Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GAMBARAN RESILIENSI REMAJA YANG MEMILIKI ORANG TUA BERCERAI Lumban Tobing, Monika Elkana; Brahmana, Karina
Dharmas Education Journal (DE_Journal) Vol 3 No 1 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univesitas Dharmas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56667/dejournal.v3i1.1585

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Kesiapan Menikah Pada Lajang Dewasa Awal Di Desa Paniaran. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan resiliensi yang dimiliki ketiga subjek dilihat dari aspek regulasi emosi, pengendalian impuls, optimisme, empati, analisis penyebab masalah, efikasi diri dan menemukan jalan keluar ditemukan : Regulasi emosi pada remaja yang memiliki orangtua bercerai yang dilakukan dengan cara sebagai berikut : C.V memendam perasaannya, sementara S.V.N sering kali tidak memperdulikan situasi sebelum meluapkan emosinya, meski kadang mengungkapkannya dalam kesendirian. Permasalahan memiliki orangtua bercerai, menimbulkan dorongan-dorongan yaitu : C.V dan G.S.M mampu menahan keinginan sepernuhnya, sementara S.V.N kesulitan menahan dorongan tetapi mengalihkan keinginan tersebut ke aktivitas lain karena pertimbangan ekonomi. Permasalahan memiliki orangtua bercerai yang dialami oleh remaja yaitu: C.V belum mengetahui apa yang menjadi impiannya karena tidak ada yang menuntun dan mengajarinya untuk memiliki impian di masa depan. Namun, mereka memiliki pendekatan yang berbeda dalam menangani masalah tersebut dan tidak selalu terfokus memikirkan permasalahan dari perceraian orangtuanya. C.V aktif mendukung dan mendengarkan orang di sekelilingnya, S.V.N fokus pada keluarga dan kesulitan memahami teman, sementara G.S.M menunjukkan empati melalui dukungan kepada teman dan keterlibatan dalam komunikasi keluarga.C.V merasakan iri terhadap teman, S.V.N kesulitan membangun hubungan dan kepercayaan, sementara G.S.M merasa membutuhkan dukungan orangtua dalam perkembangan saat ini. Mereka mengatasi dampak tersebut dengan cara yang berbeda, seperti fokus pada pencapaian pribadi, mencari dukungan, atau belajar dari pengalaman
Gambaran Tingkat Stres Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Yang Sedang Mengerjakan Skripsi Di Univeritas HKBP Nommensen Medan Telaumbanua, Elizabeth Dorothy; Brahmana, Karina
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/pijar.v3i3.1072

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Gambaran Tingkat Stress Pada Mahasiswa Akhir Yangb Sedang Mengerjakan Skripi Dalam Menyusun Skripsi Di universitas HKBP Nomensen Medan. Tingkat stres dapat dipahami sebagai tinggi rendahnya suatu stres (kondisi yang disebabkan oleh transaksi antara individu dengan lingkungan yang menimbulkan jarak antara tuntutan tuntutan yang berasal dari berbagai situasi dengan sumber-sumber daya sistem biologis, psikologis, dan sosial seseorang, sebagaimana yang di jelaskan oleh(Priyoto, 2014). Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling dan melibatkan 329 mahasiswa akhir yang sedang mengerjakan dan Menyusun skripsi sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala stress. Analisis data digunakan dengan uji univariat deskriftif untuk mendeskripsikan atau menggambarkan terkait dengan variable tersebut. Hasil analisis menunjukan bahwa Mahasiswa Tingkat Akhir Universitas HKBP Nommensen Medan yang sedang menyusun skripsi mayoritas mengalami stres pada kategori sedang. Dari 329 responden, sebanyak 249 orang (75,7%) berada pada tingkat stres sedang, 79 orang (24,0%) berada pada tingkat stres berat, sementara hanya 1 orang (0,3%) yang berada pada tingkat stres ringan. Data ini menunjukkan bahwa fase penyusunan skripsi merupakan tahap akademik yang sangat menekan mahasiswa. Secara umum, tekanan ini muncul karena beban akademik yang tinggi, revisi yang berulang, serta keterbatasan waktu untuk menyelesaikan skripsi. Temuan ini dapat memperluas ilmu pengetahuan, khususnya di bidang psikologi perkembangan yang berkaitan dengan gambaran tingkat stress dalam menyusun skripsi pada mahasiswa semester.