Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Modern And Classic Wound Dressing Comparison In Wound Healing Jismer Panjaitan
VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober : VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/vitamedica.v2i4.315

Abstract

Wound care has also developed rapidly after the dissemination of the concept of TIME (Tissue, Infection, Moisture, and Wound Edge) in modern dressing (MD). The aim of this study was to compare modern dressings (MDs) and classic dressings (CDs) in terms of patient comfort, cost effectiveness and wound healing. A prospective study design with total of 25 participants. The sampling technique used was consecutive sampling. Patient comfort was assessed through the frequency of wound care and pain scale using the Visual Analogue Scale (VAS). Cost-effectiveness was assessed using direct and indirect costs. Wound healing was assessed using the Bates-Jensen Wound Assessment Tool (BWAT) score. The data was analyzed using the independent t and Mann-Whitney tests. The application of MD has the same cost-effectiveness as CD with a more satisfactory outcome for the wounds in terms of comfort and healing.
Penyuluhan Program Gerakan Lansia Sehat Sadar Penyakit Jismer Panjaitan; Chainny Rhamawan
Sevaka : Hasil Kegiatan Layanan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Februari : Sevaka : Hasil Kegiatan Layanan Masyarakat
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/sevaka.v3i1.314

Abstract

This community service project aims to raise awareness and knowledge about health among the elderly through the GERKASA-LASAKIT program (Movement for Healthy and Disease-Aware Seniors) in Dusun 1, Tanjung Anom Village, Deli Serdang Regency. This initiative is driven by the high prevalence of degenerative diseases and the lack of accurate information regarding the prevention and management of these diseases among seniors. Through comprehensive health education, it is hoped that the elderly can improve their quality of life by adopting a healthy lifestyle and gaining a better understanding of common illnesses they may face. The methods used in this project include health education sessions, practical training on early disease detection, and physical activities tailored to the physical condition of the elderly. Health education is provided by medical professionals and public health experts. Additionally, individual consultation sessions are held to offer more personalized care for each participant. The results of this activity show an increase in health knowledge and awareness among the elderly, as evidenced by high participation and enthusiasm in each session. Seniors involved in this program have also begun adopting healthier lifestyles, such as engaging in regular light exercise and having routine health check-ups. This project has successfully built a support network among the elderly, their families, and the local community, creating a more caring and health-conscious environment. Thus, the GERKASA-LASAKIT program makes a significant contribution to improving the quality of life for the elderly in Dusun 1, Tanjung Anom Village. The sustainability of this program is expected to serve as a model for other villages in efforts to enhance the welfare and health of the elderly at the local level
SOSIALISASI DAN SIMULASI MITIGASI BENCANA GEMPA BUMI PADA SISWA/I SMP SWASTA ADVENT KABANJAHE KABUPATEN KARO Selviana, Indah; Hartaulina Saragih; Herianto Bangun; Jismer Panjaitan; Eka Permata Sari Purba
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v6i2.6283

Abstract

Melihat buruknya dampak bencana alam gempa bumi yang dapat mengancam keberlangsungan hidup masyarakat terutama anak-anak, semakin membuktikan bahwa pendidikan mitigasi bencana alam sangat perlu untuk dilakukan. Kegiat pengabdian masyarakat mitigasi bencana dilakukan dengan sosialisasi ini di lakukan di sekolah SMP Swasta Advent Kabanjahe Kabupaten karo. Berbagai kegiatan dilakukan dengan pemaparan materi melalui presentasi dengan animasi digital, mengadakan tanya jawab dan diskusi, serta dilengkapi dengan simulasi di luar ruangan. Kerentanan yang dimiliki anak-anak dalam menghadapi dan menyikapi bencana alam tentu meningkatkan risiko yang harus segera dilakukan antisipasi dan pemahaman mendalam mengenai bencana alam. Dari hasil evaluasi yang dilakukan dengan pengamatan pada kegiatan simulasi didapatkan 75% atau sekitar 50 siswa memahami dengan baik cara-cara untuk menghadapi gempa bumi ketika di sekolah yaitu di halaman sekolah. Sebelum melakukan sosialisasi, para siswa hampir keseluruhan tidak mengetahui bagaimana cara mitigasi bencana gempa bumi dengan baik dan benar.
EDUKASI CARA MENJAGA KEBERSIHAN PADA PASIEN CONGESTIVE HEART FAILURE (CHF) PASCA OPERASI DI RS ADVENT MEDAN Saragih, Hartaulina; Indah Selviana; Herianto Bangun; Yusuf Panserito Hulu; Jismer Panjaitan
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : CHF, suatu penyakit kronis, meningkatkan risiko masalah, terutama pada mereka yang telah menjalani operasi jantung, karena jantung tidak mampu berfungsi dengan baik sebagai pompa. Sebagian disebabkan oleh kebiasaan kebersihan pribadi yang tidak memadai, pasien CHF pascaoperasi sangat rentan terhadap infeksi, termasuk infeksi luka operasi dan infeksi yang didapat di rumah sakit. Karena alasan ini, pengajaran tentang kebersihan kepada pasien merupakan komponen penting dalam perawatan keperawatan untuk membantu pemulihan mereka dan menurunkan risiko komplikasi pascaoperasi. Tujuan: penelitian ini adalah untuk mengevaluasi bagaimana pendidikan kesehatan mempengaruhi pengetahuan pasien CHF pascaoperasi di Rumah Sakit Advent Medan tentang cara menjaga kebersihan yang baik. Metode: Strategi yang digunakan adalah strategi edukatif, yaitu mengajarkan pasien CHF pascaoperasi tentang kebersihan pribadi, yang meliputi kebersihan fisik, kebersihan mulut, dan perawatan diri dasar. Tingkat pengetahuan pasien sebelum dan sesudah menerima pendidikan dibandingkan untuk menentukan efektivitas pendidikan. Setelah pendidikan kesehatan, temuan menunjukkan bahwa pasien lebih menyadari pentingnya mempraktikkan kebersihan pribadi yang tepat. Fungsi kebersihan dalam mencegah infeksi dan meningkatkan proses penyembuhan pascaoperasi menjadi lebih jelas bagi pasien. Hasil : Pasien terbukti menerapkan praktik kebersihan pribadi yang lebih sehat sebagai hasil dari edukasi yang diberikan secara terorganisir dan komunikatif. Kesimpulan: studi ini adalah bahwa pengajaran kebersihan kepada pasien dengan gagal jantung pasca operasi sangat penting untuk meningkatkan pemahaman dan praktik perawatan diri mereka. Edukasi ini, diharapkan, akan diintegrasikan ke dalam perawatan keperawatan berkelanjutan untuk menurunkan risiko masalah dan meningkatkan kualitas hidup pasien di Rumah Sakit Advent Medan yang sedang dalam masa pemulihan pasca operasi gagal jantung.