperkirakan 10 juta kasus TBC. Dari data yang diambil oleh peneliti pada petugas kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Kamaipura Kabupaten Sigi mengatakan terdapat 12 penderita TB didesa Sibowi. Tujuan: Untuk melihat pengaruh penyuluhan tuberkulosis terhadap pengetahuan, sikap, tindakan masyarakat di Desa Sibowi Wilayah Kerja Puskesmas Kamaipura Kabupaten Sigi. Metode:Desain penelitian yang digunakan adalah preexperimental design dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 20 Responden (Total populasi). Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon signed Rank test (data tidak berdistribusi normal) uji paired sample t-test (data berdistribusi normal) Hasil:. tidak terdapat pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan dengan hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,221 (>0,05), Terdapat pengaruh penyuluhan terhadap Sikap dengan hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,001 (<0,05), Terdapat Pengaruh Penyuluhan terhadap Tindakan Hasil uji Paired Sample t-Test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05). Kesimpulan: variabel pengetahuan tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara penyuluhan tuberkulosis terhadap peningkatan pengetahuan responden sebelum dan sesudah penyuluhan namun pada variabel sikap dan tindakan ada pengaruh yang signifikan antara penyuluhan tuberkulosis terhadap peningkatan sikap dan Tindakan responden sebelum dan sesudah penyuluhan.
INORGANIC OXIDE SYNTHESIS FROM ACEH BOVINE BONE USING THE PRECIPITATION METHOD FOR BIOMASS TRANSESTERIFICATION Amlia, Nisa; Ramli, Muliadi; Rossani, Ratu Balqis; Mitaphonna, Rara; Lubis, Surya; Idris, Nasrullah; Saiful, Saiful; Fathurrahmi
Walisongo Journal of Chemistry Vol. 8 No. 2 (2025): Walisongo Journal of Chemistry
Publisher : Department of Chemistry Faculty of Science and Technology UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wjc.v8i2.28937

Abstract

Inorganic oxide nanoparticles synthesized from Aceh bovine bone were successfully prepared using the precipitation method, with pH variations of 8 and 10 adjusted using NH₄OH as the precipitating agent and pH regulator. The resulting nanocatalysts were characterized using XRD, FTIR, and SEM-EDX, and their catalytic activity was evaluated through the transesterification of RBDPO. XRD and FTIR analyses confirmed the presence of hydroxyapatite (Ca₁₀(PO₄)₆(OH)₂), calcium oxide (CaO), and calcium carbonate (CaCO₃) as the main components in catalysts synthesized at pH 8 and pH 10. SEM micrographs revealed spherical particle morphologies, while EDX analysis showed calcium as the dominant element, with contents of 55.44% and 57.19%, respectively. The average crystallite sizes, calculated using the Debye–Scherrer equation, were 31.63 nm (CB-P8C) and 31.31 nm (CB-P10C). Catalytic activity tests demonstrated that the catalyst synthesized at pH 10 exhibited higher performance, achieving a biodiesel yield of 98.11%, compared to 92.66% for the catalyst synthesized at pH 8. Quality assessment of both biodiesel samples confirmed that their acid values, density, and viscosity met the Indonesian National Standard (SNI 04-7182-2015). This approach highlights a sustainable pathway for converting biowaste into efficient catalysts for green fuel production.