Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Terapi Wicara

Penerapan Metode Sensori Motor untuk Meningkatkan Kemampuan Artikulasi pada Anak dengan Disabilitas Intelektual: Studi Kasus Tunggal Sadiah, Hikmatun; Arif, Sarah; Ayu, Sekar; Putri, Zakkiyah
Jurnal Terapi Wicara Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Terapi Wicara (JAWARA)
Publisher : Akademi Terapi Wicara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59898/jawara.v2i1.22

Abstract

Several studies have shown that speech sound disorders in children with intellectual disabilities impact communication with their environment. They have more difficulty with expressive language and speech intelligibility than receptive. Interventions are needed to improve speech skills, especially in articulation skills. 
Penanganan Kasus Latah dengan Metode Counting Backward: Studi Kasus Tunggal Sadiah, Hikmatun; Fitri , Nur; Tangginas (22039), Tangginas
Jurnal Terapi Wicara Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Terapi Wicara
Publisher : Akademi Terapi Wicara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59898/jawara.v2i1.25

Abstract

Latah syndrome can be understood as a communication disorder because as a result of talkativeness the verbal interaction process does not run normally, impairs the smoothness of communication, and affects the individual's ability to interact effectively with other people. Latah is characterized by an excessive response to certain stimuli, which often interferes with the sufferer's daily life. Latah is a syndrome that is quite common in Indonesia, especially among women, but despite its high prevalence, the intervention methods used to treat latah have not been studied in depth.
Gambaran Kelancaran Bicara Pada Anak Usia Pra-Sekolah Sadiah, Hikmatun; Sweethela Putri, Ananda
Jurnal Terapi Wicara Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Terapi Wicara
Publisher : Akademi Terapi Wicara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59898/jawara.v2i2.33

Abstract

Latar belakang: Kelancaran bicara merupakan indikator penting perkembangan komunikasi anak usia pra sekolah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran kelancaran bicara pada anak usia dini dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode: Penelitian kuantitatif deskriptif ini melibatkan 213 anak berusia 4,5–7 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi dan uji ANOVA. Hasil: Gangguan bicara lambat adalah jenis gangguan paling dominan, terutama pada usia 4,5–5 tahun (17%). Tidak ditemukan perbedaan signifikan antar kelompok usia untuk gangguan bicara gagap (p = 0,769). Kesimpulan: Deteksi dini dan intervensi berbasis usia sangat penting untuk meningkatkan kemampuan bicara anak.