Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PROGRAM PEMBIMBINGAN KEMANDIRIAN PENGGUNAAN E-COMMERCE KEPADA KLIEN PEMASYARAKATAN DI BALAI PEMASYARAKATAN KELAS I MALANG Fadly; Garinda Aldo Rasyidan; Indaka Prasetyo; Lucky Hari Yulinarto
Journal Central Publisher Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v2i2.338

Abstract

Latar Belakang : Taruna Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (POLTEKIP) diharapkan memiliki kompetensi di bidang bimbingan kemasyarakatan, baik di aspek pengetahuan maupun praktik lapangan. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi sarana untuk menerapkan kompetensi ini, khususnya dalam intervensi bimbingan kemasyarakatan makro yang mencakup analisis kebijakan reintegrasi sosial. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan KKN dalam mengembangkan kompetensi taruna melalui program bimbingan kemasyarakatan, serta dampaknya terhadap klien pemasyarakatan dan masyarakat. Metode : Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode lapangan, melibatkan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Program pengembangan masyarakat menggunakan metode Pengembangan Masyarakat/Pengembangan Organisasi dengan kolaborasi antara taruna, Balai Pemasyarakatan, dan masyarakat Hasil dan Pembahasan : Kegiatan KKN melibatkan inisiasi sosial, pengorganisasian sosial, serta asesmen sosial untuk merancang program pelatihan kemandirian bagi klien pemasyarakatan. Pelatihan budidaya jamur, udang, dan ikan air tawar diharapkan dapat meningkatkan motivasi kerja klien dan mencegah residivisme. Perencanaan dan pelaksanaan program dilakukan dengan pendekatan advokasi sosial, community involvement, serta pemberdayaan klien. Kesimpulan : Program KKN telah berhasil mengembangkan keterampilan taruna dalam bimbingan kemasyarakatan dan memberikan manfaat positif bagi klien pemasyarakatan melalui pelatihan yang meningkatkan kemandirian dan motivasi kerja. Implementasi kebijakan reintegrasi sosial dapat mempercepat proses reintegrasi klien ke dalam masyarakat.
Fights Between Inmates: A Case Study of the Class IIA Karang Intan Narcotics Penitentiary: Perkelahian Antarwarga Binaan: Studi Kasus Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Karang Intan Indaka Prasetyo
JIC : Jurnal Hukum dan Konstitusi Vol. 1 No. 2 (2025): JIC : Jurnal Hukum dan Konstitusi
Publisher : anwarpublisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64272/c40va972

Abstract

Corrections are an important component in the criminal justice system which aims to maintain public security, provide rehabilitation, and provide sanctions for law violators. Correctional Institutions (Lapas) have a central role in the correction of prisoners. Fights in prison are physical or verbal conflicts between inmates that can result in physical injury or death. Factors that trigger fights involve tension, personal conflict, competition, or differences of opinion that are not resolved peacefully, as well as internal and external problems. The case of a fight at Karang Intan Narcotics Prison, which resulted in the death of an inmate, highlights the seriousness of this problem. This research uses the case study method. Two research objectives are to identify the causes of fights in Karang Intan Narcotics Prison and analyze the role of legal and correctional politics in dealing with the problem of fights in correctional institutions. The importance of the role of legal and correctional politics in dealing with fighting in prisons, especially in the context of narcotics, is emphasized, including supervision, policy, infrastructure reform and rehabilitation programs. Prevention of narcotics use is also a key aspect. Handling the problem of fighting requires commitment and cooperation between the government, correctional authorities, NGOs and related parties. Holistic reforms in the correctional system, including infrastructure improvements and strict supervision, are expected to create a safe and rehabilitative environment at Karang Intan Narcotics Prison.