Imdad, Muhamad Khabib
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SIMBOLISASI WAQF DAN IBTIDĀ’ PADA MANUSKRIP MUSHAF AL-QUR’AN ABAD 19 DI SURAKARTA : KAJIAN ATAS NASKAH SAYYID IBRĀHĪM BIN ‘ABDULLĀH AL-JUFRĪ Imdad, Muhamad Khabib; Ismail, Ecep
Al-Bayan: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Tafsir Vol 9 No 2 (2024): Al-Bayan : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Quranic and Tafsir studies Programme at Ushuluddin Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-bayan.v9i2.40573

Abstract

Tulisan ini mengkaji salah satu manuskrip mushaf al-Qur’an yang tersimpan di Masjid Agung Keraton Surakarta , yakni salinan Sayyid Ibrahim bin ‘Abdullah al-Jufri. Naskah tersebut memiliki banyak hal eksentrik yang sangat menarik untuk dikaji lebih jauh. Salah satu yang kemudian menjadi kajian dalam tulisan ini adalah berkaitan dengan aspek waqf dan ibtidā’ dengan simbol yang berbeda dengan mushaf-mushaf yang beredar dan menjadi bacaan masyarakat di Indonesia. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode kajian kepustakaan (library research) yakni melakukan pengkajian literatur baik dengan membaca, menelaah, atau menganalisis berbagai sumber. Adapun metode pengumpulan data dengan observasi, dokumentasi, wawancara, dan digitalisasi. Sementara analisis data yang dipakai adalah dengan metode deskriptif-analitif, yakni mendeskripsikan data yang berkaitan dengan objek kajian, hasilnya kemudian dianalisis secara kritis. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan metode filologi, yakni metode edisi naskah tunggal. Sumber primer penelitian ini adalah manuskip mushaf al-Qur’an Tuan Sayyid Ibrāhīm al-Jufri, sementara sumber sekunder diambil dari data literatur yang relevan dengan tema penelitian. Berdasarkan hasil pengkajian, diketahui bahwa manuskrip mushaf al-Qur’an Sayyid Ibrahim al-Jufri ini menerapkan simbolisasi waqf dan ibtidā’ dengan lima model, yakni " تــــ" (waqf tām), “ ک ” (waqf kāfīy), “ح” (waqf hasan), "لازم" (waqf lazim), dan “" نبوي (waqf Nabawiy).
Heterogenitas Ulumul Qur’an dalam Manuskrip Mushaf Al-Qur’an Imdad, Muhamad Khabib
SUHUF Vol 18 No 1 (2025)
Publisher : Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22548/shf.v18i1.1174

Abstract

This study discusses the heterogeneity of the ulumul qur'an in the ancient mushaf stored in the Great Mosque of the Surakarta Palace, namely in the use of rasm and qira'at aspects. The mushaf is a collection of Sinuhun Pakubuwana X written by Sayyid Ibrahim bin 'Abdullah al-Jufri in the mid-19th century AD. This research is qualitative research using the library research method. The data collection methods applied were observation, documentation, interviews and digitalization, while data analysis used was the descriptive-analytical method. Through this article it can be seen that the mushaf uses two rasm, namely rasm usmani and imla‘i, while in Indonesia it is more common to use only rasm usmani. This phenomenon has similarities with several other findings made by a number of researchers, but this is found in several mushafs such as in Klaten, Bali, Bonjol and Payakumbuh, and Subang. Meanwhile, from the aspect of qira'at, the mushaf mixes the reading model of Imam Nafi' with rawi Qalun, Imam Abu 'Amr rawi ad-Durri, and Imam 'Asim rawi Ḥafs, whereas in the tradition of reading the Qur'an in Indonesia it is more common to use the model third reading.